Pengorbanan
Oleh : K Suheimi
Suatu ceritra yang menggelitik dan jadi bahan renungan adalah sewaktu saya
mendengar Radio Classy dengan judul Pengorbanan
Ceritra ini di olah oleh Yanti, dia rajin, sebulan yang lalu kebetulan
melahirkan di Rs Bunda. Dan saya minta izin untuk ini disampaikan pada pembaca
saya, semoga ada hikmah dan manfaatnya, selamat menikmati.
Suatu ketika / hiduplah seorang petani bersama keluarganya // Mereka menetap di
sebuah kerajaan yang besar / dengan raja yang adil dan bijaksana// Beruntunglah
siapa saja yang tinggal disana // Tanahnya subur / keadaannya pun aman dan
sentosa// Semuanya hidup berdampingan / tanpa pernah mengenal perang ataupun
bencana//
Setiap pagi / sang petani selalu pergi ke sawah dengan membawa bajak dan kerbau
peliharaannya// Walaupun sudah tua / bajak dan kerbau itu selalu setia
menemaninya bekerja// Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas /
begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama//
"Inilah hartaku yang paling berharga", demikian gumam petani itu dalam hati /
sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya//
Tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu /
"Berikan bajak dan kerbaumu kepada kam/ Ini perintah Raja”
Suara itu terdengar begitu keras / mengagetkan petani itu yang tampak masih
kebingungan//
"Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku?" / Ini adalah hartaku
yang paling berharga / bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua// Petani itu
tampak menghiba / memohon agar diberikan kesempatan untuk tetap bekerja//
Namun permintaannya ditolak oleh pemimpin pasukan /
"Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda// Terserah / apakah kau mau
menjalankannya atau tidak // Namun / ingatlah / kekuasaannya sangat kuat//
Di malam hari/ petani pun menceritakan kejadian itu dengan keluarganya// Mereka
tampak bingung dengan keadaan ini//
"Apakah baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya? / Kenapa baginda
tampak tak melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak dan kerbau kita?
Gundah dan resah melingkupi keluarga itu// Namun / akhirnya... mereka hanya
bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan kedua benda itu kepada raja//
Keesokan pagi/ sang petani tampak pasrah// Bersama dengan bajak dan kerbaunya /
ia melangkah menuju arah istana// Petani itu ingin memberikan langsung hartanya
yang paling berharga itu kepada Raja// Tibalah ia di halaman Istana / dan
langsung di terima Raja
"Baginda / hamba hanya bisa pasrah// Walaupun hamba merasa sayang dengan harta
itu / namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda/ terimalah pemberian
ini…."
Baginda Raja tersenyum. Sambil menepuk kedua tangannya / ia tampak memanggil
pengawal//
"Pengawal / buka selubung itu!! Tiba-tiba / terkuaklah selubung di dekat
taman// Ternyata / disana ada sebuah bajak yang baru dan kerbau yang gemuk//
Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh / dengan urat-urat kayu yang mengkilap//
Begitupun kerbau / hewan itu begitu gemuk/ dengan kedua kaki yang tegap//
Classy people / bisa jadi... tak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani
tadi// Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang terbaik yang
dimilikinya kepada yang lain// Padahal Tuhan sudah menyediakan hadiah yang jauh
lebih besar dari yang diberikannya///
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al Qur'an
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan 'umrah karena Allah. Jika kamu terkepung
(terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah
didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai ke tempat
penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di
kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa
atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi
siapa yang ingin mengerjakan 'Umrah sebelum Haji (di dalam bulan Haji),
(wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak
menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari
dalam masa haji dan tujuhhari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah
sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi
orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram
(orang-orang yang bukan penduduk kota Mekkah). Dan bertaqwalah
kepada Allah dan ketauhilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya. (QS. 2:196)
Padang 24 Nov 2008
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---