salam add Gusdi ...
 
Mula pertama emailmu masuk, uni ada membaca dan sambil menunggu reaksi sanak 
sanak dan mamak yang lebih berkompeten menjelaskan tentang keberagam Tambo - 
asal usul nenek moyang kita. Uni juga membaca Tambo dalam berbagai versi. 
 
Akhirnya uni mengambil kesimpulan adanya perbedaan kisah dalam Tambo itu, tidak 
lain dari pada - kita memang selama ini tidak melakukan kajian ilmiah terhadap 
asal usul nenek moyang kita. Bagi Uni hal seperti ini tidak bisa 
dibiarkan....!! 
Bahkan dimilis ini Uni pun bertanya ; " Mengapa wanita minang berpakaian adat 
harus menggunakan tandu ? emangnya kebo... demikian seseorang yang bernama " 
Pretty ' berkoemntar  dalam blog Bundokanduang. Tidak ada satupun yang menjawab.
Nah ... bagi Uni - padusi minang - sudah sewajarnya memberikan pencerahan - 
manakala ada pertanyaan dari kalangan anak muda yang sebagian besar hidup 
dirantau ;
bertanya tentang  tambo - kaba - hikayat dan sebagainya, yang  menerangkan asal 
usul nenek moyang kita.. Karena sesungguhnya besarnya nama Minangkabau - 
sebagai etnis yang " unique " sudah menjadi fakta yang tidak bisa dipungkiri 
lagi tentang kekuatan adat dan keislamannya.
 
Sebagaimana pendapat datuk Endang : " Perbedaan carito dari berbagai sumber 
kito tarimo apo adonyo, karono merupakan legenda, bukan sejarah, dan dipahami 
dengan kearifan. 
 
Pendapat Uni selanjutnya , add Gusdi dapat membacanya di blog bundokanduangg, 
dalam kategori TAMBO dengan judul :  Kaba dan Tambo sebagai karya spektakuler 
dalam pembentukan adat dan budaya Minangkabau.  

Wassalam,

 
  3vy Nizhamul 

http://hyvny.wordpress.com
http://bundokanduang.wordpress.com



 





--- On Mon, 11/3/08, Datuk Endang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Datuk Endang <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Batanyo soal perbedaan carito di tambo
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Date: Monday, November 3, 2008, 6:59 PM







Sanak Gusdi yth.
Perbedaan carito dari berbagai sumber kito tarimo apo adonyo, karono merupakan 
legenda, bukan sejarah, dan dipahami dengan kearifan. Ambo alah maliek website 
sanak, dan menghargai usaho sanak mengumpulkan berbagai bahan.
 
Wassalam,
-datuk endang


--- On Wed, 10/22/08, Gusdi.A <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Gusdi.A <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Batanyo soal perbedaan carito di tambo
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, October 22, 2008, 11:38 PM

Assala mu'alaikum wrwb

Mungkin iko adolah Email ambo nan ka tigo nan ambo kirim ka palanta, tapi antah
manga tasandek taruih se di palanta, untuak mamak moderator mintak tolong ciek
lalauan email ko ciek ka palanta, sabab ambo minta tolong satantang urusan
pertanyaan nan di bawah ko.....

..........................................................................


Ambo nio batanyo ciek ka mamak uni datuak nan tau tantang perbedaan carito ko,
sarupo nan ambo copy kan di bawah, carito ko ambo ambiak dari web dan ado buku
sumber nyo kecek nyo, nan padohal keceknyo carito ko dari tambo juo
Apokoh tambo kito tu indak samo kasadonyo?


Untuak itu tarimo kasih sabalun nyo



Seperti disebutkan Abdul Hamid Datuk Rangkayo Sati, Sultan Suri Maharajo Dirajo
dalam pelayarannya ke pulau Perca ini membawa istri tiga orang. Istri pertama
beliau bernama Dayang Suni, istri kedua bernama Puti Indo Jolito dan istri
beliau yang ketiga bernama Puti Aniang.
Hasil pernikahan Maharajo Dirajo dengan Dayang Suni memperoleh anak bernama
Bandaro Kayo. Sementara Puti Indo Jolito melahirkan Katumanggungan. Dari istri
beliau yang terakhir, Puti Aniang beliau memperoleh anak yang bernama Sri
Maharajo nan Banego...dst
Diambil dari www.sumbarprov.go.id

Oleh karena kecerdikan Suri Dirajo, Sang Sapurba dijadikan semenda, dikawinkan
dengan adiknya bernama Indo Julito. Sang Sapurba adalah seorang Hindu yang
beragama Hindu. Dia menyembah berhala. Lalu diadakan tempat beribadat di suatu
tempat. Tempat ini sampai sekarang masih bernama Pariangan (per-Hiyang-an =
tempat menyembah Hiyang / Dewa). Dan disitu juga terdapat sebuah candi buatan
dari tanah tempat orang-orang Hindu beribadat. Ada juga yang mengatakan tempat
itu adalah tempat
(Sumber : Kerajaan Minangkabau - Jamilus Jamin)     Diambil dari web :

Menurut bunyi Tambo Alam Minangkabau dan curaian orang tua tua, setelah dewasa
anak ninik Sri Maharaja Diraja yang bernama Sutan Paduka Besar dan anak anak
Cateri Bilang Pandai bernama Sutan Balun dan Sikalab Dunia, atas kesepakatan
anak nagari Pariangan Padang Panjang dan anak nagari Sungai Tarab, diangkat
menjadi penghulu.
----------dst --------------
Kata ahli adat, setelah Sutan Balun diangkat jadi penghulu, beliau pergi
berlayar keluar Pariangan Padang Panjang, hendak pergi tamasya ke pulau
Langgapuri(Serindip Cylon).
Dalam perjalanan kembali pulang, ditengah lautan beliau mendapat sebatang kayu
yang berisi lengkap didalamnya segala perkakas untuk pertukangan seperti kapak,
lading, pahat dan perpatih. Oleh sebab itu dia digelari Datuk Perpatih Nan
sabatang Kayu, kemudian ditetapkan dengan Datuk Perpatih Nan Sabatang saja.
Ditulis oleh Ibrahim Dt. Sangguno Dirajo diambil dari web



Tarimo Kasih dan Wassalam


Gusdi.A
32 thn BTM
http://gusdi-asdial.vze.com
http://gusdiasdial.multiply.com/






      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke