Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuhu

Lah no 52 nan di bawahko.

Wassalamu'alaikum

Lembang Alam

(52)


Dua hari berlalu tanpa kedatangan anggota sindikat pengedar narkoba ke
warung ibu Nur. Sistim penjagaan warung masih tetap seperti hari pertama
yang disarankan Arif. Selepas waktu asar Budi yang menjaga warung. Meskipun
sebenarnya Budi tidak terlalu suka untuk duduk termangu-mangu di warung itu,
tapi dia juga tidak berani pergi main jauh-jauh dari rumah. Dia khawatir
kalau bertemu dengan mereka, kelompok pemilik narkoba itu akan menyakitinya.




Ternyata sore ini mereka datang. Si gondrong beranting dan si gendut
jerawatan bertiga dengan si mata merah. Si gondrong berlagak mau membeli
rokok. Budi gemetaran melihat kehadiran mereka bertiga itu. Dengan segenap
keberanian yang ada dia berbicara kepada si rambut gondrong.



'Bang, nih barangnya aye kembaliin. Aye nggak bisa ngejualinnya. Nggak ada
yang mau beli,' kata Budi gemetar. Amplop cokelat itu diberikannya kepada si
gondrong. Si gondrong tidak mau menerimanya tapi Budi memaksa memberikan ke
tangannya sehingga amplop itu jatuh. Budi mundur ke belakang.



'Apa lu bilang? Lu coba kagak ngejualnya? Kemana aja lu bawa?' si mata merah
bertato langsung nyambar.



Saat itu Arif keluar. Arif menatap mata si mata merah itu dengan berani. Dia
berzikir dalam hati. Jantungnya berdebar-debar dan badannya gemetar.



'Bang, tolong diambil barangnya. Tolong jangan melibatkan kami urusan
beginian,' kata Arif dengan suara bergetar.



Si mata merah maju menyambar leher baju Arif dan mengangkatnya sambil
menggertak menyeramkan.



'Banyak bacot gue bunuh lu!…..'



Saat itu mak keluar dan langsung berteriak-teriak minta tolong. Si mata
merah melepaskan cengkeramannya. Dia masih sempat mengancam-ancam akan
membunuh semua penghuni warung dan akan membakar warung itu. Mak berteriak
minta tolong semakin histeris. Para bajingan itu gelagapan. Si gondrong
buru-buru mengambil amplop coklat dari lantai dan ketiganya lari ke mulut
gang. Beberapa orang tetangga yang mendengar teriakan mak tadi  datang
berkumpul.  Dan beberapa orang yang kebetulan berada di gang itu juga ikut
datang. Mak menceritakan apa yang terjadi.  Mereka sangat gemas mendengarkan
cerita itu. Tapi untunglah tidak terjadi apa-apa. Dan seperti saran pak RW
beberapa hari yang lalu kewaspadaan terhadap sidikat pengedar narkoba ini
memang perlu ditingkatkan. Mak lebih bersyukur karena amplop cokelat itu
sudah mereka bawa kembali.


*di* http://lembangalam.multiply.com *dan*
www.palantalembangalam.blogspot.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke