Bung Ifdhal, Bu Hesti, bung Ridha,
Izinkan saya mengusulkan agar Komnas HAM mengirimkan tim pemantau ke Sumatera 
Barat untuk menghimpun data, fakta, dan informasi mengenai kasus ini, dan 
membicarakan penyelesaiannya langsung dengan Dan Rem 032 Wirabraja. 
Terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.

 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]





----- Forwarded Message ----
From: Muzirman -- <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; rantaunet <[email protected]>
Sent: Wednesday, October 29, 2008 6:36:16 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] LIMA PEMUDA SOLOK LUKA. Kirim PETISI"??


Lima Pemuda Solok Luka
Korem Wirabraja Bantah Anggotanya Menyiksa
Pak Saaf, Yth,
Ini lah  berita yg Bp. maksudkan, bgmna kalau pak Saaf mulai sbg
promotor utk menredaksi kan suatu "PETISI" dan mempertanyakan secara
lansung ttg kasus ini, dan nanti Bp, mamak2, dan sanak2 semua di
selururh dunia membubuhkan namanya di bwah berikut nya
dalam jangka waktu tertentu dan disampaikan kpd yg berkepentingan.
Keliahatannya suara banyak lbh bergaung, kita sebarkan ke semua milis
yg berkait dgn dgn SUMBAR, alumni PT, SMA milist .

KAMI yg mempertanyakan: bertanda tangan di bawah ini,
1. Pak Saaf..
2....
3.Muzirman.
4....
5,......




KOMPAS/AGNES RITA SULISTYAWATY / Kompas Images
David (24), warga Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera
Barat, terbaring lemah di RSUP Dr M Djamil, Padang, Selasa (28/10).
David adalah satu dari lima pemuda yang dipukuli saat mengambil sisa
sarang burung walet di Bukit Bujang Juaro, Solok Selatan. Pelaku
pemukulan diduga oknum berseragam.

Rabu, 29 Oktober 2008 | 03:00 WIB
Padang, Kompas - Lima pemuda yang akan mengambil sisa sarang burung
walet di Bukit Bujang Juaro, Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok
Selatan, mengalami luka dalam. Luka ini diduga akibat pukulan. Mereka
juga sempat disekap tiga hari sebelum akhirnya dilepas dalam keadaan
terluka.

Satu dari lima korban pemukulan—yang bernama David (24)—masih dirawat
di RSUP Dr M Djamil akibat luka serius di bagian dalam atau trauma
tumpul abdomen, Padang, Selasa (28/10). Sedangkan empat orang lain,
masing-masing Salmanir, Adi Putra, Indra, dan Wandi, dirawat di rumah
sakit di Solok Selatan.

Kejadian berawal ketika kelima pemuda ini berencana mengambil sarang
burung walet yang ada di Bukit Nagari itu, hari Jumat pekan lalu.

"David dan kawan-kawannya pamit pergi mengambil sarang burung walet.
Itu baru pertama kali dia mencoba mengambil sarang burung walet dan
nasib malang menimpanya. Biasanya, dia mendapatkan uang dari berjualan
daging," tutur Darlis (60), ibunda David.

Sejak Jumat hingga Minggu malam, warga kampung sempat bertanya-tanya
perihal kepergian lima pemuda kampung itu. Mereka cemas karena sudah
tiga hari itu tidak ada kabar dari para pencari sisa sarang burung
walet. Sejumlah isu sempat beredar bahwa pemuda itu diculik. Namun,
setelah dicek ke kantor polisi, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan
para pemuda itu.

Hari Minggu sekitar pukul 20.00, dua mobil melintas di jalan kampung
itu. Seorang warga melihat ada satu dari lima pemuda yang melambaikan
tangan dari dalam mobil. Segera saja masyarakat menghentikan mobil
yang sedianya meluncur ke Padang.

Di dalam mobil itu, mereka menjumpai lima pemuda itu dengan kondisi
luka-luka dan lemas.

"Saat ditemukan, David tidak mengenakan baju dan tidak sadar. Saat
sadar, beberapa kali dia muntah," ujar Watni (50), bibi David yang
ikut menghentikan mobil itu.

Kelima pemuda sempat dilarikan ke kantor polisi. Namun, oleh karena
kondisi memburuk, mereka dibawa ke RSUD Muara Labuh. David yang sangat
parah kondisi fisiknya, segera dilarikan ke RSUP Dr M Djamil, Padang.
Sepintas, tidak ada luka fisik yang begitu parah di tubuh David.
Namun, David terlihat sangat kesakitan ketika menggerakkan tubuhnya.
Untuk berbicara pun dia kesulitan.

"Kalau dilihat dari luar, tidak banyak terdapat luka. Tetapi, kata
dokter, satu urat leher David putus. Dia juga mengalami pendarahan
dalam," kata Watni..

Dari keterangan korban Salmanir, seperti diberitakan Antara,
disebutkan bahwa kelima pemuda itu sempat disekap oleh delapan orang
berseragam TNI karena diduga akan mencuri sarang burung walet. Selama
disekap, mereka diperlakukan kasar, antara lain ditendang, dipukul,
dicambuk, dan disundut rokok.

Sementara itu, Kepala Penerangan Korem 032/Wirabraja Kapten MI
Nasution menolak anggapan adanya penyekapan dan penyiksaan masyarakat
oleh anggota TNI. Dia mengatakan, sejumlah personel intelijen TNI AD
memang disebar ke lokasi rawan konflik, seperti yang ada di Nagari
Koto Baru.

Nasution mengatakan, lima pemuda itu sebelumnya telah tertangkap
masyarakat ketika hendak mencuri sarang burung walet. Setelah sampai
di bawah, barulah mereka diserahkan ke anggota TNI AD karena enggan
berlama-lama berurusan dengan polisi. "Karena perjalanan turun sekitar
tiga jam, sampai di bawah pemuda ini sudah kelelahan sehingga pingsan
dan sakit," ujar Nasution.

Dia mengatakan, Korem akan memeriksa anggota TNI AD serta menunggu
hasil visum dokter untuk mengambil tindakan selanjutnya. (ART)


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke