Riri, alah ambo baco situs nan Riri tunjuak tu, dan lai takana dek ambo adonyo 
acara tu. Kabatulan tanggal 22-24 Agustus tu ambo jo rombongan batapatan pai ka 
Pasaman, maninjau lokasi Bukik Tadjadi nan tamusaua dalam sejarah Perang 
Paderi. Salah satu anggota rombongan, Ir Donni Moedanton tanggal 23 langsuang 
ka Bukit Tinggi untuak ikuik dalam acara tu.
Cuma kito -- atau labiah tapek ambo -- indak mangikuti sacaro taruih-manaruih 
baa pakambangannyo, sahinggo sawakatu tabarito tigo kota nan basejarah di 
Sumbar indak masuak, tantu heran ambo.
Karano tu memang ado baiaknyo pangatahuan kito di-'update' dek para sanak lain, 
rancaknyo dalam RN ko, nan dek pak Nofrins alah disabuik sabagai 'parlemen 
urang Minang sadunia'.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]






________________________________
From: Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, October 27, 2008 7:40:58 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Bls: [EMAIL PROTECTED] Padang, Sawah Lunto, dan 
Bukit Tinggi Belum Terdaftar dalam jaringan Kota Pusaka Indonesia.


Pak Jacky dan Pak Saaf,

Kalau menurut saya, mengapa Pekalongan dijadikan kota pusaka mengapa Semarang 
tidak, jawabannya adalah karena Pemerintah Kota Pekalongan mendeklarasikan 
kotanya sebagai Kota Pusaka, dan ikut di dalam "Jaringan Kota Pusaka 
Indonesia". Jadi status ini bukan "dijadikan" oleh Menteri, tetapi oleh 
pemerintah kota masing2.

Saya baca ada "Deklarasi Bukittinggi-Sawahlunto" yang mendukung rencana 
terbentuknya Jaringan Kota Pusaka Indonesia. Temu Pusaka itu sendiri 
diselenggarakan oleh "Badan Pelestarian Pusaka Indonesia", dan didukung oleh 
(antara lain) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, 
Bukittinggi, dan Sawahlunto. (lengkapnya di 
http://www.bppi-indonesianheritage.org/id/heritagegathering.htm dan 
http://www.bppi-indonesianheritage.org/download/DEKLARASI%20BUKITTINGGI%20SAWAHLUNTO.doc)

Saya juga tidak tahu kenapa hanya Bukittinggi dan Sawahlunto, yang dicakup 
dalam "jelajah wisata", walaupun Pemkot Padang dan Pemprov Sumbar mendukung 
acara ini. Dan saya juga tidak tahu mengapa Bukittinggi dan Sawahlunto tidak 
ikut mendeklarasikan dirinya di Solo kemaren, walaupun sudah ada pertemuan yang 
menghasilkan deklarasi dua bulan sebelumnya.

Riri
Bekasi, L 46



 





 
2008/10/26 Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[EMAIL PROTECTED]>

Pak Saaf.
 
Tiap propinsi pasti punya kota yang
termasuk kategori pusaka.
Karena itu, perlu dijelaskan apa kriteria "kota pusaka".
 
Sebagai contoh, mengapa Pekalongan yang
dijadikan kota pusaka, bukan Semarang?
Peninggalan kuno lebih banyak Semarang
dari pada Pekalongan.
 
Juga mengapa "Betawi" sendiri tidak masuk
kota pusaka.
 
Dalam urusan "kota pusaka" para sejarawan
mungkin perlu dilibatkan.
 
Wassalam, Jacky Mardono.
 
 


--- Pada Sab, 25/10/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [EMAIL PROTECTED] Padang, Sawah Lunto, dan Bukit Tinggi Belum Terdaftar 
dalam jaringan Kota Pusaka Indonesia.
Kepada: "Rantau Net" <[email protected]>
Cc: "Ir. Yulnofrins NAPILUS" <[EMAIL PROTECTED]>, "Warni DARWIS" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Prof Dr. James HELLYWARD,M.Sc." <[EMAIL PROTECTED]>, "Gamawan 
FAUZI, SH, MM" <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: Sabtu, 25 Oktober, 2008, 3:17 PM


  
Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
Rada-rada kaget juga saya membaca bahwa dalam jaringan 12 Kota Pusaka Indonesia 
yang diresmikan oleh Menteri Jero Wacik belum termasuk Padang, Sawah Lunto, dan 
Bukit Tinggi.
Bagaimana komentar sanak ?
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]


Detik.com. Sabtu, 25/10/2008 20:50 WIB
Menbudpar Resmikan Jaringan Kota Pusaka Indonesia
Muchus Budi R.- detikNews
Jakarta- Menteri Budaya dan Pariwisata, Jero Wacik, meresmikan jaringan kota 
pusaka. Wacik berpesan kepada para walikota agar mencari jalan terbaik untuk 
pelestarian aset warisan budaya dalam melakukan pembangunan pengembangan kota.

Peresmian jaringan kota pusaka diresmikan di rumah dinas Walikota Surakarta di 
Jalan Slamet Riyadi, Solo, Sabtu (25/10/2008) petang. Walikota Surakarta, Joko 
Widodo, yang ditunjuk sebagai koordinator pembentukan jaringan melaporkan bahwa 
sebagai embrio telah terdaftar 12 kota sebagai anggota.

12 kota tersebut adalah Ternate, Pekalongan, Pangkal Pinang, Pontianak, 
Yogyakarta, Medan, Ambon, Denpasar, Surabaya, Palembang, Blitar dan Surakarta.

Jero Wacik dalam sambutan peresmian meminta kepada para walikota 
mempertimbangkan berbagai hal dalam melaksanakan pembangunan kota.

"Kalau pembangunan mall menggusur bangunan bersejarah, itu tidak benar karena 
akan menghilangkan identitas bangsa. Kalau mempertahankan bangunan warisan lalu 
mengabaikan pengembangan kota, juga tidak benar karena kita harus menciptakan 
lapangan kerja demi kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Lebih lanjut dia menyontohkan solusi pembangunan kota yang mempedulikan aset 
budaya. Misalnya, bangunan warisan kuno tetap dipertahankan berada di tengah 
bangunan modern yang dibangun. Bangunan kuno tersebut tetap dipertahankan 
bentuk fisiknya dan bisa difungsikan sebagai perpustakaan.

"Cara seperti ini nantinya sangat membantu anak cucu kita melacak sejarah 
bangsanya. Mereka akan menghargai kita sebagai orang tua yang mampu menghargai 
warisan budaya tapi tanpa menghambat pembangunan perkotaan," lanjut Wacik.

(mbr/rdf)       


________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke