KITA BUTUH PERUBAHAN DAN HARUS BERADA DI SISTEM
By : Jepe
Terima kasih atas aspresiasi Rina
atas tulisan saya yang berjudul “ASPIRASI POLITIK SAYA”, kegelisahan dan
kegalauan Rina atas dunia pendidikan kita saat ini, bahkan membuat “galigaman”
ingin berjumpa dengan Menteri Pendidikan kita, juga bagian dari kegelisaan dan
kegalauan saya, kita semua dan segenap masyarakat Indonesia tanpa pandang bulu.
Saya sekarang sedang mencoba
mengembangkan cara-cara berpikir realistis, logis, reasonable dan positif dalam
melihat sagala sesuatu. Sebagai contoh cara berpikir tersebut diatas sehubungan
dengan Pendidikan begini
Setahun kebelakang mungkin saya
(kita) larut dengan nostalgia masa lalu ketika kita mendapatkan Pendidikan yang
murah dan bermutu, jika Rina membayar SPP sekitar Rp 42.000 berkuliah di
FKG UI sejak tahun 1983 sampai akhir tahun 1988, mungkin hampir sama saja bagi
kawan-kawan yang lain berkuliah di Universitas (PT) yang dikelola Negara
(Pemerintah). Saya berkuliah di IPB juga membayar SPP Rp 45.000 per tahun, Jika
kita konversi biaya tersebut saat ini dengan berpatokan Kurs Dollar saat itu Rp
1.000/US Dollar, maka setara dengan 45 US Dolar jika dirupiahkan sekitar Rp
530.000,nilai riil sekarang, jika sejumlah tersebut SPP kuliah di PTN saat ini
tentu cukup murah dan terjangkau.
Biaya hidup dulunya saya
berkuliah dan rata-rata mahasiswa kebanyakan sekitar Rp 50.000 s/d Rp 75.000
per bulan, bahkan beberapa teman
saya di asrama yang orang tuanya secara ekonomi cukup memprihatinkan hanya
mengirimkan anaknya biaya hidup Rp25.000-Rp 30.000 per bulan tapi si anak ini
masih bisa menyelesaikan kuliah menjadi sarjana tepat waktu.Saya tahu siapa dia
dan dimana dia teman saya tersebut saat
ini, sekarang dia begitu hebat dan sukses dalam berkarir di dunia kerja.
Saya membayangkan betapa
bahagianya orang tua atas kesuksesan anaknya saat ini, bisa jadi orang tuanya
dulu susah payah mencarikan biaya atau mengirimkan uang buat anaknya Rp
25.000/bulan. Ibarat dia dulu menanam sebuah pohon mangga dari biji yang unggul
(otak sang anak) dirawatnya dan dipeliharanya, mangga yang dari biji ini tumbuh
subur dikampus sampai sarjana, Setelah memasuki dunia kerja dia mulai berbuah
terus menerus. Buahnya makin hari makin banyak dan manisnya luar biasa, Buat
sang anak saja sangat berlebih dan orang tua serta sanak saudaranya menikmati
buah mangga yang manis ini, bikin rumah dikampung sana, bel mobil, naik haji,
mengembangkan usaha pertanian di kampungnya…sangat luar biasa teman saya ini.
Bukan cerita aneh lagi jika kita mendengar teman sebaya kita waktu berkuliah
sangat prihatin sekarang menjadi orang yang sukses secara materi.
Sekarang bagaimana dunia
Pendidikan kita, untuk itu saya tidak perlu ceritakan lagi, seperti kaset lama
yang mulai “meleot” dan berulang-ulang diputar, begitu juga cerita
saya tentang kondisi dunia
Pendidkan kita (salah satunya berjudul PENDIDIKAN ANAK TIRI YANG KESEPIAN)
Nah berpikir realistis dan
positif saya tentang Pendidikan ini adalah seperti kata pepatah “Tidak ada
makan siang yang gratis”. Dijaman
globalisasi yang serba bergerak cepat ini tentu segala sesuatu perlu biaya yang
boleh dikatakan tidak murah, begitu juga di dunia Pendidikan kita tentu tidak
ada yang gratis lagi atau murah seperti dulu. Kondisi sekarang kita berharap
tentunya ke depan biaya Pendidikan murah dalam arti terjangkau oleh semua
lapisan masyarakat terutama di Tingkat Pendidikan Dasar (SD, SMP dan SMA).
Realistis saya adalah saya tidak mengharapkan makan siang itu gratis dan sangat
murah lagi, tapi saya (kita) berharap makan siang (baca : Pendidikan) murah
dan terjangkau.
Berharap Gratis dari Negara yang
sedang “ngos-ngosan” dengan dana APBN yang sangat ketat ditambah pembayaran
hutang luar negeri ibarat sebuah mimpi buruk disiang bolong penuh ketakutan dan
menganggu tidur. Tapi jika nanti bisa diusahkan gratis tentunya ibarat sebuah
mimpi indah ketika tidur nyenyak dimalam yang sunyi dengan sebuah senyuman
dibawah alam sadar kita ketika tidur, besoknya kita bangun dengan kesegaran
yang prima menyonsong mentari yang bersinar cerah menyambut hari-hari yang
indah penuh harapan yang menjadi kenyataan,
begitulah kira-kira..
We want (need) change, nah itu
kita harus masuk dalam sistem jika ingin ada perubahan di dunia pendidikan
kita. Bagi saya apapun dan kemanapun aspirasi anda disalurkan melalui partai
politik itu adalah hak politik kita masing-masing yang dijamin Negara. Anda
diberi kebebasan memilih. Berbicara tentang pendidikan tentu akan memberikan
yang terbaik bagi semua lapisan masyarakat. Ini adalah amanah konstitusi
(silahkan
baca Undang-Undang Dasar kita, pelajari dan hayati). Negara dalam hal ini
Pemerintah (Eksekuitif dan Legislatif) harus memberikan Pendidikan yang baik
bagi semua masyarakat yang muaranya kepada peningkatan kesejehteraan masyarakat
dengan menghasilkan SDM yang bermutu siap pakai dan bersaing bekerja di jaman
Globalisasi yang menuntut profesionalisme.
Jika masuk dalam sistem (Partai)
kita akan bisa sedikit berteriak walau kita hanya sebuah skrup kecil dalam
sistem
tersebut, begini logikanya. Jikapun kita bukan seorang anggota parleman atau
eksekutif dari jabatan politis tapi kita bagian dari partai politik yang
mendukung serta memilih teman kita duduk menjadi anggota Dewan baik Nasional
dan Daerah dengan jalan menconteng namanya, kita mempunyai hak untuk
menyampaikan aspirasi kita kepada dia. Seperti saya secara blak-blakan akan
menconteng salah satu teman alumni saya di Pekanbaru akan memilih partai tempat
aspirasi politik saya disalurkan dan juga menconteng namanya lansung. Teman
saya ini Caleg No 1 untuk daerah Kota Pekanbaru dari Partai yang sekarang saya
jadi anggota (masuk sistem bukan simpatisan lagi.
Teman saya sepakat dengan saya
dan juga kawan-kawan yang lain ketika kami diskusi pesannya di dunia Pendidikan
intinya “Jika anda duduk menjadi anggota Dewan kelak, tolong perjuangkan biaya
Pendidikan semurah mungkin dan terjangkau oleh lapisan masyarakat di Pekanbaru
(karena skalanya Lokal).Itulah kontrak politik kami dengan dia dan itu juga
menjadi niat yang kuat dari teman kami ini agar memperjuangan hal tersebut.
Seandainya teman kami ini larut di dunia gemerlap gonjang ganjing politik
nantinya (semoga tidak karena kami tahu betul kapasitasnya minimal jika melihat
permukaannya saja dulu dengan indikator telah menunaikan ibadah Haji)
seandainya dia nanti mau bermain di wilayah abu-abu
atau bahkan hitam terserah dia, saya rasa dia akan tahu dan menanggung segala
resiko baik di dunia dan di akhirat bagi kami yang penting dia menyalurkan
aspirasi
kami di dunia Pendidikan..
APBN Tahun 2009 pemerintah meanggarkan
biaya pendidikan sebesar Rp 224 Triliun lebih atau 20 % dari total anggaran
APBN, angka 20 % ini masih dalam batas “psikologis”, jika saya berada dalam
sistem tentu saya akan bisa “berteriak” begini.
Seandainya teman yang saya pilih
ini duduk menjadi anggota dewan Kota Pekanbaru, maka saya akan teriakan kepada
dia agar menaikan anggran Pendidikan RAPBD Kota Pekanbaru lebih banyak lagi
dari angka Psikologis (20 %), caranya sebelum RAPBD tersebut disyahkan tentunya
dibahas dan minta persetujuan dari anggota Dewan. Draft ini akan kami bahas
nantinya kelak lalu kami coba memangkas biaya-biaya yang sekiranya tidak perlu
bukan prioritas.
Sebagai contoh adalah biaya studi
banding ke luar negeri ini harus dipangkas, nah bermain logikanya adalah dijaman
Globalisasi ini buat apa lagi studi banding segala, sepersekian detik kita bisa
tahu apapun kejadian dibelahan dunia sana. Cukup baca, dengar dan lihat baik
media cetak, elektronik dan dunia maya. Saya saja yang di hutan (camp) bisa
tahu segala berita ataupun kejadian yang menjadi isu penting di dunia hanya
dengan menonton televisi di camp dan berselancar di dunia maya melalui jaringan
internet tanpa kabel (Modem melalui Pulsa seluler dengan Lap Top)
Biaya pemborosonan ini dialihkan
kepada anggran pendidikan, begitu juga biaya-biaya lainnya yang sekiranya
pemborosan dan itu harus dipangkas bukan sembarang pangkas harus argumentative
alasannya, inilah cara berpikir yang masuk akal (reasonable). Setelah matang
Draft APBD ini kami bahas dan dibawa oleh teman saya ini dalam rapat paripurna
pengesahan RAPBD.
Begitulah berteriak saya dalam sistem,
saya menghimbau sama kawan-kawan semua (jika ada) yang selama ini tidak peduli
atau apatis dengan partai Politik mungkin akibat sudah muak dengan segala
kondisi buruk yang terjadi, masuklah kedalam sistem seperti saya dan yakinlah
ini sangat nyaman sekali. Kita masih bekerja di dunia professional (dapur kita
masih berasap ), tidak menyita banyak waktu kita hanya mungkin sekali seminggu
kita aktif di partai dengan berdiskusi sama eman-teman yang seide. Bagi
kawan-kawan yang memang dunianya di politik saya tidak perlu menghimbau lagi
karena mereka telah didalam sisem dan tahu apa yang akan dilakukannya.
Perjayalah hanya dengan masuk
disitem akan ada perubahan, jangan berpikir “Ah saya ini apalah,,cetek
banget,,nggak ngaruh juga lagi” ini sebuah sikap yang berpikir negatif
(reaktif) kita adalah warga Negara hak-hak politik kita dilindungi
undang-undang, hanya perubahan yang abadi dan perubahan itu akan terjadi jika
kita berada disistem.Seandainya kita berteriak diluar sisitem, seperti contoh
diatas tentu teman saya akan berkata kasarnya begini
“Ente siapa..elu..siapa…dari mana, partai apa yang elu pilih..elu pilih
gue nggak..jadi sebaiknya diam dan duduk manis ya” nah seandainya kita
dalam sistem yang sederhana seperti yang saya uraikan, kita bisa berteriak dan
menekan dia, begini bahasa kasarnya lagi
“Eiittt,,ingat ,gue pilih.elu….gue conteng nama elu, lu wakil gue di
parlemen, hak politik gue, gue salurkan ke elu, kita satu partai, kita pernah
berjanji dulu sebelum elu terpilih harus memperjuangkan Pendidikan..jangan
macam-macam ya” begitu kira-kira..
Berteriak diluar sistem
kadang-kadang membuat kita kehabisan energi, lelah dan terkapar contohnya tidak
usah jauh-jauh, saya menulis di milis alumni kita, tapi tak lebih tidak kurang
itu akan terkubur di dunia maya dan folder saya saja, masih Alhamdulillah jika
ada orang yang meneriakan didalam sistim. Ketika aspirasi Politik saya ini saya
salurkan sebuah partai dimana perahu
partai ini tempat teman saya berlayar
masuk ke sisitem (menjadi anggota dewan) dia sangat respek dan mengapresiasi
tulisan saya dan akan memperjuangkannya, karena itu tadi saya berjanji akan
memilih dia .
Seperti tulisan saya terdahulu
saya mengibaratkan berteriak diluar sistem itu seperti berteriak di gurun pasir
yang gersang, tandus tak bertepi dengan sinar matahari yang terik. Kita akan
haus, dehidrasi lalu pingsan dan terkapar. Berdoalah lewat seorang musafir
dengan ontanya lalu ketika dia menemukan anda yang sedang terkapar di gurun
pasir akan memberikan beberapa teguk air dan korma lalu memopong anda keluar di
gurun yang ganas tesebut..
Jika menginginkan perubahan yang
nyata masuklah kedalam sistim jangan berteriak diluar lebih banyak
sia-sianya.Cara
sederhana dan efektif adalah seperti
yang sampaikan diatas tanpa kita harus terlibat di dunia Politik
(Partai) dengan segala lika liku, gonjang ganjing dan dunia gemerlapnya.Mari
kita sonsong pesta Demokrasi 2009 dengan menyalurkan aspirasi Politik anda,
bagi saya terserah ke partai apapun anda salurkan, Saya tidak akan memaksa
anda harus separtai
dengan saya, jika seide dengan saya memang saya “memaksa” anda. Jika anda
ingin berada disistem dan
membutuhkan (menginginkan ) sebuah perubahan terutama hal-hal yang mendasar
bagi kehidupan kita semua di Bumi Indonesia yang kaya ini dan salah
satunya adalah Pendidikan.
Pasir Pengairaian-Rokan Hilir, 20
November 2008
Saya sangat berharap masukan lain
dari kawan-kawan semua terutama dari Andi Abu Zdaki dan Abrar. Khusus buat Andi
tulisan dan ulasan anda tentang berpolitik lebih Islami, Insya Allah akan saya
sampaikan kepada teman
sealumni saya tersebut yang akan menjadi caleg dalam minggu ini sebagai bahan
masukan,
saya sangat yakin dia akan bahagia seperti dia begitu bahagia menerima tulisan
saya dan berkata “Allahu Akbar” initial namanya Ir. Haji MH. Begitu juga dengan
Rina silahkan dikomomentari dan masukannya, Bung Epi Suryadi ditunggu komennya
biasanya anda semangat jika telah berbicara tentang duni Pendidikan.Bagi
sanak-sanak di Palanta Rantau Net (CC email ini) tentu saya menunggu juga
segala masukan, saran dan kritikannya.
SELAMAT BERJUANG UNTUK PENDIDIKAN
NB : Tulisan ini hanya buat
Pendidikan yang dikelola Negara (Pemerintah) tentu yang swasta dengan segala
keprofesionalnya biayanya mahal. Karena dunia pendidikan swasta memutar roda
Pendidikan sumber utama dananya dari siswa dan mahasiswanya, nah ini berpikir
realistis dan positif, positifnya mustahil murah apalagi gratis. Peran
pemerintah yang paling signifikan tentu dengan memberikan segala kemudahan
seperti disektor pajak, retribusi dan regulasi yang tidak bertele-tele serta
tidak ada pungutan liar dan “Under Table Cost” dalam pengurusan ijin artinya
murni bermain sesuai undang-undang, peratulan, regulasi yang berlaku. Ini dunia
Pedidikan Industri Otak untuk menciptakan SDM yang bermutu baik dari segi
kualitas
maupun kuantitas, JANGAN MAIN-MAIN.
Salam-Jepe
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---