Konon dari carito Soehoed Tanamas ( ( Majalah Budaya  Minagkabau 1974) . 
Sampai tahun 1920 di Luhak Agam beredar  pitih bergambar ayam dengan tulisan 
Arab Melayu . Disebelah belakang terdapat tulisan  ( juga dalam Arab Melayu) 
tulisan yang menyatakan nilai uang satu kepeng.. - .480 Nilai kepeng yang 
bergambar ayam itu sama dengan satu rupiah Belanda. 
Uang bergambar ayam itu beredar di Nusantara.Konon Orang Jawa kalau menanyakan 
nilai satu transaksi akan menanyakan :" Piro pitik ?"
Di Minang pitik jadi berubah jadi pitih . Lambat laun pitih berarti 
uang...sampai sekarang.
 ( Kutipan singkat dari buku Soewardi Idris alm - 2004 )
Ado kisah pitih nan lain?
 Ries woodhouse( 58)


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke