aSSwRwb, Sanak semua, membaca komentar2 sanak2 ttg caleg menandatangi
Anti korupsi, sgt menarik kita amati, pengamatan saya sementara
"terdapatnya ke pesimisan" kita terhdp caleg tsb nantinya di
legislatif sana? Ini dapat kita terima dan maklumi. Mulai dr
pengrekrutan caleg, baik melalui calon seleberitis atau aktivist,
melalui jalur "superhigway"serta nepotisme, saudara kandung, isteri,
anak (ada yg berumur 24 tahun)dan orang2 dekat elite partai., dan tak
terlupa melalui jalur "fulus" spy di berikan nomor jadi. iNi
mengrefleskikan tidak adanya transparansi ttg "performance" calon tsb.
Performance yg kita maksud " adalah adanya keterbukaan bagi kita sbg
rakyat badarai/konsituen utk mengethaui track record (rekam jejak)nya
calon wakil kita yg akan memperjuangkan keberadaan kita. Spt pernah
saya posting , rata2 50-70 percent wakil kita dari Sumbar berdomilisi
di luar Sumbar. Walaupun mrk urang awak,..tp masalahnya "sejauhmana
kedekatan psychologis nya dan sensivitas nya terhadap masalah2 yg sdg
kita hadapi sekarang dan masa depan.
Dibawah saya forward kan Dewan Integritas Bangsa mendatangi KPU scr
National. Bgmn cost effective nya DEwan ini? Apakah sekedar wacana or
rhetorika ? atau PR (public relation? Antalah sanak?
Dari2  response posting sanak2, izinkna saya mengusulkan kpd caleg
Sumbar nantinya, kalau seandainya duduk di DPR sana , nantinya utk
melobby, dan mengusahakan
Pembentukan UU/Peraturan yg berkait an dgn Integritas anggota DPR tsb.
Ini lah cara yg lbh ter struktur utk mengethaui performace anggota DPR
nanti nya.
UU/peraturan tsb  a.L"

1. UU Keterbukaan para kiprah anggota DPR tsb.Bhw rakyat bisa dan
dapat memgetahui apa saja kerja anggota tsb. Apakah UU KIP, yg tlh di
sah kan bisa diaplikasi kan kpd anggota DPR tsb? Apa UU yg tlh di
bentuk dan sdg di bahas?
  Dan tak lupa rakyat hrs bisa memndapatkan laporan kalau ada study
banding Ke Luar Negeri, proposal nya, benefit cost nya study tsb ,
apa2 proyek yg sdg di tangani i dll.

Sbg illustrasi, aNggota DPRD Sumbar yg study banding ke Jepang, tidak
ada masyarakat yg "menonjok keras" kepergian anggota tsb? Dimana
salahnya,? Apakah kita setuju, atau kita sdh pasrah. "inyo ka bantuak
itu juo nyo" kecek awak spt membuang garam ke laut." jadi prinsip nya
dan APBD yg di alokasi kan apakah mencapai sasaran nya utk
kesejahteraan rang banyak /rakyta badarai. Ini juga termasuk "korupsi
hati nurani".
Saya yakin "pengusulan UU Keterbukaan ini akan mendapat tatanngan kuat
utk tidak di ciptakan, spt.juga UU recall.

2. UU recall,seharus nya rakyat sbg pemilih , harus bisa me recall
wakil nya di DPR/D dgn sekian percent tanda tangan petisi (15-20 %).
Sekarang yg boleh me recall hanya dari Partai nya masing2, krn
pembentukan UU tsb di blokir oleh anggota partai2 tsb. Lihat saja
partai besar "mensyaratkan 20 percent" suara nya di DPR baru bisa
utkcalon Presiden.
Bgmn partai 2besar menghambat "tunas2 pemimpin independen berbakat utk
maju jadi calon presiden".
Pertanyaan nya Apakah caleg Sumbat kita bisa mengusulkan Penbentukan
UU tsb. Saya juga msh pesimis.

3. Cuma saja kita berdoa, semoga masa2 mendatang Pemilhan Caleg
berdasarkan system distrik, dan suara terbanyak, yg telah lama
wacananya. Tapi sgt beringsut kemajuan nya. Segelintir partai menganut
system suara terbanyak, tidak berdasrkan no. urut.

4. Kita harapkan di masyaratkat madani, benyak mendirikan Lembaga2
pendidikan politik rakyat, spt. pendidikan pemilihan calon wakilnya yg
dikehendai rakyat bnayak.
Hak2 nya terhadap wakil nya, termasuk utk ber "golput", dan termasuk
hak2 utk menagih janji2 nya yg di lontarkan ya waktu kampanye.
Antalh sanak, kepesimisan awak harus bisa dicarikan jalan keluarnya yg positif.
Wass. Muzirman.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Komitmen
Integritas Calon Anggota Legislatif Ditantang

KOMPAS/PRIYOMBODO / Kompas Images
Anggota KPU, Abdul Aziz (kiri), menerima kunjungan Ketua Tim 45 Dewan
Integritas Bangsa KH Salahuddin Wahid beserta rombongan di kantor KPU,
Jakarta, Selasa (9/12). Kunjungan itu membicarakan piagam komitmen
integritas calon anggota DPR 2009-2014.

Rabu, 10 Desember 2008 | 03:00 WIB
Jakarta, Kompas - Dewan Integritas Bangsa menantang keberanian para
calon anggota legislatif menandatangani komitmen integritas. Sebanyak
10.931 caleg DPR akan dikirimi kartu pos komitmen integritas oleh
Dewan Integritas Bangsa.

Untuk keperluan itu, Dewan Integritas Bangsa datang ke kantor Komisi
Pemilihan Umum (KPU), Selasa (9/12). Ketua Tim 45 Dewan Integritas
Bangsa Salahuddin Wahid bersama rombongan diterima anggota KPU, Abdul
Aziz.

Komitmen integritas calon anggota DPR 2009-2014 berisikan mengenai
komitmen caleg untuk pemberantasan korupsi. Selain itu, caleg juga
dimintai komitmennya untuk memperjuangkan prinsip pembuktian terbalik
atas harta kekayaan seluruh penyelenggara negara dalam peraturan.

Menurut Salahuddin, komitmen caleg terkait dengan pembuktian terbalik
dalam tindak pidana korupsi akan lebih efektif dalam pemberantasan
korupsi.

Koordinator Tim Dewan Integritas Bangsa Lieus Sungkharisma
menambahkan, pihaknya akan mengumumkan, bagi caleg yang menandatangani
komitmen integritas itu, Dewan Integritas Bangsa akan mengirimkan
kartu pos komitmen integritasnya mulai 16 Desember mendatang.

Menanggapi hal itu, Abdul Aziz mengatakan, KPU menghargai upaya-upaya
masyarakat yang ingin menyukseskan Pemilu 2009. "Ini merupakan bagian
dari partisipasi masyarakat untuk menambah informasi tentang para
caleg

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke