Innalillahi wainna lillahi raji'un.....mungkin rekan2 yang lainnya hanya bisa 
mengucapkan kasihan....saya mengajak marilah kita bersama turut berduka karena 
telah di eksekusinya salah seorang saudara kita sesama muslim.......yang 
keahliannya patut kita acungi jempol karena telah berhasil membuat bom rakitan 
walaupun itu disalah gunakan...marilah kita mengambil hikmah dan pelajaran dari 
semua ini....


wassalam

hafis
27m/pdg

--- On Sun, 11/9/08, auliah azza <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: auliah azza <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Kejaksaan Akhirnya Eksekusi Mati Amrozi cs Pukul 
0.03 WIB
To: [email protected]
Date: Sunday, November 9, 2008, 7:48 AM

bagaimana kalau salah orang ya ?

kasihan sekali .... :(

aa.35.f.dj

On 11/9/08, Darwin Bahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 Demikian line berita TV-One yang tengah melakukan siaran langsung Liga
 Premier.

 Saya biasanya terbangun sekitar jam  2 malam, bertahajjud minimal 2
 rakaat, lalu membuka Laptop untuk mengerjakan PR kantor sampai subuh.


 Malam ini begitu terbangun secara intuitif menyalakan TV dan
 menyaksikan di layar kaca Reporter Senior  TV-One  Ecep S Yasa dalam
 acara breaking news Setasiun TV tersebut dengan suara yang agar
 bergetar melaporkan bahwa berdasarkan "sumber-sumber yang sangat layak

 dipercaya"  Eksekusi Mati Amrozi cs baru saja dilaksanakan di tengah
 hujan lebat di lembah Nirmaya, Nusa Kambangan. Saya lalu membuka
 komputer dan mengakses beberapa situs berita on-line dan menemukan
 berita detik.com yang saya kopikan di bawah ini.


 Kejakgung melalui Jubirnya Jasman Panjaitan yang tampil di media
 elektronik sekitar jam 1.30 belum mengkonfirmasi berita tersebut, dan
 hanya menyatakan akan melakukan konferensi Pers jam 8 pagi besok.


 Vonis dan rencana pelaksanaan eksekusi mati para terpidana mati Bom
 Bali tersebut sangat menyedot emosi publik dan ditunggu berbagai pihak
 baik di Indonesia maupun negara-negara yang warga negaranya banyak
 menjadi korban, terutama Australia bukan saja karena besarnya

 kerusakan jiwa dan kemanusiaan  yang ditimbulkannya, tetapi juga
 karena argumentasi agama yang digunakan  para teroris yang menimbulkan
 diskusi dan polemik berkepanjangan, termasuk di Apakabar.

 Sebagai seorang yang sudah menghirup napas sudah cukup lama dan

 menyadari betapa tidak sempurnanya diri saya yang menyebabkan saya
 tidak bisa menuntut siapapun untuk sempurna saya menundukkan muka, ya
 kepada 202 korban tewas dan 305 luka-luka---tidak sedikit yang
 menjalani hidupnya dengan cacad raga dan psikis, keluarga dan sahabat

 mereka, dan juga para terpidana, anak-anak, isteri, bunda dan keluarga
 para terpidana dan kepada para terpidana yang harus mengakhiri
 hidupnya sendiri pada saat dan dengan cara yang tidak dikehendaki
 mereka sendiri .


 Sejahat-jahat seseorang pasti ada kebaikan pada dirinya.

 Betapapun pahitnya, penegakkan hukum secara konsisten dan konsekuen
 adalah salah satu cara untuk membina kehidupan yang adalah dan
 beradab. Tidak ada pilihan yang sempurna yang dapat memuaskan semua

 pihak, namun keragu-raguan adalah sikap yang jauh dari bijaksana.

 Innalillahi Wainailaihi Radj'iun

 Tidak untuk teror dan kejahatan kemansiaan di mana pun dengan alasan
 apapun!

 Wassalam, Darwin

 Semarang, 09-11-08 2:07 AM

 Detik-detik Eksekusi Mati
 Ali Fauzi Belum Menyeberang, Amrozi Cs Tak Didampingi Keluarga
 Arifin Asydhad - detikNews

 Minggu, 09/11/2008 00:37 WIB

 Cilacap -


 
http://www.detiknews.com/read/2008/11/09/003739/1033679/10/ali-fauzi-belum-menyeberang-amrozi-cs-tak-didampingi-keluarga


 Tiga terpidana mati: Amrozi, Muklas, dan Imam Samudra sudah dibawa ke
 lokasi eksekusi. Mereka dipastikan tidak didampingi keluarga.

 Ali Fauzi yang sudah berada di Cilacap, hinga pukul 00.01 WIB,
 ternyata belum menyeberang menuju LP Nusakambangan. Dia masih berada

 di dekat Dermaga Wijayapura.

 "Ali Fauzi masih belum menyebarang. Jadi dipastikan tak ada keluarga
 yang mendampingi," kata sumber itu.

 Amrozi cs dibawa dari LP Batu menuju Bukit Nirbaya sekitar pukul 23.55

 WIB, Sabtu (8/11/2008). Dia dikawal oleh personel Brimob yang sangat
 banyak.

 Saat duigiring ke dalam mobil, terdengar teriakan takbir, tapi
 terputus. Ada dugaan Amrozi cs dibekap.

 (asy/djo)



 







      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke