Salain barito warga Minang nan ditahan KPK itu.

Elok juo disimak kaba dari kampuang lain .

 

Lai juo ruponyo nan sandereh kok awak bamamak ka mamak urang  ????

 

Wass 

St. RA 53 +

 

BUPATI ITU ORANG "CINA"....!!!
Oleh: Kenken
 
Belum terlalu hilang dari ingatan: hingar bingar, nyala api,
asap hitam membumbung, teriakan massa anarkis memporak
porandakan isi Jakarta, Medan dan Solo di peristiwa Mei 98.
Tiba-tiba di tahun 2005 seorang etnis Tionghoa bernama Ahok
terpilih menjadi bupati di daerah basis Masyumi-Belitung 
Timur. 
 
Ir. Basuki Tjahaja Purnama MM bernama asli Zhong Wan Xie
lahir di Manggar pada tanggal 29 Juni 1966. Masyarakat 
Bangka-Belitung dan juga sebagian Jakarta memanggilnya
Ko Ahok (elder brother Ahok). Sosoknya tinggi di atas rata-rata
manusia Asia. "ini fenomena besar" kata Ahan, seorang pemuda
Tionghoa, ketika membaca berita pelantikan "Bupati Ahok"
di medio 2005 setelah mengantongi 37,13% suara pemilih. 
 
Ada nada haru, tidak percaya sekaligus kaget, tampak 
pada raut wajah dan sorot mata pemuda Ahan kala itu.
Bagaimana mungkin, seorang Tionghoa bisa dipilih di sebuah
daerah berkomposisi 93% muslim pribumi. Tetapi di tahun itu,
Ahok terpilih lewat mekanisme demokratis dan termasuk
paling bersih dalam sejarah pilkada di Indonesia. 
 
Salah seorang peserta diskusi regular Sinar Harapan pernah
berkata bahwa Ahok adalah bupati pertama beretnis Tionghoa
setelah zaman Mataram. "Baguslah, Indonesia ada perubahan"
kata Wignyo Prasteyo, aktifis 98 yang terlibat dalam perjuangan
reformasi. "Pluralisme dan kesetaraan before the law mesti
terus diperjuangkan" kata Wignyo. 
 
Nada pesimis tetap dapat ditemui di sela-sela optimisme
beberapa kalangan. Limwiss, seorang karyawati perusahaan
Jepang di Jakarta, berkata "Soalnya siapa pun orang Chinese
jadi pemimpin di Indonesia tidak ada pengaruh. Posisi orang
Chinese itu berat di pemerintahan. Sana-sini kena". Sedangkan
laporan TEMPO menyatakan Ahok adalah pahlawan baru
bagi sebagian besar warganya. 
 
"Kamu ini benar-benar anak ideologis bapakmu" kata mantan
wakil walikota Pangkalpinang kepada Ahok di sebuah pesta resepsi
pernikahan temannya. Beberapa kelompok menolak Ahok berdasarkan
surat Al-Maeda 51 yang menolak non-muslim untuk menjadi
pemimpin. Endah Handayani Syarif, putri pejabat PT. Timah di
Belitung Barat mengatakan "keluarga kami memilih Ahok dengan
alasan mencoba yang baru. Ahok kan "cina", selama
ini pribumi yang mimpin tapi kita tetap aja susah". 
 
Di akhir masa kekuasaan Suharto, terdapat seorang menteri
beretnik Tionghoa bernama Bob Hasan (The Kian Seng) dalam
formasi menteri Kabinet Pembangunan VII Orde Baru. Hasan, 
teman bermain golf Suharto, menduduki kursi menteri
hanya sekitar 2 bulan. Banyak pihak menuding bahwa naiknya
anak angkat Jenderal Gatot Subroto itu tidak lebih sebagai
permainan Suharto untuk menampilkan "wajah-reformis". Setelah
reformasi bergulir, jerat hukum mengharuskan Bob Hasan, yang
juga sering dijuluki "raja kayu", mendekam di penjara Nusakambangan
karena terbukti melakukan tindak kejahatan korupsi. 
 
Sebelum Ahok menjadi bupati, pentas politik nasional juga 
dimeriahkan oleh kiprah Kwik Kian Gie. Antara tahun 1999-2000,
KKG menjabat Menteri Kordinator Ekonomi di pemerintahan Gus
Dur. Berbeda karakter dengan Muhamad "Bob" Hasan, seorang
Kwik Kian Gie tetap diakui sebagai tokoh bebas KKN disamping
analisa-analisa ekonominya selalu menjadi bahan pembicaraan
kalangan akademisi dan pelaku ekonomi. 
 
Tetapi jabatan eksekutif di pemerintah daerah tingkat dua seperti
bupati dan walikota memiliki kekhususan tersendiri, dibandingkan
dengan anggota legislatif (DPR-RI) maupun jabatan pembantu
presiden sebagai menteri negara. "Karena seorang bupati bersentuhan
langsung dengan rakyat, melihat secara langsung penderitaan
dan masalah rakyat di akar rumput", kata Tutut Herlina, aktifis
yang sekarang menjadi wartawan. 
 
Istilah Bupati berasal dari bahasa Sansekerta "Bhupati" yang 
berarti "raja dunia". Sebelum tahun 1945, gelar bupati hanya
dipakai di pulau Jawa, Bali dan Madura. Pasca reformasi dan
pelaksanaan otonomi daerah, seorang bupati memiliki kewenangan
menjalankan pemerintahan daerah yang ditetapkan oleh DPRD
tingkat 2. Kekuasaan seorang bupati diperoleh atas mandat
dipilih langsung oleh rakyat setempat melalui mekanisme 
pilkada. Sekalipun pasangan calon bupati dan wakil bupati
masih ditetapkan oleh partai politik. Baru-baru ini UU calon
independent memungkin calon bupati tidak diusung oleh 
partai politik. 
 
Selama menjadi bupati, Ahok selalu membuka lebar
kaca jendela mobil dinas Nissan Terano-nya. Ia tak segan
menyapa setiap orang yang kebetulan berpapasan, entah
itu pribumi, Tionghoa, Kristen, Islam, Konghucu, Budhis
diperlakukan setara dan penuh hormat. 
 
Sekalipun diusung oleh 2 partai gurem: PIB dan PNBK, Ahok 
menggebrak 2 masalah utama masyarakat yaitu Pendidikan
dan Kesehatan. 
 
Jaminan pendidikan bagi rakyat menjadi tren kampanye
calon bupati/walikota di seluruh Indonesia pasca Ahok. Tetapi
menurut Ahok, dia tidak pernah menggratiskan pendidikan
dan kesehatan. Pola "gratis-gratisan" tidak sehat menurut
Ahok. Ia hanya menjamin bahwa siapapun rakyat, terutama
rakyat tidak mampu, harus dapat mengakses pendidikan dan
kesehatan. Di bawah kepimpinan Ahok pula, belasan siswa
berprestasi dapat dikirim kuliah ke Jakarta lewat program
bea-siswa. Setiap siswa disubsidi Rp 1 juta perbulan. 
 
Aneh, Ahok melakukan gebrakan ini tanpa didukung oleh
dukungan partai politik di DPRD. Rasionalitas politik menyatakan
bahwa hanya seorang bupati dengan basis dukungan kuat partai-politik 
saja yang mampu melakukan gebrakan seperti ini. Itu pun
sangat jarang kita temui di seantero Indonesia. Biasanya,
walikota/bupati lebih sibuk berkongkalikong dengan anggota
dewan dan pengusaha daripada "ribet urus" rakyat.
 
Program jaminan pendidikan dan kesehatan dilaksanakan
Ahok dengan menerapkan jurus dagang. Ia berdebat keras
hingga mampu menaklukan PT. Askes dalam urusan premi
kesehatan rakyat Beltim. Hasil tawar-menawar antara Bupati
Ahok vs PT. Askes menghasilkan sebuah kesepakatan bahwa
pemerintah daerah cukup membayar separoh harga normal untuk
menopang biaya asuransi kesehatan 50 ribu penduduk Beltim. 
"itu baru bener" kata Asri, staf Komnas HAM. "Bupati
memang harus tidak korupsi dan menggunakan anggaran
negara untuk masyarakat. Jangan dikorup kayak bupati-bupati
lain", tambah Asri yang berjilbab hitam. 
 
Sebelum Ahok, tidak ada bupati yang memotong biaya 
perjalanan dinas dari Rp. 1 milyar per tahun menjadi
seperlimanya. "Gila, hebat amat" kata Web Warouw, wartawan
Sinar Harapan. "Seandainya setengah dari 400 kepala daerah
tingkat 2 seperti Ahok, beres negara ini", lanjut Web dengan
penuh harapan. 
 
Laporan TEMPO menurunkan berita bahwa menurut para
pegawai negeri Belitung Timur, Ahok sangat keras menerapkan
disiplin. Mereka yang ketahuan "kongkow" pada jam kerja 
langsung mendapat sangsi, ditahan kenaikan pangkatnya. 
Di sisi lain, Ahok memberi honor untuk para ketua RT Rp.
300 ribu, Ketua Dusun Rp. 640 ribu, dan Kepala Desa
Rp. 2 juta per bulan. "ternyata cukup ya anggaran negara
kalau tidak dikorupsi oleh bupatinya", celoteh Asri dari 
Komnas HAM. 
 
Keberpihakan dan prestasi Ahok selama menjabat bupati
dihargai oleh Gerakan Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari
Masyarakat Transparansi Indonesia, KADIN dan Kementerian
Negara Pemberdayaan Aparatur Negara sebagai pejabat negara
anti korupsi. 
 
Oleh majalah TEMPO, Ahok terpilih sebagai 1 di antara
10 tokoh yang mampu mengubah Indonesia. "Ahok semestinya
menjadi 'Obama-Indonesia', bukan si Rizal Malalareng" kata Ahan
di sela-sela aktifitas menjual bubur ayam di depan rumahnya
yang berdekatan dengan pasar tradisional di kawasan Jelambar
Jakarta Barat.

 

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke