Adi Dunsanak kasadonyo,
Agar indak maulang dua kali, iko tanggapan ambo thd Pulang Marantaunya Mak
Itam ini seperti diminta oleh padangkini.com bbrp hari lalu. Masih banyak lagi
dampaknya, tetapi silahkan siapa saja mengusulkan dan membuat artikel ke
berbagai media utk itu. Iko usaho awak basamo nan dimulai dan didukuang dari
milis-milis Minang ini sejak 2 tahun lalu.
Skl lagi, saran kita kepada semua stakeholders, Mak Itam sebaiknya tidak
digunakan tiap hari...! Buat jadi eksklusif...! Krn biaya perawatannya
mahal...! Ambo naik Loko Uap di Sydney, utk jarak 7 Km bayar AUS$24 per trip.
Di Melbourne utk jarak 20 Km bolak balik, bayar AUS$33 (silahkan lihat liputan
foto2nya ada di www.mpkas.west-sumatra.com dan bagaimana mereka merawat Loko
Uap tsb).
Untuk masyarakat lokal, kasih kesempatan masa promosi atau waktu2 tertentu.
Krn targetnya Loko Uap ini untuk jadi "madu" penarik wisatawan Manca Negara
kelas menengah keatas agar mereka mau BAWA PITIH masuk ke Sumbar. Kalau target
wisatawan kita yang murah-murah, ntar yang masuk ke Sumbar kelas backpackers
semua. Udah gak punya uang, bawa dampak kurang positifnya cukup besar lagi.
Kalau yang punya uang, biasanya mereka lebih sopan dan tahu aturan.
Disisi lain, kita masih punya belasan Loko Diesel utk KA Wisata. Ini yang
jadi fokus utama kita untuk menjalani rute Padang - Anai - Singkarak - Solok -
Sawahlunto. Jika jalur ini sukses, semoga rute ke Bukittinggi dan Payakumbuh
juga bisa segera "terdorong" untuk segera dibuka kembali. Kepala Pariwisata
Bukittinggi bbrp hari lalu telpon Wakil Sekjen MPKAS, KAtik Sati, menanyakan
kenapa ke Sawahlunto? Kok tidak ke Bukittinggi dulu. Ambo sudah menawarkan agar
Wako Bukittingi kalau mau, bersama MPKAS segera menghadap Dirjen KA. Krn
Bantuan Dephub tahun 2009 sebesar Rp.50 milyar, "mungkin" bisa saja utk buka
jalur ke Bkt ini. Satu hal pesan Pak Soemino, Dirjen KA waktu kita dg Almarhum
Pak Chaidir mengajak Gubernur Sumbar menghadap: "Kalau daerah tidak proaktif,
kita susah memberikan prioritas begitu saja...".
Peran kawan-kawan Media Cetak dan Elektronik sangatlah besar dalam hal ini.
Yang juga melihat inisiatif ini positif buat Sumbar. Tanpa dukungan mereka,
belum tentu pula Mak Itam dalam perjalanan menuju Ranah Minang sekarang (insya
allah Sabtu jam 9 pagi besok, masuk Rest Area Tol Cikampek, Sabtu malam naik
ferry di Merak). Peran Media bisa menggerakkan para pengambil keputusan untuk
melakukan sesuatu.
Untuk itu, sekali lagi, atas nama MPKAS & MAPPAS, kami menghimbau para
regulator, operator, WSTB (West Sumatra Tourism Board) dan semua stakeholders
pariwisata agar bisa memanfaatkan MOMENTUM LANGKA ini. Propinsi yang punya KA
pun, belum tentu punya Loko Uap yang bisa membangkitkan Emosi Nostalgia seperti
di Ranah ini...! Kita dukung Visit Indonesia Year 2008 dan visit-visit
berikutnya dari Sumbar. terkait isu Loko Uap, akan lebih baik kita bicara dalam
konteks Nasional. Krn Loko Uap ini statusnya sudah jadi Aset Nasional dan
bagian dari Sejarah Perkeretaapian Nasional.
Mohon maaf sebelumnya. Semoga berkenan. Terima kasih atas dukungan semua
dunsanak.
Wassalam,
Nofrins
www.mpkas.west-sumatra.com
www.mappas.west-sumatra.com
www.nofrins.west-sumatra.com
Peta Pariwisata Sumbar Perlu Diubah Menyambut Wisata Kereta Api
PadangKini.com | Kamis, 4/12/2008, 9:09 WIB
PADANG--Peta pariwisata Sumatera Barat mesti diubah dalam beberapa hal untuk
menyambut dan memasukkan wisata kereta api yang sedang dikembangkan di provinsi
ini. Demikian pendapat Sekretaris Jenderal Masyarakat Peduli Kereta Api
Sumatera Barat (MPKAS) Nofrins Napilus kepada PadangKini.com, Kamis (4/12).
Menurut Nofrins, wisata kereta api di Sumatera Barat mesti dikembangkan untuk
wisatawan mancanegara. Karena itu persiapan pelayanan terhadap tamu
internasional ini perlu dilakukan.
"Karena kereta api ini akan kita gunakan untuk mengundang wisatawan
mancanegara untuk datang, tentu akan lebih baik kita bisa menyiapkan diri
bagaimana menyambut tamu tersebut dengan etika internasional yang berlaku umum,
fasilitas publik apa saja yang perlu kita perbaiki ke depan," ujarnya melalui
surat elektronik.
Perubahan peta pariwisata yang mesti dilakukan, kata Nofrins, menyangkut
strategi marketing dan promosi, sarana, dan tenaga seperti apa yang akan
dilibatkan.
"Karena ini orientasinya pasar internasional tentu kita tidak bisa hanya
menunggu wisatawan datang ke Sumbar untuk beli tiketnya di tempat, apakah kita
sudah siap kalau orang booking online atau per telepon? Bagaimana melibatkan
para operator pariwisata dengan adanya salah satu unggulan pariwisata Sumbar
ini sekarang, peta pariwisata mestinya akan berubah dalam beberapa hal,"
katanya.
Kembalinya lokouap E1060 dari Ambarawa ke Sawahlunto untuk digunakan sebagai
wisata kereta api, kata Nofrins, baru permulaan pengembangan wisata kereta api
di Sumatera Barat.
"Perjalanan masih panjang, harus segera kita pikirkan dan siapkan bagaimana
menjual isu lokouap ini sehingga bisa menjadi motor dan memiliki multiplier
effect terhadap yang lain," ujarnya. (yanti/s)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---