Assalamualaikum ww Maaf manyolo ambo sakaciak dih
Ada orang mengatakan bahwa politik itu adalah seni dan cara mendapatkan kekuasaan, jadi setiap orang boleh kalau dia mau mendapatkan-nya Kekuasaan yang akan dikejar itu terdapat pada tiga bidang legislative, eksektif dan yudikatif Cara untuk mendapatkan kekuasaan itu dibagi 2 saja yaitu 1. Dengan cara yang tidak di-redhoi Allah 2. Dengan cara yang di-redhoi Allah Contoh dengan cara yang tidak di-redhoi Allah 1. Calegnya aja jangankan orang2 yang dekat dengan Allah malahan ada yang pareman gadang makan masak mantah, pejudi dan pezina ulung 2. Menggunakan ijazah maupun dokumen palsu lain-nya 3. KKN dalam mendapatkan Nomor Kursi Caleg Jadi (nyogok dan atau nepotisme karena dekat petinggi partai, entah itu anak, adik, sekampung sepasukuan dll 4. Biaya kampanye didapat dengan cara2 tidak halal 5. Black campaign terhadap calon / partai lain 6. Serangan fajar, Intimidasi dan mem-bodoh2i rakyat yang mempunyai hak pilih 7. Ngumbar janji palsu 8. Kampanye dengan mengumbar aurat perempuan kepada public Contoh dengan cara yang di-redhoi Allah 1. Sang caleg orang yang selalu dekat dengan Allah misalnya sholat fardhu plus sunat hampir 50 rakaat sehari, baca quran minimum 1 juz sehari, hapal Quran 30 juz atau sekurang2nya juz yang ke 30, taat membayar zakat, infaq sadaqoh, rajin puasa sunat dll yang membuat dia menjadi sangat dekat dengan Allah 2. Ijazah asli 3. Tidak minta2 atau ngemis2 ingin jadi caleg, tapi diminta oleh partai agar sudi apalah kira di-caleg-kan (dizaman Rasulullah dan Khalifah siapa2 yang minta jabatan /pangkek misal minta jadi gubernur Yaman, langsung aja namanya di-coret dari bursa calon 4. Berkampanye dengan cara2 yang diredhoi Allah 5. Jangankan memanfaatkan aurat perempuan atawa artis, keluarga, anak istrinya aja adalah orang2 yang terpelihara dari murka Allah dan sangat menjaga aurat berpakaian longgar2 aja, gak perlu bermake up genit2an balepong stip alias lipstick, babadak tipis bahkan acok inda jadi alami saja, pakaian tidak membayangkan bentuk tubuh apalagi pakaian yang mencetak pusako mandeh dan lekuk2 tubuhnya, lihia kuduak putiah atau putiah2 saketek indak bapamer2 bagai doh wasalam abp-57 Pada tanggal 07/11/08, Kurnia Chalik <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Wa'alaikum Salam Pak Def sarato Dunsanak Palanta kasadonyo, > > Betul sekali apa yang Pak Def uraikan di bawah ini.Memang kasihan sekali > kita rasanya melihat system demokrasi yang berlaku di Indonesia saat ini. > (Kalau istilah saya pribadi saya melihat demokrasi kita saat ini sebagai : > *"DEMOKRASI ENTAH*") > > 1.*ENTAH* siapa memilih siapa? > 2.*ENTAH* siapa mewakili siapa? > 3.*ENTAH* siapa memperjuangkan apa? > 4*.ENTAH* siapa yang memimpin siapa? > 5.*ENTAH* Negara ini mau kemana? > 6.*ENTAH* system Demokrasi dan UU Pemilu yang *belum sudah* ? > 7.*ENTAH* lah...*ENTAH* Lah....yang penting Saya bisa *DAPAT BAGIAN KUE*dan > *BERKUASA*....!!! > > Wassalam, > Kurnia Chalik > > > -----Original Message----- > *From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Behalf Of *Muhammad Dafiq Saib > *Sent:* Friday, November 07, 2008 7:51 AM > *To:* [email protected] > *Subject:* [EMAIL PROTECTED] PILKA > > Assalaamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu > > > > PILKA > > > > > > Kalau calon ada berempat berlima, yang sanggup memprotes hanya pemenang > nomor dua, bagaimana halnya dengan calon nomor tiga dan seterusnya? Sekali > lagi, *herang*kanlah sendiri. *Rasai*kanlah sendiri. Cerita yang sangat > 'memilukan' datang dari seorang calon bupati di Jawa Timur. Karena terpuruk > di lembah hutang, (padahal tadinya dia seorang pengusaha beraset MM an) > tidak kuat mentalnya, lalu dia mencoba bunuh diri. Konon kabarnya, walau > bisa diselamatkan dari percobaan bunuh diri itu, sang calon bupati ini sudah > bocor besar, tidak sekedar bocor halus lagi. > > > > Menjadi tanda tanya kenapa sebegitu bernafsunya (sementara) orang untuk > menjadi Ka (entah itu Kades atau Kada). Tanda tanya yang antara tahu dan > tidak kita jawabnya. Padahal sepeninggal bangku jabatan itu, sesudah > bertahta lima tahun atau lebih, sudah semakin berani KPK mengusut-usut, > kalau-kalau ketika menjabat ada uang yang disilumankan. Bahkan sudah ada > pula contoh dimana mantan Ka ini dimasukkan ke kandang situmbin. Tapi > ternyata kursi empuk seorang Ka itu tetap saja sangat menggiurkan. > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
