Firman,
Persoalan mendasar kito memang talatak di siko bana. Namun kalau cuma sakadar
perbedaan budaya manggaleh/badagang antaro cino non-pri jo awak pribumi,
masalahnyo ndak ka sa kolosal ko bana kalau sistem nan berlaku ndak bapihak ka
mereka tapi ka pribumi seperti nan dilakukan dek Mahatir di Malaysia. Sahinggo
urang Malayu nan tadinyo jauah labiah rapuah dari awak bisa mangaja
katinggalannyo dengan pemerintah bapihak ka pribumi. Iko kan indak. Nan tajadi
di awak adolah kolusi besar-besaran antaro penguasa pri dan pengusaha non-pri.
Iko nan malanyau habih pribumi tu.
Salam, MN
--- On Mon, 12/8/08, firman wahdi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: firman wahdi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Padang - Banda Aceh
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Monday, December 8, 2008, 9:34 PM
Assalamualaikum Wr.Wb Om, namo ambo Firman Wahdi/Epi Sikumbang Ladang Laweh,
kini ambo di Bank BNI Pontianak, baru 6 bulan disiko sabaluno di Pakanbaru,
mambaco catatan perjalanan khususnyo dibidang sosial ekonomi, dimana mulai dari
batas Sumbar-Riau sampai ke Batas Medan-Aceh seolah olah dan memang kondisinya
seperti itu bahwa perekonomian masyarakat mulai dari pedagang pengecer sampai
ke Pabrikan dikuasai oleh Non Pri (Cina) termasuk jalur distribusinya. Kalau
berdasarkan pengamatan saya hal ini disebabkan oleh beberapa keunggulan yang
dimiliki oleh masyarakat Non Pri (Cina) yaitu :
1. Keuletan berusaha.
2. Rasa kekeluargaan/senasib dan sepenanggungan yang cukup tinggi sesama cina.
3. Hemat bahkan terkesan pelit untuk diri sendiri dan keluarga
4. Menjaga kepercayaan baik suplier maupun konsumen.
5. Menerapkan pola pikir Bisnis bukan Dagang/manggaleh dalam menjalankan usaha
6. Tidak suka pamer/cenderung menutupi kekayaan/kemampuan.
7. Jaringan bisnis sesama cina yang sudah mendunia termasuk bahasa mandarin
yang dapat menghubungkan
sesama pebisnis dunia walaupun mereka banyak yang nggak bisa bahasa Inggris.
Itu mungkin baru sebagian kecil keunggulan masyarakat Cina sehingga bisa
menguasai dunia bisnis.
Dulu sebelum kerja di BNI ini saya sempat "Mangantau" di Tanah Abang dan Mangga
Dua, suatu saat saya punya kesempatan ngobrol dengan salah satu Cina pemilik
Toko Pakaian di Mangga Dua kira kira dialognya seperti ini :
Saya : Ci....Kalau boleh saya tau, kenapa sih orang cina lebih maju usahanya
dari pada orang padang, pada hal sama sama memilik bakat dan jiwa dagang, tapi
dengan waktu start dan modal yang sama rata rata orang cina lebih duluan besar
usahanya daripada orang padang..?
Cina : Maaf da.. nanti nggak enak ada yang kesinggung masalahnya ini
menyangkut budaya suku.
Saya : Nggak apa apa Ci.. saya mau belajar mungkin apa yang diterapkan sama
orang cina, sejauh itu bisa saya pakai kenapa tidak..?
singkatnya pedagang cina itu menjawab begini :
Cina : sekali lagi saya mohon maaf da, jangan sampai tesinggung ya.....
bedanya pengusaha/pedagang cina sama orang padang diantaranya sbb :
Kalau pedagang cina punya hasil dagang yang bisa untuk beli mobil, kami hanya
beli motor... itupun motor digunakan untuk dagang, tapi kalau sudah mampu beli
mobil 7 buah, baru beli 1 mobil itupun untuk usaha.. tapi mohon maaf kalau
menurut saya orang padang baru bisa beli motor, yang dibelinya malahan mobil
itupun tidak digunakan untuk usaha... kekurangan dana untuk beli mobil diajukan
kredit sehingga hasil dagang yang ada hanya bisa untuk menutupi kredit mobil,
mana bisa lagi untuk meningkatkan usaha...
Dari pembicaraan dengan cina manggadua tsb saya mencoba merenung, walaupun
sakit tapi apa yang disampaikan cina itu memang ada benarnya, hal ini menurut
saya karena budaya urang minang nan marantau walaupun dirantau manggaleh kaki
limo tapi tatap salangkah labiah dulu dari cino, kalau pulang kampuang harus
mambaok kopor gadang langkok jo oleh-2 nyo, kalau pulang mambaok kopor gadang
dikampuangdisapo urang " bilo pulang sanak lai kalamo dirumah...?, silau
silaulah mak tuo ang ka ujuang...si upiak anak matuo ang alah gadih kini....
tapi coba kalau pulang biasa-biasa saja/melarat disapo urang kampuang "alah
lamo dirumah kok ndak ado pernah batamu awak doh, lai kacapek baliak.... kalau
ka baliak beko bakirim ambo saketek untuak kamanakan dirantau" (Alhamdulillah
ambo salamo ko pulang ndak pernah mambaok kopor gadang doh Om, kalau pulang
kampuang ambo acok pulang malam sampai di rumah).
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---