Alhamdulilah, Mak Itam sudah "hidup" dan "belajar jalan" sampai Stasiun Muaro
Kalaban. Akan menginap disana malam ini. Baru besok terus ke Stasiun/Musium
Sawahlunto.
Tadi sore, sempet tekanannya agak lambat naiknya. Mungkin kalori batubaranya
agak rendah. Semula diperkirakan 3 jam pemanasan sudah bisa jalan, ttp tekanan
baru mencapai 2 psi. Tekanan normal mestinya sktr 6 psi. Stlh lbh dr 5 jam br
tekanannya memadai dan Mak Itam mulai beringsut ke Stasiun Muaro Kalaban.
Ada satu SMS yg agak puitis dari Pak Husein, Kadiv KAI Sumbar tadi siang ke
Dir PT KAI yg di cc ke saya: "Pengapian udah berlangsung 2 jam, asap makin
tebal menyeruak ke angkasa dr cerobong Mak Itam, alamaak indah sekali...". Mak
Itam emang bikin orang jadi rada sentimentil he..he...
Terima kasih atas semua dukungan dan keterlibatannya.
Salam,
Nofrins
Sekjen MPKAS
www.mpkas.west-sumatra.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---