Salam sanak sapalanta,
Semoga kita senantiasa dirahmati Allah SWT.
 
 
– Pesawat nyasar di udara………????!!!
Oleh : 3vyniz
 
Satu pengalaman lagi yang tak kulupakan ketika naik pesawat adalah pada tahun 
1997.  Aku pulang kampong menemani Ibu mertua – yang sudah sepuh untuk 
menghadiri undangan kerabat kami. Sebenarnya banyak yang berkeinginan untuk 
menemani sang bunda, tetapi aku memohon dengan sangat kepada suami agar aku 
yang menemaninya. Bagiku perjalanan ini adalah sebagai upaya pemulihan rasa 
percaya diri – setelah aku sembuh dari derita penyakit yang sangat berat.   
Sejak dari Bandara Cengkareng, kami sudah mengalami ketidak pastian 
pemberangkatan. Setelah mengalami penundaan akhirnya berangkatlah kami pada jam 
13.30. 
Biasanya perjalanan diudara berlangsung tenang. Dari kaca pesawat kita bisa 
menyaksikan betapa luasnya langit ciptaan Allah ini. Dalam suatu penerbangan – 
aku pernah tertidur dan bermpimpi bahwa aku  bisa menari-nari ba’ penari ballet 
diiruingi musik berirama walz – bossa – .  Ada malaikat malaikat kecil yang 
menemani -  ba’ puteri raja, aku terbang dengan sayap kian kemari. . Namun 
ternyata semuanya itu … hanyalah mimpi Evy.  
 
Nyatanya, dalam hidupku - aku ingin benaaaar ….. berselancar di padang salju 
atau berfoto ketika butiran-butiran salju turun kebumi. Bukan khayalan - namun 
sudah diupayakan - ketika aku berkunjung ke Australia - kami pernah melakukan 
perjalanan ke “ White Mountain”. 
Apa yang terjadi – “ Bu ….Gunung nya sudah selesma – kata orang Malaysia yang 
menjadi local staf Konjen Sydney. 
Selesma… ??? Kami tertawa geli… kok bisa pulo gunuang basalemo..ko …??? ha… ha… 
ha.., kami tagalak galak mandanga selesma = salemo..
 Padahal maksud perempuan Malaysia itu adalah bahwa White Mountain itu sudah 
mencair. 
Demikianlah betapa aku ingin menggambarkan alam ciptaan Allah ini sebagaiamana 
umumnya orang sudah tahu tentang hal ini, bahwa alam diatas kita ternyata luas 
dan indah … indah nian. Dalam khayalan itu,  sebagai hamba yang beriman, segera 
kutersadar dan segera mengucapkanlah kalimah-kalimah tasbih, tahmid, tahlil dan 
takbir -  seraya kita bersyukur bahwa kita masih dikarunia nikmat kesehatan dan 
nikmat iman, sehingga perjalanan ini sedemikan indahnya.
 
Apa yang kubayang ketika setiap naik pesawat, berbeda dengan perjalanan yang 
kualami kali ini. Tidak ada awan seputih salju. Tidak ada kapas-kapas raksasa. 
Pesawat menerobos gumpalan awan hitam, badan pesawat terlonjak-lonjak.. Awan 
putih telah berubah menjadi begitu kelabu. Para penumpang yang semula banyak 
tidur entah apapun caranya untuk menghabiskan waku dipesawat itu, mulai 
mengamati jam tangan masing-masing. Menurut perkiraan pesawat akan mendarat di 
Bandara Tabing 1 jam 35 menit dari bandara Sutta – Cengkareng, Jakarta. 
Menjelang pendaratan, biasanya kita akan menyaksikan jajaran bukit barisan 
serta tepian pantai yang berpasir putih. Namun pada saat jam pendaratan itu, 
belum secercahpun mata bisa memandang daratan. Kita masih berjalan ditengah 
selimut asap kelabu. 
Tiba tiba berbunyi dentingan microphone dipesawat Sempati Air itu,  dilanjutkan 
dengan pengumuman dari pramugarinya, bahwa pesawat mendarat di …………………Kota 
Pekanbaru. Kondisi pendaratan tidak aman karena adanya asap yang mengganggu 
pendaratan. 
 
Mertuaku bertanya : “ bagaimana kita Vi…???. Tenang Ma… kita ikuti saja langkah 
selanjutnya. Apakah pesawat ini akan mendarat sementara atau tidak. Mama tenang 
ya…, bujukku sama sang Mama. 
Dibelakang kursi kami, seorang Bapak berkata : Asyatagfirullah.. sasek wakden 
ko..  Kemudian ada yang menyahut : “ Indak Pak.. ndak sasek awak doh… awak ndak 
bisa mendarat di Tabing….dst. Awak caliek lu… apo sasudah tuh barangkek baliek 
ka Tabiang.  
Begitu juga tetanggaku dan teman seperjalanan kami Ny. Rozian Yazid. Ia sangat 
sedih dan kecewa, karena ia pulang kampong hari itu, untuk menghadiri pemakaman 
ibunya. Sementara waktu itu sudah menunjukkan jam 15.00. 
Diantara kami sebagian penumpang sudah paham bahwa pesawat ini bukan nyasar – 
melainkan didaratkan ketempat lain adalah akibat dari terjadinya kebakaran 
hutan di pulau Sumatera. Akan tetapi biasalah - awak urang Minang ko – kalau 
indak mancimooh ndak taraso lamak ota jadinyo. Perkataan apak-apak di pesawat 
itu – aku rekam dalam benakku. Antara lain : Ondeh sasek wakden ko…. Sasek =  
nyasar .. bukan….???  Apalagi ada yang berkata : “ lai awak sasek ka sarugo 
ko….??? Awak lai diateh langik komah… Kemudian ada yang menimpali : “ Tobaik 
lah waang .. baru ado jalan ka sarugo…??? 
Sebenarnya kondisi  jantung yang tengah berdebar-debar itu .. pasti bila ada 
perkataan seperti itu – ada rasa jengkel, namun bila mengingatnya  kini, aku 
jadi tersenyum senyum.  Tahukah sanak.. bahwa tubuhku baru fit – sedang proses 
pemulihan, sementara aku ditemani oleh orang tua yang sudah sepuh (72 tahun). 
Kami berdua adalah wanita infalid. Ibu mertua berdoa, aku berdoa dan aku tak 
pedulikan ocehan penumpang itu. Nampaknya merekapun sedang menata stress nya. 
 
Berita di media massa beberapa minggu terakhir – mengabarkan bahwa telah 
terjadi kebakaran hutan yang hebat.  Hutan terbakar – akibat musim kemarau yang 
begitu panjang.. demikian berita TV yang kudengar. Dalam penerbangan yang 
kesasar diudara ini aku menemukan jawabannya. Seandainya aku seorang wartawati 
waktu itu, maka aku akan memberitakan pada khalayak bahwa hutan terbakar – 
sungguh berbeda dengan hutan dibakar. Akan tetapi mempunyai persamaan bahwa 
baik terbakar ataupun dibakar – merupakan kalimat pasif. Tidak ada subyek yang 
melakukannya..  Apa memang demikian….??? Ternyata tidak. …!! 
 
Apa yang kusaksikan dari atas pesawat, ketika penerbangan dialihkan ke kota 
Pekanbaru,  waktu itu adalah : bahwa hutan belantara Pulau Sumatera Tengah- 
telah terkotak  -kotak menjadi kapling kapling. Ada tanah yang benar-benarsudah 
gundul. Sudah groak…..istilah betawi. Inikah yang dimaksud dengan Hak 
Pengelolaan Hutan (HPH)….??? Apa rencana peruntukkan tanah itu ??? 
Secara kasat mata penggundulan tanah di kapling HPH itu memerlukan sumber 
tenaga,  seperti traktor, tenaga manusia yang menebangi ratusan pepohon dan 
semak belukar… Jika kondisi demikian, hal ini bagiku wajar wajar saja. Akan 
tetapi benarkah….???
Dengan menyimpan pertanyaan ini, akhirnya pesawat Sempati Air – mendarat secara 
halus di Bandara…. Pekanbaru.  Kami diistirahatkan beberapa jam. Ba’da Isya – 
perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan Bus eksekutif menuju kota Padang. 
 
Apa yang menjadi perhatianku  dengan kondisi hutan di Sumatera tengah waktu 
itu, ternyata aku menemukan jawabannya. Setelah mengikuti prosesi “ baralek 
gadang ‘ dikota Padang, sebagai tujuan kami pulang kampong kala itu, pesta 
dilanjutkan dengan thema “ manjalang mintuo “ ke Kota Pekanbaru. Disini aku 
menemukan jawaban tentang kebakaran Hutan – hutan terbakar. Ternyata hutan – 
hutan itu sengaja dibakar….!!! Itu bisa ku lihat dalam perjalanan Payaukumbuah 
– Pekanbaru.  
Maka bergelimpanganlah pohon – pohon tua dan semak belukar yang sudah dibumi 
hangsukan dengan cara mudah. Traktor – traktor siap mengangkut dan 
menggelindingkan pepohon untuk dibawa ke pinggir jalan. Sementara itu dumptruck 
telah siap mengangkutnya kesuatutu tempat. Disinilah pembabatan hutan dengan 
cara mudah berkedok kebakaran hutan – meluluh lantakkan hutan hutan pulau 
Andalas itu. Mungkinkkah ini illegal logging sebagaimana yang kita dengar saat 
ini…..??? 
Miris hati ini… Beginikah caranya kita membangun negeri dengan cara gampang. 
Membahayakan dunia penerbangan… Mengimbas ke negara tetangga. 
 
Siapakah yang bertanggung jawab dalam hal ini ???. Perusahaan HPH yang sudah 
membayar resmi dan tidak resmi kepada aparat Departemen Kehutanankah..?? Bupati 
kah…. Yang jelas hutan pulau Sumatera yang sebelumnya lebat – pekat dan saling 
berpelukan satu sama lain kini sudah berubah menjadi lahan kelapa sawit. 
Aku menyaksikan dengan kasat mata – dalam perjalanan lintas timur waktu “ 
pulkam “ tahun 2007 – kami tidak menemukan lagi suasana hutan rimba yang 
pohonnya seakan berpelukan,. ketika aku melitasi wilayah Sungai Lilin – Tampino 
- Muara Bulian, Muara Tembesi, Muaro Tebo dan Muaro Bungo. Padahal Didaerah 
Jambi ini - hampir 14 tahun yang lalu (1994), ketika kami melewati wilayah ini, 
masih dipenuhi hutam rimba yang maha lebat. Sekarang telah berubah menjadi 
lahan kelapan sawit yang hampir menyamai Malaysia.  Waktu itu aku sudah  
bertanya dalam hati – kalau semua kelapa sawit ??? Mana sawah dan ladang 
sebagai sumber kebutuhan primer kita....??? 
Apakah sumber  income masyarakat – rakyat dan negara tercukupi  dengan hanya 
kelapa sawit – atau tanaman industri...belaka ??? 
Sekarang - aku sungguh kasihan mendengar – jika kelapa sawit kita dihargai 
hanya Rp 300,- saja.  Selain kasihan pada petani kelapa sawit – dan aku juga 
pada Sanak saudara kita yang menggantungkan hidup pada pengolahan sumber daya 
alam ini. 
 
Walaupun kisah ini tidak dalam konteks - Pesawat nyasar di udara………????!!!, 
namun aku menitipkan kisah lama ini dengan pertanyaan – Instansi yang manakah 
yang lebih berkompeten menata wilayah di Sumatera ini, ..?? 
Terus terang aku sih setuju banget dengan program Partai Gerindra – yang 
katanya berpihak pada petani. Tapi bukan pada menantu mantan penguasa orde baru 
itu…
 
Aku menunggu tanggapan dari sanak yang memiliki disiplin ilmu pertanian dan 
ilmu kehutanan ya…….
 
 
Wassalam


  3vy Nizhamul 

http://hyvny.wordpress.com
http://bundokanduang.wordpress.com



 






      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke