Jumat, 12 Desember 2008
Padang, Singgalang
“Mak awak lulus, Mak, namo awak ado di koran.” Ribuan orang kemarin
mengabari orangtua, suami dan istri tercinta soal ia lulus ujian CPNS.
Puluhan ribu lainnya, terkulai layu. Memang, CPNS seperti besi berani yang
kemarin telah menghisap puluhan ribu orang ke pusarannya. Suratkabar dicetak
berlipat-ganda, tak cukup juga. Dijual Rp5.000/eksamplar, dibelinya. Dijual
Rp10 ribu dibelinya juga. Mereka berebut membeli, membaca. Lalu bersorak
riang dan yang lain tertunduk lesu.
Semua suratkabar Padang memang memuat pengumuman hasil ujian CPNS formasi
2008, terbanyak di Singgalang. Bagi peserta ujian, pagi kemarin menunggu
suratkabar, bak menunggu beduk berbuka. Malah di Payakumbuh, seminggu lalu,
orang sudah memesan koran edisi kemarin. Tiap pemesan dapat satu kupon warna
putih.
Yosi Nova lulusan STSI Padang Panjang, bersujud syukur begitu mendapatkan
Singgalang di Solok Selatan, kemarin. Ketika itu hari belum pagi benar. Pada
saat yang sama, di depan Toko Buku Hizra, Payakumbuh, anak muda sudah antre.
Masih 6.30 WIB, koran baru akan dibagi pukul 10.00 WIB.
Di Solok kerumuman tak kalah dahsyatnya. “ Desi lulus jadi guru SD, Mak,
namo Ci kalua di koran kiro e...,” kata wanita ini lantang, lewat telepon
genggamnya di antara kerumunan orang di sana.
“Alhamudillah, saya jadi PNS, gaji saya akan dipakai untuk menyekolahkan
adik-adik saya,” kata Harma, yang lulus di Painan. Sejumlah anak muda
lainnya di Kabupaten Solok berjanji akan membayar nazar, puasa, membantai
ayam, mengundang orang siak ke rumah.
Di Pasaman Barat, materai Rp6.000 habis, karena hal itu dibutuhkan untuk
kelengkapan syarat-syarat selanjutnya. Beberapa orang datang dari Pekanbaru
dengan membawa mobil. Sampai di Simpang Empat, ternyata tak lulus.
Kabupaten Solok
Hasil seleksi CPNS secara resmi diumumkam Kamis (11/12) melalui suratkabar
dan dipasangkan langsung di papan pengumuman Badan Kepegawaian Daerah
Kabupaten Solok. Sedih dan gembira bercampur menjadi satu setelah peserta
melihat hasil. Mereka yang lulus gembira bukan kepalang, mereka yang belum
beruntung sedih.
Vivin Oktavienty, merupakan salah seorang CPNS yang baru saja lulus. Dia
warga Kabupaten Solok, yang sebelumnya merantau ke Medan. Dia jauh-jauh
pulang ke Solok untuk mengikuti tes. “Alhamdulillah, saya lulus,” katanya.
Vivin tamatan D3 apoteker. Dia lulus sebagai untuk formasi sebagai asisten
apoteker. Untuk formasi itu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok
diterima enam orang. Menjelang pengumuman diterbitkan di koran, kakak Vivin
sibuk menghubungi Singgalang. Kakaknya tak sabar untuk mengetahui nasibnya.
“Cepatlah, lulus atau tidak adik saya,” kata kakak Vivin, seraya
mempertanyakan, apakah pengumuman sudah di tangan untuk diiklankan atau
belum.
Vivin yang berada di Medan, bukan main gembiranya saat diberi tahu dia
lulus. Vivin berjanji akan menjadi pegawai yang baik. “Saya sungguh
beruntung, karena persaingan sangat ketat,” kata Vivin.
Ketika Vivin gembira, peserta yang belum beruntung hanya bisa tertunduk
lesu. Mereka yang belum beruntung, di antaranya Harry Harpenanda dan Ad.
Pahda Deby Lareta yang akrab dipanggil Deby.
Hary seorang sarjana teknik elektro yang mendaftar untuk formasi instruktur
di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok. Deby sarjana komunikasi juga
gagal merengkuh impian menjadi pegawai.
Hary termenung setelah membaca koran yang tak mencantumkan namanya sebagai
orang yang lulus. Dia sedih. Walau sedih, dia masih bisa merokok. Dia juga
masih membagi-bagikan koran. Selama ini, Hary juga bekerja staf honorer di
lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok. “Saya tak akan menyerah, tahun depan
kalau ada kesempatan akan ikut tes lagi,” katanya.
Deby juga tertunduk layu karena tak lulus. “Ondeh, awak tak lulus,” katanya.
Deby juga akan ikut lagi di masa mendatang. Menjadi pegawai merupakan
cita-citanya. Dia berkeyakinan, menjadi pegawai karena profesi itu dianggap
sebagai pekerjaan yang meyakinkan sekaligus punya masa depan.
Pegawai yang dinyatakan lulus, kemarin satu persatu telah mulai mendatangi
Badan Kepegawaian Daerah Pemerintah Kabupaten Solok guna mencari informasi
lebih lanjut setelah pengumuman dikeluarkan. Ada pula calon pegawai yang
memandangi komplek perkantoran Arosuka sebagai tempat bekerja kelak.
Mereka yang lulus juga banyak akan melaksanakan puasa, membayar zakat dan
lain sebagainya, sebagai tanda bersyukur kepada Tuhan.
Kota Solok
Begitu hasil seleksi diumumkan kemaren lewat media masa, ratusan peserta
CPNS di Solok basihonjak kegirangan bagaikan kacang diabuih ciek. Namun ada
juga sebaliknya, mereka justru termenung menyesali nasib.
Mereka yang seperti kacang diabuih ciek berarti dinyatakan lulus, sedangkan
yang termenung tentu saja belum beruntung.
Nel, kepada Singgalang mengaku kesal, lantaran dirinya dinyatakan tidak
lulus menjadi CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok. Padahal
jah-jauh sebelum hari gadis manis yang tercatat sebagai guru honorer di
salah satu SMU negeri itu telah bersusah payah mempersiapkan segala
sesuatunya, hingga melakukan pembahasan bank soal bersama dua rekannya. Tapi
sayang, buyar.
Tahun depan ia akan ikut lagi. Hal itu lantaran keinginannya menjadi PNS
sangat besar, sebab PNS selain terhormat juga diyakininya menjanjikan hingga
hari tua kelak.
Nel mengaku, semua soal-soal ujian seleksi CPNS telah diselesaikan dengan
benar, diyakini tingkat kegagalannya akan tipis, namun akhirnya malah gagal
juga.
Lain pula dengan Desi, ia malah berbunga-bunga dan berkali-kali tertawa
lepas tatkala namanya diketahui tercantum dalam hasil seleksi CPNS di
Singgalang. Saking bahagianya, langsung dikabarinya via ponsel seluruh
anggota keluarga, mulai suami, ayah-ibu, kakak, adek, paman, nenek tercinta.
“ Desi lulus jadi guru SD Mak, namo ci kalua di koran kiro e..” katanya.
Mendadak berekspresi seperti itu katanya saat ditanya Singgalang karena
keinginan menjadi PNS sangat besar, demi membahagiakan kedua orang tua dan
suami. Ia bertekat akan mengabdikan diri sepenuhnya untuk negara, serta
mentaati semua aturan yang berlaku.
Solok Selatan
Pagi kemarin sekitar pukul 06.00 WIB wartawan Singgalang Solok Selatan sibuk
dengan telepon genggamnya karena hampir setiap orang menghubungi wartawan
menanyakan apakah Singgalang sudah datang atau belum.
Perwakilan Singgalang di Muara Labauh sudah didatangi ratusan pencaker.
Mereka gelisah, seperti menanti menantu baru yang terlambat di jalan.
Ah, armada Singgalang terlihat meluncur dari arah Padang. Belum lagi mobil
berhenti, mereka sudah menyerbu. Hanya 15 menit, koran licin tandas.
Sebanyak yang dapat, sebanyak itu pula yang tidak kebagian.
Terdengar suara histeri. Lalu terlihat ada yang sujud syukur. Lalu ada yang
matanya sabak, menetes air matanya. Ia tak lulus rupanya. Tapi banyak yang
cuek bebek. “Tak lulus tak anti,” katanya.
Yosi Nova S.Sm., yang sudah lima kali mengiuti tes CPNS. Kali ini dewi
fortuna berpihak padanya. Ia yang jebolan ASKI Padang Panjang itu girang
alang kepalang. Yosi lansung bersyujud syukur di lantai kantor Singgalang.
Saat di wawancarai Singgalang Yosi mengatakan, bersykur kepada Tuhan. Sudah
lima kali mengikutti tes, baru tahun ini berhasil. Hati siapa takkan senang.
Sementara itu Budi salah seorang peserta yang tidak lulus, mengatakan, belum
ada rezki. “Sudah tiga kali mengikuti tes, tapi gagal terus,” katanya.
menurut budi hasil sekarang ini memang benar benar murni.
Painan
Harma, 26 salah seorang peserta yang lolos dalam test CPNS di Pessel gembira
dan bersyukur kepada Allah SWT. Katanya, persiapan menghadapi ujian memang
sudah maksimal. Di samping itu ia selalu berdoa supaya berhasil.
“PNS sudah menjadi dambaan saya selama ini. Karena ada penghasilan tetap
setiap bulannya. Sebagian gaji diterima nanti akan dimanfaatkan untuk biaya
kuliah adik saya. Setelah kedua orang tua meninggal, saya harus berusaha
bagaimana memenuhi biaya hidup dan kuliah adik,” tuturnya.
Sementara Yusni, 30 salah seorang peserta CPNS yang gagal mengatakan,
barangkali belum nasib menjadi PNS. Meskipun ia sudah beberapa kali ikut
tes.
“Walaupun tidak lolos kali ini, saya tidak patah semangat dan akan tetap
ikut tes jika ada lowongan dan umur masih di bawah batas 35 tahun.”
Pariaman
Feri Yuliardi, SE., salah seorang peserta tes CPNSD yang tak lulus untuk
formasi pengembangan perekonomian di salah satu dinas di Kabupaten Padang
Pariaman kepada Singgalang Kamis (11/12) mengungkapkan, meski dirinya belum
beruntung, namun pihaknya merasa puas dengan proses pelaksanaan tes hingga
pengumuman hasil tes CPNSD tahun 2008.
Menurutnya, semua tahapan pelaksanaan tes CPNSD tahun 2008 sudah berjalan
bagus dan telah jauh dari indikasi KKN. Kalau pun masih bisa KKN, peluang
untuk itu sangatlah kecil. Sebagai contoh menurut Feri Yuliardi, untuk
tahun 2008 ini saja, dari data yang dia peroleh, tercacat sejumlah anak
pejabat, juga dinyatakan tak lulus seleksi CPNSD, sama seperti dirinya.
“Inilah bedanya pelaksanaan tes CPNSD tahun 2008 dengan pelaksanaan tes
tahun-tahun sebelumnya. Kalaupun saya tak lulus, berarti memang kemampuan
kawan yang lain jauh lebih bagus dari saya,” kata Feri Yuliardi.
Sementara, drh. Dartini salah seorang peserta tes CPNSD yang lulus untuk
formasi medik veteriner di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Padang
Pariaman, saat dimintai komentarnya menilai, tes tahun ini juga cukup bagus
dan jauh lebih transparan. Karena telah melibatkan berbagai pihak, termasuk
peranan media dalam mensosialisasikan semua tahapan pelaksanaan tes.
Menurut Dartini, awalnya dia pesimis dengan pelaksanaan tes CPNSD. Sebab,
melihat peserta tes yang puluhan ribu jumlahnya, tak sebanding dengan
peluang formasi yang akan diperebutkan. “Alhamdulillah, akhirnya saya bisa
lulus tes CPNSD. Ini adalah tes yang keempat kali yang saya ikuti.”
Baik Feri Yuliardi maupun Dartini berharap, agar proses pelaksanaan seleksi
CPNSD yang sudah baik dan transparan tahun ini bisa berlanjut hingga
pelaksanaan seleksi CPNSD tahun-tahun berikutnya.
Pasbar
Ribuan pelamar CPNS di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) kecewa karena tidak
lulus tes pegawai. Padahal pekerjaan sebagai PNS menjadi cita-cita mereka
sejak dijenjang pendidikan.
Begitu juga rasa kebahagian yang terlihat terpancar di raut wajar pelamar
yang keluar nomornya pada media massa. Harian Singgalang laris manis di
Pasbar. Ketika koran sampai sejumlah pertokoan dan kantor bupati, para
pelamar terlihat berebutan mengambil dan membeli koran.
Tujuan mereka hanya satu, yakni melihat pengumuman CPNS, dari sekian banyak
warga Pasbar. Banyak juga yang melamar di luar Kabupaten Pasbar.
Ketika membaca pengumuman di koran, ada yang terhenyak ketika melihat nomor
dan namanya tidak muncul. Sebagian tidak merasa puas, akhirnya mencari papan
pengumuman memastikan betul apakah lulus atau tidak.
“Saat ini saya dan teman-teman yang lulus mulai mempersiapkan bahan
persyaratan yang telah diumumkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pasbar” kata
sejumlah pelamar yang lulus.
Materai Rp6000 juga laris manis, bahkan sempat habis di toko dan kantor pos.
Karena para pelamar yang lulus berebutan membeli matrai. Siang kemarin matra
Rp 6000 sudah sulit dicari di Simpang Empat.
Salah seorang pelamar yang tidak lulus, Yat ketika diminta komentarnya
merasa kecewa karena nomornya tidak keluar padahal PNS merupakan harapan dan
impian. Yat adalah salah seorang pelamar dari tenaga guru yang datang dari
Rokan Hulu Provinsi Riau.
“Dari jauh-jauh saya datang berharap bisa lulus mencari pegawai di Pemkab
Pasbar. Berjuang mengadu nasib dengan melamar tes CPNS tapi apa daya saya
tidak lulus, mungkin belum rezeki saya,” katanya.
Penderitaan ikut tes CPNS memang sangatk banyak bisa sampai ke Pasbar. Mobil
yang ia pinjam dari Riau ke Pasbar sudah sempat tabrakan di jalan. Untung
saja tidak mengalami luka-luka.
Kepala BKD Pasbar, Drs. Asnol Amri ketika ditanya mengatakan setelah lulus
para pelamar dilakukan pemberkasan sesuai dengan persaratan yang sudah
ditentukan. Penyampaian bahan mulai dari tanggal 15 sampai dengan 19
Desember. Setelah itu baru dibawa ke BKN untuk permintaan NIP (nomor induk
pegawai) dan setelah itu dibuatkan sknya yang direncanakan Januari 2009
diserahkan.
Agam
Di Kabupaten Agam, Yudi Kurniawan, warga Sitalang, Kec. Ampek Nagari
termasuk salah seorang pelamar yang beruntung. Ia lulus. Awalnya dia mengaku
tidak merasa percaya dengan informasi yang diterimanya dari temannya
melalui SMS.
Yudi memilih lokasi ujian di Pasaman Barat, lantaran formasi yang tersedia
ada di sana dan tidak ada di Agam. “Ini sebuah keberuntungan ia dinyatakan
lulus. Sebelumnya sudah tiga kali ikut tes menjadi CPNS sejak menamatkan
pendidikan S1 di IAIN Imam Bonjol Padang beberapa tahun silam.
Pengakuannya, untuk mengikuti ujian dia pukul 04. 00 dinihari dan berangkat
menuju lokasi ujian sekitar pukul 06.00 WIB.
Atas kelulusan itu menyatakan sangat bersyukur kepada Allah SWT. “Banyak
yang harus dipenuhinya sebelum berangkat kembali ke kabupaten tetangga
tempat dia melamar dulunya,” katanya.
208/404/204/214/423/213/212/210
http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=
4101&Itemid=287
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.552 / Virus Database: 270.9.17/1844 - Release Date: 11-Des-2008
20:58
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---