Sanak di Palanta nan
suko wisata kuliner dan seni kuliner, iko ambo posting tulisan kuliner ambo
tantang sebuah pusaka kuliner turun temurun tetangga suku minang yaitu suku
(batak) mandailiang, kok sanak marantau
di kota besar sarupo Jakarta, jiko ado Rumah Makan suku mandailiang manyadiokan
Holat, tanyo sajo lai pakai Pak’at dan Balak’at, kok indak ado itu berarti
Holat ecek-ecek tu mah.Selamat membaca..
----------------------------
HOLAT, PAK’AT DAN BALAK’AT (Kuliner)
By : Jepe
Berkunjung ke daerah Tapanuli
Selatan-SUMUT rasanya ada yang kurang
jika anda tidak menikmati sebuah pusaka
kuliner turun temurun suku (masyarakat) Mandailing yaitu Holat.Ketika saya
sedang bertugas didaerah Padang Lawas tepatnya di Binanga dan sekitarnya salah
seorang staf lapangan yang merupakan putra daerah setempat, Ahmadi Pulungan
atau kami familiar memanggilnya Pance, menawarkan saya untuk menikmati hidangan
khas ini.
“Pak Jepe, sudah pernah makan
Holat” Pance dengan logat Bataknya menawari saya saat istirahat siang setelah
dari pagi kami melakukan tugas lapangan
(Social Mapping)
“Belum pernah, wah boleh dicoba tu Pance” Saya
penasaran seperti apa rasa masakan Holat ini
Kami melarikan mobil kesebuah
rumah makan yang direkomendasikan Pance, terletak di sebelah kiri jembatan Desa
BinangA jalan lintas utama dari Pekanbaru menuju Padang Sidempuan. Rumah makan
tersebut hanya berupa bangunan sederhana dari papan berbentuk panggung diatas
sungai Barumun.Suasana hiruk pikuk
pengunjung yang ingin bersantap siang sudah terasa “hawa” nya saat mobil
kami parkir didepan rumah makan tersebut. Kami menuju meja makan yang terletak
dipojok dengan pemandangan kebawah sungai Barumun yang mengalir deras saat itu.
Rumah makan ini khusus
menyediakan Holat, tanpa harus membuka-buka daftar menu atau bertanya pada
pelayan, Pance dengan bahasa Batak Mandailing yang artinya kira-kira begini
“Makan Tiga” berkata pada pelayan. Kami harus sabar menunggu Holat yang kami
pesan karena pengunjung di meja lain yang datang lebih duhulu dari kami tentu
tidak
sabar juga menunggu holat pesanannya (First come, first serve). Sambil menunggu
pesanan kami menikmati angin sepoi-sepoi yang bertiup disiang hari yang terik
menerobos warung panggung yang separoh
dindingnya terbuka sampai plafon (loteng).
Akhirnya Holat pesanan kami
datang bersama secambung nasi putih yang panas, Semangkok Holat dihidangkan
bersama sambal cabe hijau yang digiling halus dengan sepotong jeruk nipis,
kecap manis dan asin (tergantung selera)
serta ulaman berupa petai mentah. Mmmm ini dia Mr Peter, awalnya pelayan
menawarkan ulaman apakah mau Jengkol atau Petai, tentunya saya memilih “buah
ajaib” kegemaran saya ini dalam bahasa yang paling rahasia saya menyebutnya Mr
Peter.
HOLAT, PAK’AT DAN BALAK’AT
Dalam sebuah mangkok bakso yang
dikatakan Holat ini adalah, Ikan Mas Bakar lalu direndam dengan kuah/kaldu
dengan bumbu-bumbu rahasia lalu ditaburi bawang goreng. Dimangkok ini mengapung
Balak’at dan “Pak’at”, khusus Balak’at
inilah bumbu kuncinya, sejenis pohon dihutan lalu kulitnya diserut halus
(seperti serutan hasil ketaman papan tapi berbentuk serpih). Balak’at ini
bersatu dan larut bersama kaldu dalam mangkok dalam bentuk serpihan yang
lembut. Sedangkan Pak’at adalah pucuk rotan muda yang tumbuh di hutan atau
lahan-lahan perladangan masyarakat Tapanuli. Sebelum layak dimakan Rotan muda
berwarna hijau (lihat foto) dibakar dulu, setelah gosong permukaan rotan ini
lalu dikupas dan diambil intinya yang berwarna putih inilah yang siap dimakan
bersama holat.
Tentang Pak’at ini bagi suku Mandailing
tak ubahnya ulaman seperti daun kemangi bagi suku Sunda, apapun menu mereka
sehari-hari dipedesaan Pak’at ini selalu menjadi pendamping setia setiap santap
siang dan malam. Jika di Minang ada anekdot seperti ini “Kerjaninan sepatu dan
sandal kulit di Bukit
Tinggi harus mendatangkan bahan baku
dari Jawa, hal ini disebabkan kulit sapi dan kerbau sulit didapat di Sumabr
karena suku Minang telah mengolahnya menjadi “Karupuak Jangek” (Kerupuk kulit”.
Nah sementara di Tapanulis Selatan kerajinan rotan harus juga mendatangkan
bahan baku dari
Jawa, ya itu tadi karena suku Mandailing suka menyantap Rotan.
BAGAIMANA RASA DAN CARA MENIKMATI HOLAT
Sambal cabe hijau didalam piring
kecil dikasih perasan jeruk nipis lalu ada dua pilihan atau sekaligus
dicampur/diaduk
dengan kecap asin dan kecap manis. Nasi panas dalam piring makan disuap, lalu
suir daging ikan mas bakar yang direndam kaldu cocolkan ke sambel, sambil alat
kunyah anda bermain di mulut sendok kaldu holat bersama Balak’at. Nah yang ini
gigit petai mentah berkulit lalu Pak’at yang mengapung dalam mangkok olesi
dengan sambal cabe hijau di piring kecil
lalu ikutkan bersama nasi, ikan baker, petai mentah dan kuah holat
bersama Balak’at yang anda lumatkan dalam mulut. Rasakanlah sensasi nikmatnya
yang “complicated”
Ikan Mas bakar yang gurih dengan
pedas menggigit sambal dengan sentuhan
asam jeruk nipis dan asin kecap, kaldu yang sedikit sepet gurih rasa
Balak’at, Pak’at yang juga sepat pahit-pahit manis dengan sentuhan sambal
bersatu dengan rasa “eksotis” Mr Peter yang masih mentah. Mainkan segala indera
perasa lidah anda ketika melumat ini semua..waw…memang tampil beda rasa
sensasi pusaka kuliner suku
Mandailing ini.
Ujung-ujungnya membuat saya
terkapar di kursi meja makan kekenyangan dengan keringat mengalir dari ubun-ubun
membasahi dahi. Saya mencoba menarik napas secara teratur berulang-ulang
sambil
minum air suam-suam kuku sementara
lidah saya masih meninggalkan rasa khas holat, lalu saya yang sedang terkapar
akibat “mabuk
holat” larut menikmati sepoi-sepoi angin
semilir sambil menatap sungai Barumun yang sedang mengalir deras.
Semenjak itu saya “Falling love
at the first sight with Holat”, tiada hari jika berkunjung ke Binanga dan
sekitarnya tanpa menikmati Holat, yang paling seru menikmatinya tentunya saat
santap siang. Sebagai “Forester” serasa saya kembali menemukan habitat saya
dalam menikmati makanan yang tumbuh di Hutan yaitu Pak’at dan Balak’at.
****
Pku, 11 November 2008
Keterangan foto (lihat diblog
saya www.jupardi.multiply.com)
- Yang warna putih
potongan-potongan kecil diatas ikan bakar mas adalah Pak’at (Rotan) sedangkan
serpihan bercampur kuah adalah serbuk serutan kulit kayu Balak’at
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---