Selingan sajo dari pado sepi..ma sanak Erihadi nan magiah tip ka ambo..minum kopi sadang angek manggia..atau kini ambo istilahkan minum kopi secara jantan.Mat baca semoga berkenan-JP
--------------------------------
PAK MANSYUR MURID KE EMPAT SAYA
By : Jepe
Kata pepatah “Tuntutlah ilmu
sampai kenegeri Cina” sepertinya saya tidak perlu buang energi, waktu dan biaya
untuk menuntut ilmu ke Cina bagaimana meminum kopi panas “menggigil” atau
istilah kami dengan Tur, Minum kopi secara jantan, cukup ke Jakarta saja
berguru sama Tur. Jika ini sebuah mata pelajaran maka semester pertama saya
ujian bagaimana meminum kopi secara jantan nilai saya masih B. Semester dua
tingkat lanjutan maka nilai saya sudah A plus. Karena nilai saya sangat
memuaskan dalam mata ajaran tersebut sekarang saya jadi dosen untuk menularkan
bagaimana minum kopi secara jantan.
Kasihan saya sama kolega dan staf
saya yang berkeinginan menuntut ilmu cara minum kopi dengan jantan harus
mngeluarkan uang banyak ke Cina, cukup sama Doktor Jepe (sudah S3 sekarang
dalam masalah ilmu meminum minuman panas menggigil bukan kopi saja tapi
bandrek, teh telur, jahe susu panas etc).Saya sudah mempunyai mahasiswa yang
telah diwisuda dalam hal ini, tahap awal 3 orang dengan nilai cukup memuaskan yaitu B,
masalahnya mahasiswa saya nggak boleh
nilainya A, sejenius apapun dia meminum kopi secara jantan, nilai A tetap milik
gurunya dan itu Doktor Jepe.
Saat saya bertugas kelapangan di
daerah Duri, tepatnya di Jurong bersama salah satu staf humas camp, sore hari
kami istirahat dan mengopi disebuah warung dipinggir jalan yang sepanjang jalan
tersebut membentang pipa minyak caltex.Mansyur begitu nama samaran staf humas
saya dilapangan ini, karena dia lebih tua dari saya maka saya memanggil dia Pak
Mansyur walau dia juga memanggil saya Pak, jadi akhirnya ya kami saling ber
Bapak-Bapak. Kami telah mengambil posisi duduk saling berhadapan diwarung
pinggir jalan tersebut . Tak lama berselang kopi panas menggigil telah berada
dihadapan kami inilah gaya
Pak Mansyur minum kopi
Saat kopi dimeja, gelas dan tadah dipisahkannya, lalu
dittuangkannya kopi kedalam tadah tersebut, tadah diangkat lalu ditiup kopi
dalam tadah tersebut sambil disruput pelan-pelan, dihembus disruput lagi. Ketika
dia memulai lagi minum kopi ala betina ini, saya hentikan”Stop!! Pak mansyir,
itu cara minum kopi betina, lihat saya inilah minum kopi secara jantan sambil
memperakan teknik ilmu meminum kopi panas menggigil dengan kelulusan nilai A.
Sejenak Pak Mansyur memperhatikan
saya, tampaknya dia tertarik dan ingin juga meminum kopi secara jantan.Akhirnya
dia mencoba meminum kopi yang tersisa tapi sudah terlambat suhu kopi di gelas tidak
terlalu panas. Tidak masalah kopi yang tersisa ini dengan suhu panas mendekati
hangat minimal untuk belajar. Kopi saya dari panas menggigil yang saya minum
secara jantan tersisa setengahnya, tinggal mengakhiri sisa setengah lagi yang
masih panas, lalu Pak Mansyur mencoba belajar teknik yang saya ajarkan sambil
meminum kopi dia yang masih tersisa, sementara saya juga menghabiskan setengah gelas kopi saya yang tersisa.
“Iya....ya..Pak Jepe, lebih
nikmat minum kopi secara jantan ini” Pak Mansyur kelihatannya antusias
mempelajari teknik jantan meminum kopi ini (mmmm baru tahu dia).Saya sudah
selesai sementara Pak Mansyur sekali tarikan lagi juga selesai.Semenjak itu
mahasiswa saya yang ke empat ini sudah bisa mengenal istilah baru “Pak Jepe
besok kita ulangi lagi minum kopi dengan jantan” Sementara saya kasih nilai C
dulu, karena dia sempat meminum kopi secara betina yaitu menuang kopi panas
menggigil ke tadah.
Duri, 26 Nopember 2008, 23.30 WIB