Assalamualaikum, wr.wb Mamak Saaf yang saya muliakan. Saya pernah terobsesi ketika membaca buku yang berjudul " Tuanku Rao ", yang mengupas habis tentang adat dan islam di Minangkabau. Walaupun penulisnya berkata bahwa etnisnya (batak) adalah bangsa " splendid isolation" , akan tetapi ia menyatakan bahwa etnis Minangkabau itu - menengarai kehidupannya berdasar mithos - mithos dan imaginasi belaka. Buku itu kemudian telah dibantah habis habisan oleh Buya Hamka dan sudah dibahas hampir 40 an tahun yang lalu. Saya agak terpengaruh dengan pendapat penulis buku itu. Bahkan karena buku itulah memanggil saya untuk banyak mepelajari adat dan budaya minangkabau hingga menuangkannya dalam blog bundokanduang itu. Terus terang, bagi saya, Minangkabau lebih dikenal sebagai kebudayaan dibanding kerajaan. Adat istiadat yang berlaku di Minangkabau menghasilkan khazanah budaya yang berbeda-beda disetiap Nagari, sehingga pemberlakuan adat adalah " salingka nagari ". Lain lubuk lain ikannya. Jadi saya memang tidak pernah menyakini bahwa di Ranah Minang ini adalah kerajaan-kerajaan. Yang menjadi pertanyaan bagi saya sekarang ini adalah : menggunakan ilmu siabidibam, dalam menggali setiap infomasi berharga bagi proses dan tumbuh kembangnya masyarakat. Terkadang saya berpikir - apakah kita tidak sekedar euphoria saja menggali masa lalu yang menjadi tugas sejarawan untuk membuktikkan bahwa apakah Minangkabau itu memanglah sebuah kerajaan atau hanya sekedar kebudayaan...? Ilmu siabidibam itu begini - siapa - apa - dimana - bagaimana - ? kiat yang sederhana ketika menjalani tugas sebagai Public Relation dulu. - apakah yang dimaksud dengan kerajaan, - Siapakah yang di rajakan dan bagaimana keturunannya memelihara sebuah dinastinya ? - Dimana wilayahnya - apa sumber daya yang dimilikinya, sehingga suatu wilayah itu bisa memiliki kredibilitas politik, ekonomi dan pertahanan. Ingat lho... Pak Saaf ini teori Ilmu Negara yang kita peroleh di bangku kuliah bukan...??? - bagaimana sikap kepatuhan rakyatnya kepada Datuk/Penghulu/Raja diwilayah itu...?? Jika di Inggris - Britania Raya - sebenarnya diisi oleh kerajaan kerajaan kecil yang dikepalai oleh para Lord. Mungkinkah mengumpamakan peran para Penghulu/Datuk di sebuah Nagari bagaikan Lord pula seperti di negara Inggris...?? Ingat suatu kerajaan akan berjaya - apabila ia menerima upeti dari para Lord itu. Nah bagaimana pada kondisi kerajaan-kerajaan di Minangkabau - jika kerajaan itu memangf ada. Jika kita bisa mengkaji secara mendalam bagaimana dan apa peran sosial dan budaya raja-raja Minangkabau ... maka para sejawarawan dan dosen/peneliti dari Minangkabau harus diberi semangat untuk membuktikan lebih lanjut kebenaran bahwa di ranah minang ini doeloe ada 32 kerajaan. Jangan jangan kerajaan itu tidak sempat bangkit karena selama ini para sejarawan, antroplogis, arkeologis tidak pernah menggali dan mungkin juga tidak sempat dituangkan menjadi bacaan murid-murid Sekolah seperti halnya ketika kita mempelajari kerajaan kerajaan kuno di Indonesia. Mamak Saaf - tulisan tulisan mengenai sejarah merupakan jembatan antara kehidupan masa lalu menuju kehidupan masa sekarang ini. Mari kita benar benar dalami sehingga tidak saja sekedar bayangan yang kemudian - segera hilang bersamaan berlalunya sang waktu. Kepada Sanak Sapalanta, silahkan topik ini didiskusikan. Wassalam,
3vy Nizhamul http://hyvny.wordpress.com http://bundokanduang.wordpress.com --- On Tue, 10/28/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, Dalam kongres kebudayaan Minangkabau yang diselenggarakan Disbudpar Sumbar bulan Desember 2006 saya agak sedikit terkesima sewaktu mengetahui bahwa ada k.l. 32 buah kerajaan di Minangkabau. Selama ini kita hanya tahu satu atau dua saja, antara lain kerajaan Pagaruyung dan Sungai Pagu. Sekarang Bung Uli Kozok menampilkan adanya kerajaan Dharmasraya, yang ternyata juga mempunyai sumbangan besar terhadap kebudayaan Minangkabau. antara lain dalam wujud kitab undang-undang zaman Adityawarman, sebelum kedatangan Islam ke Minangkabau.. Rasanya sudah waktunya kita mengadakan inventarisasi terhadap kerajaan-kerajaan Minangkabau ini serta peranannya dalam membangun kebudayaan Minangkabau. Untuk abad ke 18-19 kita bisa membaca peran raja-raja Minangkabau ini dalam buku Christine Dobbin yang dibedah di Padang tanggal 18 Oktober yang lalu. Peranan sosial budaya dari kerajaan Minangkabau dalam abad ke 21 ini ternyata belum habis, karena dalam waktu belakangan ini kerajaan Pagaruyung menghadiahkan gelar sangsako kepada berbagai petinggi Republik, yang menerimanya dengan baik. Dalam kegiatan saya sekarang di Sekretariat Nasional Masyarakat Hukum Adat (Seknas MHA) telah dibuka komunikasi dengan Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara, dimana duduk a.l. Bp Ir `Azwar `Anas Dt Rajo Suleman. Sekedar catatan, eksistensi dan peran sosial budaya dari para keluarga raja-raja se Nusantara ini sudah diakui oleh Departemen Dalam Negeri. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta) Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
