Sanak Sapalanta Postingan ini mengingat kenangan saya membawakan Tari Rantak ketika festival Tari dulunya dan sempat dilatih oleh pencipta Tari tersebut secara lansung yaitu Ibu Gusmiati Suid (Alm), menari bukan hanya dengan gerak fisik tapi juga dengan jiwa, kita harus tahu dulu jiwa, karakter dan philosophy tarian tersebut. Ini saya posting kenangan itu
Selamat membaca semoga berkenan ---------------------------------------------------------------JP TARI RANTAK By : Ir. Jupardi Saat diSMP saya aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler, salah satunya dibidang kesenian yaitu Seni Tari ...Pada masa itu saya merasa malu juga karena "dicemeeh" oleh kawan-kawan, maklum saya waktu itu masih anak-anak mau berangkat remaja. Di SMA saya telah berkesenian (Seni Tari) bukan hanya dengan gerakan fisik lagi, tapi juga dengan jiwa..setelah anak Ibu Sofyani yaitu Yossy dan Soni bergabung di SMA PPSP. Ibu Sofyani adalah salah seorang kareografer Seni Tari Minang yang terkenal di Sumatera Barat. Sanggar Tari yang dipimpinnya sudah melalang buana ke manca Negara, tidak perlu dipertanyakan lagi kapasitas beliau dalam hal ini. Beliau adalah salah satu ikon buat kemajuan seni tari minang, disamping Almarhum Gusmiati Suid.(generasi diatas beliau mudah-mudahan penulis tidak lupa Alm Huriah Adam). Beberapa tari hasil ciptaan Ibu Sofyani seperti yang disampaikan oleh anaknya (Soni) kepada saya "Tari Piring, Tari Indang, Tari Pasambahan dll" Pada saat itu, dalam rangka menghadapi Festival Tari Minang Tingkat Pelajar se Kodya Padang, kami (Saya, Tot, Bandit, Ben, Yossy, Soni...Uslinda, maaf ya yang cewek satu lagi penulis lupa namanya, mungkin seangkatan Soni), kami akan menampilkan dua Tarian yaitu Tari Payung ciptaan Ibu Sofyani dan Tari Rantak ciptaan Alm Gusmiati Suid. Pelatihnya saat itu..ya ..Yossy dan Soni karena mereka sudah menguasai tarian ini. Ibu Sofyani inilah yang mengajarkan kami bagaimana menari dengan Jiwa. Masih ingat oleh penulis bagaimana Ibu Sofyani menjelaskan Jiwa (Semangat) dari Tari Payung. "Tari Payung ini adalah tari keceriaan, kegembiraan anak muda yang sedang dilanda asmara..kata beliau...jadi Ndi..kok ibu caliak lah rancak gerakannyo..tapi ekspresinya mana..dicaliak...dilirik pasangan Andi tu..berikan dia senyuman..yang manis..berikan ekspresi kegembiraan dari awal tari sampai berakhir...Kata arahan beliau" Kami ikuti segala petunjuk yang diberikan oleh beliau bagaimana "Menari dengan Jiwa" (lah ambo agiahkan lo senyuman dan lirikan ka pasangan ambo. Tapi lai indak ambo kicok inyo do...kok main kicok-kico-an lo dalam manari..tu gata awak namonyo..hei..e..hei). Begitu juga dengan Tari Rantak, kami juga berlatih di Taman Budaya di pentas tempat berlansungnya festival, sempat disaksikan oleh Ibu Gusmiati Suid. Beliau memberikan arahan dari Jiwa tarian ini gerakan. Tari Rantak ini seperti ciptaan tarian Gusmiati Suid lainnya banyak diambil dari gerakan silat minang dengan hentakan kaki yang tegas dan lentikan tangan yang ekspresif. Sebelum tampil diatas panggung pada hari H nya, Ibu Sofyani masih meneliti kami satu persatu...terutama pakain kami. Penulis masih ingat bagaimana beliau membetulkan "Saluak" dikepala " dan "Sarawa Galembong" yang penulis pakai (dalam hal ini saya kurang telaten)..Beliau khawatir.".beko tagurajai lo sarawa andi sadang manari". Wah kalau ini terjadi tarian yang elok kami tampilkan akan sia-sia hanya karena masalah sepele ini. Kami telah tampilkan kedua tari tersebut dengan gerakan indah, ekspresi..impresif. Semua orang bertepuk tangan. Hasilnya ..kami Juara I (kata ini perlu saya tegaskan...JUARA SATU) Perjuangan kami berbuah manis, tarian ini hanya berdurasi 7-10 menit, tapi dibelakang 7-10 menit tersebut kami telah menguras energi..pikiran kami berminggu-minggu. Sungguh... suatu kerja keras dengan hasil yang optimal. Inilah kenangan indah kami waktu sekolah di SMA PPSP dulunya..kenangan yang slalu kami ceritakan kepada anak-anak kami. Saya waktu di Padang 2 tahun yang lalu...memaksakan kehendak saya kepada anak saya yang pertama untuk bisa mempelajari tari minang. Penulis ikutkan dia Les Tari di sebuah sanggar Taman Budaya Padang. Hanya 2 kali pertemuan dia ikuti, selanjutnya dengan berbagai alasan dia tidak hadir lagi. Akhirnya saya sadar bukan disini bakat anak saya....mungkin di bidang lain...........Ya ...Sudah. Simeulue Island, March 12th, 2006 (Diedit lagi 6 April 2008) ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Nofiardi Sent: Friday, December 19, 2008 1:35 PM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Tari Rantak Harus Dikembalikan ke Falsafah Semula DARI FESTIVAL TARI RANTAK Tari Rantak Harus Dikembalikan ke Falsafah Semula Kamis, 04/12/2008 17:06 WIB ----~----~----~----~------~----~------~--~--- --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
