Kmd. Hendri Jhon dan Sanak di Palanta. Berkaitan dengan judul filem yang bertajuk merantau, ambo punyo pandapek bahwa Silek merupakan salah satu syarat untuk merantau, disamping kemauan, karena lautan sati rantau batuah. Dan merantau adalah salah satu budaya Urang Minang. Masalahnya, kini bagaimana caranya kita mempromosikan pendidikan Silek ini dapat dijadikan salah satu pendidikan dasar disamping kurikulum muatan lokal tentang Adat. Bagi yang ingin membaco pandapek ambo iko silakan dibaca: Wassalam Abraham Ilyas 63
Telah dibaca oleh: 261 orang. RPJP Sumbar dan Luhak nan TigoDikarang oleh : Abraham Ilyas *PARADIGMA MINANG KABAU untuk PEDOMAN PEMBANGUNAN SUMATERA BARAT Keberadaan maupun kemajuan suatu masyarakat/negara tidak terlepas dari tiga kekuatan yang dimiliki oleh masyarakat/negara yang bersangkutan, atau tali tigo sapilin atau tungku tiga sajarangan. * Tiga kekuatan yang dimaksud ialah: 1. Kekuatan Cerdas (*smart power*). 2. Kekuatan Keras (*hard power*). 3. Kekuatan Lunak (*soft power*). Pada negara moderen bentuk *Kekuatan Cerdas* ialah penguasaan ilmu pengetahuan/tekhnologi. Indikatornya ialah kemampuan suatu negara/provinsi menguasai ilmu pengetahuan/iptek, adanya pusat-pusat research tekhnologi, Perguruan Tinggi nan bermutu, penerima hadiah Nobel, prestasi pelajar dalam lomba-lomba nasional/internasional, kini: menguasai Tekhnologi-informasi, dst. Indikator penguasaan *Kekuatan Keras* ialah kemampuan beladiri yang dimiliki anak-kamanakan, ketahanan ide/adat/keyakinan agama. Nilai kebugaran fisik, kemampuan penguasaan ilmu beladiri/silek. Diantaranya Silek Kumango, Silek Lintau, Silek Sungai Patai dll. yang dibekali untuk mereka. Indikator penguasaan *Kekuatan Lunak* ialah kemampuan negara menyediakan sandang, pangan dan kesehatan untuk rakyatnya atau memiliki uang/devisa. Ibarat sebuah komputer, mesin tersebut hanya bisa melakukan fungsinya apabila telah memiliki tiga komponen pula yaitu *Hardware, Software dan Brainware.* Hardware bisa disamakan dengan Kekuatan Keras Software disamakan dengan Kekuatan Lunak Brainware disamakan dengan Kekuatan Cerdas. Tanpa keserasian 3 komponen ini, maka komputer tidak berguna samasekali untuk manusia. *Jauh sebelum pemahaman 3 komponen yang menjalankan komputer ataupun teori eksistensi/pengembangan negara moderen, Dt. Parpatiah nan Sebatang berdua dengan Dt. Ketumangguangan telah membuat teori dan lambang-lambang sekaligus mempraktekkannya di dalam struktur masyarakat Minang Kabau. Selanjutnya pembangunan ini meluas ke rantaunya masing-masing. Inilah diantaranya pesan-pesan tersebut yang dikutip dari kaset "Pitaruah Ayah" rekaman oleh Yus Dt. Parpatiah: Wahai nak kanduang, kata ayah Janganlah bosan mendengarkannya Bercerita takkan lama Hanya karena berat menyimpannya Jika anak harus menimbang Simaklah dengan dalil mata batin Adapun tubuh manusia, terbangun dari tiga rongga Pertama rongga di atas Kedua rongga di tengah Ketiga rongga di bawah Yang dimaksud rongga di atas, ialah ruang di kepala. Berkeinginan ilmu pengetahuan Tersebut rongga di tengah, yaitu dada, rumpun hati Sangkar iman, lubuk agama, Inilah pedoman jurumudi. Yang mana pula rongga di bawah. Lambung musti diisi Perut minta dikenyangkan. Umpamanya alam Minang Kabau, yang terdiri dari tiga luhak. Bernama luhak nan Tiga. Pertama Luhak nan Tuo Lambang Kucing warnanya kuning Tinggi pengaruh berwibawa Kuning tanda kemenangan. Adapun arti yang terkandung Orang cerdas adikuasa Sumber ilmu pengetahuan Science-tehnologi kata orang sekarang Kedua luhak nan Tengah Simbol merah Harimau Campa Berani karena benar Hukum tidak makan banding bernama perintah Syarak. Penampilan baik, tampanpun ada Terserah cara memasangkan Moral-spiritual cara baru Ketiga, luhak nan bungsu Corak hitam, lambang kambing hutan Rela dan sabar berusaha Rumput tak ada tentang daun Karena padi makanya jadi Karena emas makanya kemas Berbicara harus dengan uang Berjalan tentu dengan kain Jika bekerja harus makan Ekonomi bahasa canggihnya Itulah tali sehelai pilin tiga Tungku nan tiga sejerangan Jika kita ingin sempurna Menjadi orang beharga Sejalan rohani dengan jasmani Dunia dapat, akhirat tercapai Konsep pembangunan semacam ini sebaiknya menjadi acuan oleh masyarakat maupun Pemda Sumatera Barat ketika menyusun RPJP.* Tak ada disebut kata-kata *miskin/kk-miskin/BTL, penanaman modal oleh investor asing (yang sengaja ditiupkan oleh kaum kapitalis), apalagi menjual rupa* untuk melayani orang asing/wisatawan bersenang-senang di kampuang supaya anak-kamanakan cukup sandang-pangannya. Kalaupun orang asing berdatangan ke kampuang tidak perlu diundang-dipromosikan; biarlah mereka berbondong-bondong datang ke kampuang kita untuk belajar dan baguru *cara hidup nan Benar/baradat !*. *Penuhi kepalamu dengan ilmu (... di Tanah Datar/rantaunya ..?) Penuhkan dada dengan agama (... di Agam/rantaunya ..?) Padatkan perut dengan harta (... di 50 Koto/rantaunya ..?)* Itulah nan disabuik mamak tahu di adat atau mamak nan baradat. 1 September 2008 On 11/5/08, Hendri Jhon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > JAKARTA, SABTU - Sebuah film penuh laga akan meramaikan pentas perfilman > yang kini kian menggeliat di Tanah Air, yakni film bertajuk Merantau. Film > yang akan digarap sutradara asal Inggris Gareth Huw Evans itu, akan > mengangkat tema beladiri khas Indonesia, pencak silat. > > Rencananya, Minggu (2/11) besok, akan memulai proses syutingnya dengan > melibatkan aktris kenamaan Christine Hakim, Alex Abbad, Donny Alamsyah, > altet pencak silat nasional, Iko Uwais dan dua aktor asing aktor asing > seperti Mads Kudal asal Denmark dan Laurent Buson (Prancis). > > Film Merantau mengangkat cerita salah satu tradisi di Minangkabau Sumatera > Barat, di mana seorang anak laki-laki harus melakukan perjalanan guna > memperoleh nama untuk dirinya. Tokoh sentralnya, Yuda, akan dipercayakan > kepada pesilat Iko Uwais. > > Sementara itu, Donny Alamsyah, pemeran tokoh Yayan dalam film tersebut, > mengaku sangat antusias terlibat dalam film layar ketiganya, setelah Sang > Dewi dan 9 Naga. "Saya melihat skenario film ini sangat bagus. Ini film > drama, tapi juga mengangkat seni budaya beladiri tradisional Indonesia. > Sayang, saya enggak dapat adegan berantemnya," kata Donny di Blitz Megaplex, > Grand Indonesia, Jumat. > > Di film tersebut, aktor asal Denmark Mads Kudal, akan berperan sebagai > seorang penjahat bernama Ratger. Ia mengungkapkan keterlibatannya di film > ini lantaran pernah satu menggarap proyek bareng sutradara asal Inggris, > Gareth Huw Evans. > > "Sejujurnya, saya tak begitu banyak tahu tentang film Indonesia, biasanya > hanya dari Jepang atau China. Tapi menurut saya skenario di film ini sangat > bagus," puji bintang serial Six Reasons Why itu. > > Rencananya, film yang penata gerak beladirinya dipercayakan kepada Edwel > Datok Rajo Gampo alamn ini akan dirilis pada April 2009 mendatang. > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
