He..he.. Mintuo ambo itu waktu japang  itu masih  bujang katiko
tajilapak di Anai.
Kalau tahun 2000 itu baliau alah almarhum

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Nofend Marola
Sent: Thursday, December 11, 2008 3:29 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Kareta Api Jatuah



Mungkin nan mak TR mukasuik ko, kereta api nan jatuah taun 2000 barang
kali ndak, indak kereta api nan jatuah pado zaman nan di caritoan Bundo
Tapi apo memang di anai sajo kereta api jatuah di kampuang awak salamo
ko?

antahlah... :)

Kenangan lamo, iko berita gerbong KA nan jatuah di Anai 8 taun nan lapeh
:

Salam.
=========

Kamis, 29 Juni 2000 : KA Jatuh di Lembah Anai, 14 Orang Tewas

Padang, Kompas
Lima gerbong dari rangkaian panjang kereta api pengangkut batu bara yang
sarat dengan penumpang, Rabu (28/6), lepas dari rangkaian, dan jatuh di
Lembah Anai, sekitar 2 kilometer dari pusat Kota Padangpanjang, Sumatera
Barat. Hingga pukul 21.00, penumpang yang tewas 14 orang dan sembilan
luka berat. Evakuasi pencarian korban masih berlangsung.

Wali Kota Padangpanjang Yohanes Tamin mengatakan, musibah terjadi di
Jembatan Tinggi (berketinggian sekitar 25 meter dari permukaan sungai)
di kawasan obyek wisata air terjun Lembah Anai.

Menurut keterangan yang dihimpun Kompas, sejak jalan lintas Sumatera
ruas jalan Padang-Padangpanjang ditutup di kawasan Silaiang Kariang,
Selasa, untuk pelajar, pegawai negeri sipil yang bermukim di daerah
Kayutaman dan sekitarnya (sekitar 60 kilometer utara Padang) dan
sekolah/bekerja di Padangpanjang atau sebaliknya, pihak PT Kereta Api
Eksploitasi Sumatera Barat menyediakan angkutan kereta api gratis hingga
tanggal 30 Juni 2000.

Jadwal pemberangkatan kereta api penumpang ada empat kali dalam sehari,
yakni pukul 07.00, 10.00, 12.00, dan petang pukul 16.00. Di luar jadwal
itu, kereta api angkutan batu bara berangkat sekali dalam satu jam dari
Padangpanjang ke Padang.

Tidak sabar

"Karena para calon penumpang tidak sabar menunggu kereta api angkutan
penumpang pukul 12.00, mereka naik kereta api yang khusus mengangkut
batu bara. Kereta api tersebut berangkat sekitar pukul 10.30 dari
Stasiun Padangpanjang tujuan Padang," katanya.

Setibanya di Jembatan Tinggi kawasan Lembah Anai, lima gerbong di bagian
depan (lokomotif di belakang) terlepas dari rangkaian. Jalanan di
kawasan ini menurun. Karena tak terkendali, beberapa puluh meter
kemudian rangkaian gerbong berisi batu bara yang sarat penumpang anak
sekolah dan pegawai negeri sipil itu jatuh ke tebing (arah kiri jalur
rel).

Tak lama kemudian, dua gerbong lainnya lepas lagi dari rangkaian
lokomotif.
Gerbong-gerbong ini lalu meluncur kencang dan akhirnya jatuh juga.
Terakhir, lokomotifnya yang tidak terkendali jatuh pula di suatu tempat
tidak jauh dari lokasi gerbong-gerbong terdahulu.

"Jadi, ada tiga lokasi tempat jatuhnya rangkaian kereta api itu. Korban
meninggal ditemukan dalam keadaan terjepit dan tertimbun batu bara.
Pencarian korban masih terus berlangsung, sembari menunggu alat berat
dari Padang untuk mengangkat gerbong," ujar Wali Kota Padangpanjang.

Korban meninggal yang baru diketahui identitasnya adalah Pon (15) alamat
Padangpanjang; Busleni (30-an) alamat Balaiburah Biaro, Bukittinggi;
Indra Taufik (13), Batutebal, Singkarak; Syaiful (13), Tambangan,
Padangpanjang; Jon Hendri (13), Gang Kecap, Padangpanjang; Jecky (18),
Asrama Polsek, Padangpanjang; Firmansyah (13), Jalan Anas Karim,
Padangpanjang; Tirta (15), Jalan Anas Karim, Padangpanjang; Betri
Susanti (17), Sicincin, Padangpariaman; Maiyendra Adrian (14), Kototuo
Panyalaian; dan Ali Warnata (13), Kototuo Panyalaian.

"Korban yang diketahui identitasnya itu sudah divisum di RSUD
Padangpanjang dan RS Yarsi Padangpanjang serta sudah diambil anggota
keluarga. Tiga korban meninggal lainnya, yang belum diketahui
identitasnya, kini masih berada di ruang jenazah RS Yarsi," jelas
Yohanes. (nal) ________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Rasyid, Taufiq (taufiqr)
Sent: 11 Desember 2008 15:15
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Kareta Api Jatuah


He..he...kabatulan Mintuo ambo salah satu nan ikuik tajilapak di Anai ko
lah almarhum.  
Kok indak bisa pulo ambo interview.
Salah satu kenangan dek baliau adolah saketek goresan dakek kaniangnyo
Wass
TR- 53 +

No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.552 / Virus Database: 270.9.16/1842 - Release Date:
10-Des-2008
18:53
 




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke