Sanak sapalanta awang - awang,
Semoga senantiasa di rahmati Allah,
 
Sesungguhnya memang banyak yang kita diskusikan di palanta 
ini, antara lain :
- bagaimana kita berminang - minang dengan membangkitkan eforia masa lalu 
tentang kedigjayaan alam Minangkabau dengan segala adat dan budayanya. 
- Kita bangkit ketika jasa kepahlawanan kita digugat seperti Tuanku Imam Bonjol 
dengan perang paderinya,
- dan kita pun bangkit ketika tokoh-tokoh kita yang berjasa bagi agama dan 
negara tidak mendapat tempat sebagai pahlawan bangsa, seperti M. Natsir yang 
baru memperoleh gelar pahlawan.
 
Untuk prospek masa depan yang perlu kita cermati bersama adalah ; bagaimana 
meningkatkan potensi sumber daya yang dimiliki Sumatera Barat saat ini, antara 
lain :
- Peningkatan sumber daya manusia ; yang potensinya semakin terpuruk oleh 
keterbatasan dan lemahnya sumber penghasilan penduduk.
- Pengelolaan Sumber daya alam, yang berasal dari pertanian, mengingat Sumbar 
memiliki keterbatasan mineral/hasil tambang.
- Pariwasata dianggap paling layak dijadikan sumber pendapatan daerah dengan 
segala dampak positifnya mengingat begitu banyak dukungan yang harus diberikan  
bagi dunia pariwisata. Ia adalah multiplyer effect atas satu kegiatan 
pariwisata itu, antara lain transportasi, hotel, kuliner, kesenian dan 
kerajinan rakyat.
 
Setelah itu .....???
Saya termenung dan bertanya Bisakah Industri Berbasis Agro diterapkan di Sumbar 
?, seperti yang saya cermati dari pandangan seorang pemimpin daerah dalam upaya 
membangun daerahnya dalam artikel dibawah ini... 
Saya pernah menitipkan pesan atas kekawatiran saya atas pembakaran hutan di 
Sumatera tengah dalam kisah nyata yang saya alami - " Pesawat Nyasar Diudara" - 
10 tahun yang lalu, yaitu mesyarakat berlomba -lomba mengembangkan perkebunan 
kelapa sawit yang dampaknya dapat kita rasakan akhir - akhir ini ditengah 
krisis keungan global.....kelapa sawit hanya dihargai 300 perak..
 
Barangkali bagi kepemimpinan Sumbar dimasa yang akan datang, kita memerlukan 
sosok seperti yang dimiliki oleh masyarakat Gorontalo, yaitu : memiliki visi 
dan misi dalam menjalan kebijakan pemerintahan dan kewirausahaan.
 
Pandangan saya ini, sekaligus tanggapan saya atas posting Mamak kami Saafroedin 
Bahar yang berjudul : SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 32: MASALAH KELANGKAAN 
PEMIMPIN.
 
Demikian dan terima kasih,
 
Wassalam,
 
  3vy Nizhamul 

http://hyvny.wordpress.com
http://bundokanduang.wordpress.com


 
Fadel: Roadmap Industri Berbasis Agro Diperlukan 



Tuesday, 11 November 2008 

BOGOR(SINDO) – Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad mengatakan, saat ini 
dibutuhkan roadmap (peta jalan) untuk mengatasi bahaya yang mengancam sektor 
pertanian dengan kondisi ketahanan pangan yang rapuh. 


Dalam penilaian Fadel,terdapat tiga bahaya besar yang mengancam. 
Pertama,kemampuan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan relatif, telah, dan 
sedang menurun.”Kedua, Indonesia saat ini berada dalam ancaman rawan 
pangan.Bukan karena tidak adanya pangan,melainkan pangan untuk rakyat Indonesia 
sudah tergantung suplai luar (negeri),” ungkap Fadel di IPB International 
Convention Center,Bogor, kemarin. 

Orasi ilmiah itu disampaikan Fadel dalam acara bedah buku karyanya berjudul 
Reinventing Local Government: Pengalaman dari Daerah.Bahaya ketiga,menurut 
Fadel,pasar pangan di Indonesia amat besar yang diincar produsen pangan luar 
negeri. 

”Mereka tidak ingin Indonesia memiliki kemandirian di bidang pangan,”tandasnya. 
Untuk mengatasinya, kata Fadel, perlu dibuat roadmap berupa industri berbasis 
agro dan perkebunan,serta regionalisasi pengembangan komoditi untuk menuju 
skala ekonomi dan aglomerasi.Kemudian,pengembangan pertanian tanaman 
pangan,peternakan,dan industri kecil menengah pedesaan. 

”Makanya,istilah yang saya pakai dalam orasi ilmiah ini, jika daerah 
kuat,bangsa dan negara juga kuat,”tandasnya. Maka,kebijakan agropolitan seperti 
yang telah dilakukan di Gorontalo diharapkan bisa meningkatkan produksi pangan 
secara lestari. ”Terutama pada tingkat harga yang pantas untuk petani dan 
membangun daya saing dalam mengekspor ke luar negeri,” ujarnya.

Fadel mencontohkan upayanya membangun Provinsi Gorontalo yang dia pimpin sejak 
tahun 2000 melalui komoditas jagung. Menurutnya, semula jagung tidak dilirik 
petani setempat karena harganya sangat murah.Namun, saat ini Gorontalo menjadi 
salah satu sentra produksi jagung nasional dan bahkan telah melakukan ekspor. 

Dia mengungkapkan, jagung dipilih karena sebagai makanan rakyat Gorontalo. 
”Usia panennya juga sangat pendek sehingga sangat cocok dikembangkan di 
Gorontalo,”ujar gubernur yang sebelumnya menggeluti bisnis. Sementara itu,guru 
besar IPB Prof Dr Ir Hermanto Siregar selaku pembedah buku Reinventing Local 
Government menilai isi buku karya Fadel tersebut cukup berimbang antara teori 
dengan praktik di lapangan.

”Sebab,dalam buku tersebut juga diulas secara analitis dan deskriptif kebijakan 
pemerintahan dan kewirausahaannya,”ungkapnya.Dia juga memuji Fadel, sebab meski 
menjadi gubernur,Fadel masih sempat menulis buku. Namun,Hermanto menyarankan, 
masih ada beberapa kesalahan kecil dalam buku tersebut yang bisa diperbaiki 
pada penerbitan edisi berikutnya.

”Misalnya,pada beberapa tabel yang belum dituliskan sumbernya,”tandasnya.Dalam 
buku setebal 427 halaman tersebut,Fadel menguraikan konsep kepemimpinannya 
membangun Gorontalo, termasuk kesuksesannya menjadikan jagung sebagai komoditas 
utama di daerahnya.Fadel mengatakan,saat ini jagung menjadi komoditas utama 
hasil pertanian di Gorontalo yang mampu meningkatkan pendapatan daerah dan 
masyarakat. (haryudi) 
 
Sumber : Koran Sindo 11 November 2008








      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke