Assalamualaikum Wr Wb

Sanak sapalanta, saya posting sebuah kenangan saya naik KA, bagi saya
pribadi naikMak Itam kala kecil dan naik KA Diesel diwaktu kuliah di
Bogor sudah merupakan sebuah moda transportasi yang saya senangi dan
selalu mengasikan naik KA, hiruk pikuk di gerbong, murah meriah, bebas
hambatan. Jika musim libursaya suka "ngoboy" naik KA ke Jawa seperti
kisah dibawah ini. Semoga berkenan sekedar "Maangek-angek saluang"
manjalang peresmian Mak Itam tanggal 20 Des. Mat Baca

Wass-Jepe

-----------------------

 

 

 

 

KELILING JAWA ALA KOBOI (NAIK KA)

Oleh :  Jepe

 

 

.

 

Pada masa liburan singkat awal Tahun 1986, saya dengan beberapa teman
satu kampus keliling Jawa dengan menggunakan transport Kereta Api.dari
Bogor kami berangkat naik KRL menunju Stasiun Gambir di Jakarta. Uang
dikantong yang kami bawa pas-pasan saja, sesampai di Gambir kami nekat
naik kereta api kelas ekonomi, kalau tidak salah KA Gaya Baru dengan
tujuan daerah-daerah di Jawa Tengah.

 

Sesampainya di Stasiun Gambir, kami lansung loncat ke gerbong KA tanpa
harus antri membeli karcis, seandainya kami luput dari pemeriksaan oleh
petugas maka kami "gratis" naik KA sampai stasiun berikutnya.Jika kami
kena razia petugas biasanya kami selesaikan  pembayaran  dengan  harga
"damai (borongan)", Petugas KA cukup maklum dengan kami anak mahasiswa
nan kere, kucel dan kumal bau keringat.

 

Perjalanan semakin seru ketika kami menghirup aroma desa-desa di Jawa,
umumnya KA berhenti disetiap desa-desa (Karasidenan).Rata-rata bangunan
stasiun berdiri kokoh khas arsitektur jaman Belanda, bahkan ketel
pengisi air buat kereta api uap masih berdiri dan berfungsi (untuk
penampungan air buat masyarakat). Situasi stasiun ini mencerminkan jaman
keemasan kereta api sebagai alat transportasi utama rakyat ketika masa
pendudukan Belanda dan Jepang.

 

Setiap kali berhenti di stasiun, begitu ramainya masyarakat turun naik
gerbong,.aneka jenis barang bawaan masyarakat kebanyakan ini. Ada yang
bawa binatang seperti kambing, ayam dan kelinci dalam keranjang, Hasil
bumi seperti beras, gabah, pisang, jagung, ubi, daun jati dan kayu
bakar, Si mbok-mbok dengan pakaian kembennya sibuk turun naik
menggendong bakul jamu, pecel dan makanan lainnya.Sementara digerbong
yang lain Pak Tani menaikan peralatannya seperti cangkul, parang dan
alat-alat bajak sawah.

 

Segerombolan pengamen ikut meramikan suasana gerbong yang hiruk pikuk,
mulai pengamamen yang bermodal ala kadar seperti bas betot dengan
senarnya terbuat dari karet kolor jaman baheulak sampai yang cukup
komplit bawa gendang dang dut, gitar, harmonica dan genjrengan. Tidak
lupa juga pengemis dengan berbagai " gaya ", sungguh beragam tipikal
masyarakat kelas bawah yang memenuhi gerbong penumpang  ibaratnya
gerbong Kereta Api adalah lukisan nyata rakyat di level bawah.

 

Kami menikmati suasana gerbong yang hiruk pikuk dengan aroma khas
menyengat campuran bau keringat manusia dipadu dengan keringat binatang
serta berbagai aroma aneka makanan dan jajanan. 

 

"Asyik....monggo Mas..mainkan lagu dang dutnya kita berjoget ria di
dalam gerbong, sebuah lagu dang dut Rhoma Irama "

 

.......Sulingnya suling bambu

gendangnya kulit lembu

dangdut suara gendang rasa ingin bergoyang

terajana..terjana..itu lagunya...lagu India

 

 

Joget terussss...asyik....

 

Kulo nuwun..den...sawerannya

 

Uang recehan Rp 50 dan Rp 100 ditangan berpindah tempat ke topi pengamen

 

Capek bergoyang dang dut, perut lapar, tidak usah kuatir, si mbok bakul
siap dengan nasi pecel plus peyek kacang dengan tempat sekali pakai
lansung buang yaitu daun jati lalu tambahkan sate telur puyuh, tempe dan
tahu goreng...mmm..aroma kuah kacangnya...trazzza banget, khas rasa
kencur dan daun jeruk, minumnya teh poci dengan gula batu...ueedan tenan
pas bangeeet.

 

Pengen camilan ada ceker ayam kuah kuning didaun pisang, tahu tempe
bacem, bakwan yang segede piring tadah kopi dikasih kuah pecel, jagung
rebus dikasih kelapa parut dan gula aren, pelepas dahaga bisa dicoba es
dawet, cincau dan selasih, komplit makanan rakyat digerbong kereta api
yang melaju dengan kecepatan sedang. Soal harga penuh pengertian buat
kami yang bertamasya ala koboi ini.

 

 

Kami kadang-kadang istirahat di sebuah stasiun untuk mencuci pakaian dan
mandi sepuasnya setelah 2 hari badan kami tidak menyentuh air.Sambil
menunggu pakaian kering kami menikmati pemandangan alam khas pedesaan di
Jawa. Malamnya kami naik KA yang ke Jogja  sesampainya di Stasiun Tugu
Jogja kami  berkeliling-keliling dulu beberapa hari untuk menikmati
suasana Jogja, yang paling berkesan bagi saya adalah ketika menikmati
Soto kaki lima yang mangkal  di Stasiun Tugu  kalau saya tidak salah
namanya Soto Sulung.

 

Rasanya..mmmm...........ueeedan tenan rek, sambil menikmati soto ini
kami dihibur oleh sekelompok pengamen dengan alat musik yang cukup
komplit seperti Bas betot, Gitar, Drum treble, harmonica dan banjo.
Mereka mendendangkan lagu-lagu Iwan falls dan Rolling Stones.
Yeaaah....Lets spend the night together...sebuah lagu Rolling Stones,
Mari kita lewati malam ini bersama-sama, .begitulah kira-kira si
pengamen menyapa audiennya. Mereka sangat piawai membawakan lagu-lagu
dengan vokal yang harmonis dan membuat kami serta pengunjung lain
berlama-lama menikmati aksi mereka.Atas persembahan lagu-lagu yang
memanjakan kuping kami, sebuah kotak yang terletak didepan mereka kami
isi dengan uang logam Rp 100.....Hatur Nuhun ....Mas...

 

Malam itu kami melanjutkan perjalanan ke Malioboro sambil menikmati
suasana khas sepanjang jalan, hawa yang dingin dan  hembusan angin malam
kami menghangat tubuh dengan menikmati bandrek panas sambil duduk
lesehan dan tak lupa menghisap sebatang rokok Klobot. Sementara
disamping kami seorang ibu paro baya dengan iringan gamelan lagi
membawakan tembang-tembang Jawa klasik. Suaranya hilang-hilang timbul
melengking dan mendayu-dayu dalam membawakan tembang tersebut.Begitu
kentalnya suasana khas Jogja di sepanjang Malioboro.

 

Besoknya kami ke Stasiun Tugu naik Kereta Api "kelas kambing" tanpa arah
tujuan yang penting, bawalah kami..kemana kamu suka diJawa ini.Suasana
gerbong selalu saja hiruk pikuk, jika perut lapar tinggal dekati si
mbok-mbok bakul, tempe dan tahu adalah menu wajib yang selalu hadir
disetiap makanan.

 

Tanpa terasa kami sampai di Stasiun KA Randublatung sebuah desa dekat
Cepu termasuk Kabupaten Blora-Jawa Tengah, kami bermalam disini sambil
membersihkan diri Nah masih masalah perut disini kami menikmati sate
kambing ala Blora yang rasanya...ya ampun..membuat lidah bergoyang tak
terkendali.,  .daging kambingnya begitu lembut dan aroma khas kambing
tidak begitu menusuk hidung disajikan dengan bumbu kecap kental, irisan
tomat, bawang merah yang diracik kasar serta cabe rawit.

 

Ketika saya kesini lagi dalam rangka Praktek Kerja Lapang, boleh
dikatakan minimal 1 kali seminggu kami menikmati sate ini yang berada
disekitar Stasiun KA Randublatung. Akhir dari perjalanan ala koboi kami
ini hanya sampai Randublatung saja ada rencana untuk meneruskannya ke
Cepu, Bojonegoro terus ke Surabaya, tetapi uang dikantong kami sudah
menipis, dari Randublatung kami pulang menuju Jakarta via jalur Utara
(Semarang), masih dengan KA rakyat dan ala koboi.

 

Ketika saya menulis cerita ini ada kerinduan bersama teman-teman untuk
mengulangi lagi petualangan dengan Kereta Api "kelas kambing" ini, namun
karena sudah bekeluarga dan punya tanggung jawab, keinginan tersebut
sebatas menerawang mengingat segala kenangan selama perjalanan pada
waktu itu.

 

Pekanbaru, 14 Pebruari 2007

 

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke