Rabu, 10 Desember 2008
“Ya ya, bagus Pak Buche, mudah2an mak item bisa pulang kampung secepatnya. Udah banyak yang nunggu tuh. Target kita paling lambat tgl 2 Desember berangkat ya. Nanti untuk di jalan Bapak bikin spanduk yang bagus ya dengan judul: UNTUKMU RANAH MINANG, AKU MAK ITAM PULANG KAMPUNG. Tq Wass. Husein Itu adalah bunyi SMS Kepala Divisi Regional 2 PT Kereta Api Indonesia Sumatra Barat, Husein yang diforward ke saya oleh Sektretaris Jenderal (Sekjen) Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatra Barat (MPKAS) Yulnofrin Napilus pada tanggal 26 November lalu. Pada Kamis, 4 November, Uda Nofrin kembali memforwardkan sebuah SMS. Kali ini dari Direktur PT Kereta Api, Sonny J. Arifin; Aswwb, hari ini 4 Desember 2008 pkl 12.15 WIB, locomotif uap E10 (Mak Itam) barangkek dari Ambarawa pulang kampuang. Wassalam, Sony/PTKA. Dan, bila tak ada aral melintang, Rabu (10/12) siang ini, loko uap E 1060 yang pernah berjaya di Sumatra Barat mengangkut sejumlah rangkaian gerbong kereta api Padang-Sawahlunto, kembali hadir di Ranah Minang setelah menempuh perjalanan panjang kurang lebih 1.800 Km dari Stasiun Ambarawa (Jawa Tengah) ke Stasiun Muaro Kalaban di Kota Sawahlunto. Loko Uap yang digelari Mak Itam ini sedianya berangkat dari Ambarawa pada 30 November lalu. Tetapi karena ada sinyal gelombang protes dari pencinta pariwisata setempat, kepulangan ‘si anak hilang’ ini pun ditunda. Baru pada Rabu (3/12) loko ini dinaikkan ke trailer. Tetapi, kendala baru pun muncul karena Ambarawa disiram hujan yang sangat lebat dari pagi hingga malamharinya. Sebagaimana SMS Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sonny J. Arifin, Loko E 1060 ini baru diberangkatkan pada Kamis (4/12) pada pukul 12.15 WIB menuju Padang. Sabtu (6/12) sore loko dengan trailer pengangkutnya itu sudah melilintasi tol Cikampek terus menuju Merak dan pada Minggu (7/12) pagi loko yang akan menjadi salah satu ikon wisata bagi Ranah Minang itu sudah menyeberang ke Bekauheni untuk selanjutnya terus menyeruak lintas tengah Trans Sumatra. Pilar utama Peristiwa kepulangan Mak Itam ke negeri asalnya, Ranah Minang, memang bak menantikan si anak hilang. loko uap yang digerakkan menggunakan batubara itu, meninggalkan ranah ini tahun 1982 silam setelah angkutan kereta api di Sumatra Barat saat itu dirasa makin tak efisien lagi karena makin membaiknya sejumlah infrastruktur jalan raya ke berabagai pelosok. Sementara, angkutan mineral dan sayur mayur dari darek ke Kota Padang juga makin menurun karena pedagang atau petani merasa lebih nyaman membawa barang dagangannya dengan truk dan jenis angkutan roda empat lainnya yang bisa menjangkau ke pelosok kampung. Tetapi, ketika harga BBM terus melonjak dan angkutan berbahan bakar minyak makin merusak lingkungan, kebutuhan angkutan kereta api yang mampu mengangkut massa dalam jumlah banyak terus dikembangkan di berbagai daerah, terutama di Jawa. Malah, beberapa kawasan di Sumatra seperti Sumatra Selatan dan bahkan Aceh terus mengembangkan angkutan massal ini. Direktur Keselamatan dan Teknik Prasarana Direktorat Perkeretaapian, Departemen Perhubungan, Asril Syafei, menyebutkan bahwa ke depan sedang dirancang oleh beberapa negara di Asia Trans Railway Asia yang satu sama lainnya saling menyambung secara berdekatan. Misal, trans railway Sumatra akan memiliki jalur mulai dari Bekauheni terus ke Aceh, tetapi pintu keluarnya untuk arah luar negeri (Malaysia) adalah di Dumai. Jadi, tidaklah salah kalau Asril menyebutkan bahwa Sumatra Barat bakal terkucil tanpa kereta api. Dalam pertemuan dengan beberapa tokoh Minang, antara lain Ketua Gebu Minang Asril Tanjung, Ketua Masyarakat Peduli Pariwisata Sumatra Barat (Mappas) Saafroedin Bahar dan mantan Sekjen HIPPI Rainal Rais, Direktur PT KAI Sonny J. Arifin menyebutkan bahwa Loko Uap E 1060 yang berhasil dipulangkan ke Ranah Minang harus dijadikan sebagai pilar utama untuk memanfaatkan kembali aset jaringan kereta api di Sumatra Barat yang bernilai triliunan itu. Menurut dia, membangun kembali sarana kereta api di Sumatra Barat jangan dilihat dengan neraca keuangan, soal untung ruginya. Kalau diukur dengan neraca, angkutan kereta api di Ranah Minang pasti lama sekali akan menguntungkan kembali. Tetapi, kita harus berjuang agar angkutan kereta api di daerah ini kembali berjaya, setidaknya untuk daerah yang pernah memiliki jaringan rel. Khusus Loko Uap E-1060 itu, Sonny memesankan kepada Kadivre Sumbar dan masyarakat Ranah Minang agar benar-benar memanfaatkan keberadaan Loko Uap itu dengan baik, terutama untuk angkutan wisata Sawahlunto-Singkarak. Soal lintasan penuh tanjakan Lembah Anai-Padang Panjang, Sonny mengakui perlu diteliti dengan sempurna, termasuk kemampuan sang loko uap untuk menarik rangkaian kereta wisata ketika melewati Lembah Anai yang indah dan menawan itu. Baik Sonny maupun Asril Syafei, sangat merasa optimis bahwa era kebangkitan kereta api di Sumbar itu sudah tiba ketika Menteri Perhubungan Jasman Syafei Djamal sangat memberikan perhatian dengan bantuan lima rangkaian kereta ekonomi yang diresmikan beberapa waktu lalu, respon Gubernur Sumatra Barat Gamawan Fauzi yang cukup baik, serta kepedulian Sekjen MPKAS, Yulnofrin Napilus yang sangat getol untuk memperjuangkan kembalinya sang loko uap dan perbaikan sejumlah prasarana kereta api di Sumatra Barat. Kalau pun belum untuk angkutan penumpang umum sebagaimana dulunya, paling tidak, KA Wisata di Ranah Minang akan bisa dimulai. Sekjen MPKAS Yulnofrin menyebutkan bahwa angkutan kereta wisata dengan loko uap sangat diminati oleh turis untuk bernostalgia. Karena itu, pada saat peresmian beroperasinya kembali Loko Uap E 1060 Sawahlunto-Singkarak akhir bulan ini yang Insya Allah akan dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, para penumpang perdananya diharapkan memakai pakaian ala Belanda dan rang Minang saisuak. “Biar semarak dan mengesankan,” kata Nofrin. * Internal Virus Database is out-of-date. Checked by AVG. Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.21.6/1323 - Release Date: 10-Mar-2008 11:07 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
