Pak Nofins dan Adi Dunsanak

 

Membaca postingan Pak Nofins ini kelihatan sebuah perjuangan, usaha dan
kerja yang sungguh-sungguh dan cukup berat, sedikit banyak saya sudah
bisa membayangkan ini bukan kerja yang ringan "The Long and Winding
Road" begitu salah satu judul lagu The Beatles yang melegenda ini. Sudah
saling memaaafkan antara "tangan-tangan tak tampak" dengan
"tangan-tangan yang tampak" sehingga Mak Itam sebuah loko yang menurut
literature (postingan Bung Riri) termasuk  "Limited Edition" bisa Pulang
Kampung ke Ranah Minang dan memang Ranah Minang tempat masa keemasan KA
khususnya Loko Uap Mak Itam yang bernomor E 1060 beroperasi.Mungkin ini
salah satu factor kunci yang sedikit memberikan "tekanan" kita bisa
kembali mendapatkan jika dibandingkan Loko Uap ini dulunya beroperasi di
tanah jawa.

 

Mungkin Pak Nofrin telah mencatat semua sejarah dari A to Z tentang
kepulangan Mak Itam ini, jika saya punya usul atau memang Pak Nofrins
dan kawan2 sudah punya ide bisa juga diterbitkan sebuah buku tentang apa
dan bagaimana kepulangan,sejarah, spesiifikasi teknis Loko Uap E 1060
dll dengan sebuah buku yang menarik lengkap dengan foto-foto Mak Itam
yang Pak Nofrins koleksi,  dikemas buku ini secantik mungkin dengan
memanfaatkan kemajuan teknologi multimedia apalagi Pak Nofrin saya rasa
mempunyai laporan-laporan dari hari kehari tentang kepulangan Mak Itam
ini yang diposting di komunitas milist urang Minang.Setelah buku ini
terbit Insya Allah menjadi sumber uang juga bagi operasional Mak Itam.
Buku ini bisa dibeli kita tawarkan dalam acara-acara orang Minang yang
cukup wah dan semarak maksud saya misalnya ketika ada even-even orang
Minang baik di Sumbar dan DiRantau para pengusaha Minang yang sukses
dengan para petinggi sedang berkumpul atau bermusyawarah, disinilah
biasanya ajang "todong-menodong" pengumpulan dana, nah seperti biasa
jika ada acara ini orang Minang akan ringan saja mengeluarkan uang dari
kantongnya (Ini mungkin salah satu alternative sumber dana cadangan jika
memang diperjalanan Dana operasinal untuak mak Itam "sasak angok"

 

Peran Swasta

 

Mungkin ide ini sudah lazim, jika memang disokong dana operasional oleh
Porvider seluler dalam hal ini XL, maka bisa juga pihak XL memberikan
tambahan dana dengan menerbitkan voucher isi ulang (Kartu)  dengan
bergambar Loko Uap, setiap yang terjual voucher bergambar "Mak Itam" ini
maka pihak XL menyisakan berapa ribu rupiah sesuai dengan nilai Voucher,
Misal Voucher 50,000 yang dibeli konsumen maka pihak XL memberikan
kontribusi dana operasional buat Mak Itam Rp 2.000,- Banyak lagi mungkin
ide-ide kreatif tentunya yang bisa dibuat oleh provider tersebut apalagi
persaingan di dunia bisnis seluler sangat ketat.

 

Kacio

 

Tidak ada salahnya juga Pak Nofrins melalui MPKAS membuak kacio dengan
rekening tersendiri yang sifatnya sukarela, semampu dan seikhlas dari
seluruh masyarakat minang maupun para pecinta dan peduli Mak Itam.
Sumbangan bersifat  sukarela dan tidak mengikat ini juga sebagai dana
cadangan, Seandainya dalam perjalanan Mak Itam tidak ada masalah dana
operasional terpenuhi dari Sponsor, Pemda, Tiket dari Wisata dan
sumber-sumber resmi lainnya. Kacio ini bisa dimanfaatkan untuk
kegiatan-kegiatan yang bermanfaat buat masyarakat dengan momentum acara
dikaitkan dengan Mak Itam, misalnya ada acara 1 tahun atau 5 tahun Mak
Itam pulang kampung ada perayaannya maka bisa kita buat acara-acara atau
bakti social buat masyarakat kebanyakan

 

Sementara itu dulu pendapat dan ide dari saya, mungkin sanak di palanta
punya ide lain, intinya atau moto kita "Jangan sampai kembali lagi Mak
Itam ke Tanah Jawa atau Jangan sampai Mak Itam di meseumkan", apalagi
Mak Itam kita ini adalah barang tua bahkan sudah termasuk kategori kuno
ini cukup rumit dalam masalah perawatan dan perbaikan jika rusak apalagi
sudah menyangkut suku cadangnya. Tapi saya yakin orang Indonesia sangat
pintar dan lihai dalam "mengakal-akali" barang tua agar hidup dan jalan
lagi, bukan hal yang aneh lagi sebuah mobil atau motor tua dan kuno yang
sudah teronggok jadi sampah bisa hidup dan jalan lagi, bagaimanapun cara
pasti orang yang lihai dan pintar ini selalu ada jalan untuk
"mengakal-akali"  apakah dengan jalan memodifikasi, kanibal, membuat
suku cadang sesuai spesifikasinya dsb.

 

Bagi saya pribadi Mak Itam atau khususnya Kereta Api cukup mempunyai
ikatan emosional bagi saya, inilah alat transport yang saya rasakan
lebih bersifat sosial dari pada mencari untungnya, malah "saking sosial"
nya ketika saya keliling jawa ala koboy dengan KA kelas Kambing untuk
jarak tertentu bisa luput dari tagihan atau pengecekan karcis digerbong
(sengaja menghindar sih..he..he..maklum mahasiswa mau petualangan tapi
kere) jikapun kepergok petugas di gerbong maka petugaspun maklum jika
kami membayar ala kadarnya harga borongan berombongan, yang penting naik
dulu ke gerbong bagaimana urusan nanti diatas gerbong nanti saja dipikir
begitu moto kami dulu ketika keliling jawa ala koboy dengan KA.

 

Semoga kita akan selalu mendengar tarikan panjang yang lelah dari Mak
Itam ketika berhenti distasiun...cushhhhhhhhhh...cushhhhhhhhh  dan
lengkingan panjang bunyinya yang khas saat berjalan diatas
rel..Tuiiiitttttttttttttttt..tut..tut..tuiiitttttttttttttttttt  !!!

 

 

Wass-jepe

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Yulnofrins Napilus
Sent: Monday, December 22, 2008 1:47 AM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: DISAIN CANTIK utk Gerbong2 KA Wisata Sumbar...

 

Adi Dunsanak kasadonyo,

 

Maaf talambek mambaleh. Seharian kalua rumah tadi jo keluarga...

 

Masalah kacio, iko diingekkan bana dek Pak Sony waktu kito basuo basamo
jo Mak Itam di Tol Cikampek Km.52. Silahkan dikoordinir langsuang dek
MPKAS atau siapapun yg bersedia mengurus hal tsb. Beliau lgs memulai dg
angka US$100 dan ambo dimuko kawan2 lgs pulo ditodong US$200. Tp ambo
hanya bersedia US$100 sajo. Masak kalah pulo Direktur dek ambo nan
tukang kodak iko he..he... Jgn tanyo ambo baa mangko Pak Sony pake
dollar. Ttp setidaknya sdh ado yg memulai. Kalau alah urusan kumpua
mangumpuakan dana iko, nan takana diambo langsuang Mak Darul nyo...:)
Maaf Mak...

 

Utk rute perjalanan Mak Itam, sementara dg kondisi pisik beliau saat
iko, lebih baik memang antara Sawahlunto - Muaro Kalaban sajo dulu. Dan
mungkin juga Sawahlunto keberatan kalau dibuat trayek keluar dari area
mereka... Kalau dari Kasiop KAI, menyarankan hingga Singkarak. Tp ambo
sarankan bertahap, liat kondisi pisik beliau dululah. Maliek sorak2
dunsanak awak nan takuik bana Mak Itam iko indak akan terawat dg baik
kalau pulang ke Sumbar, rasonyo memang agak berlebihan stlh melihat dari
dekat dan merasakan sendiri situasinya. Di rantaunyo itu, indak bana
pulo diparatian cukuik detil spt yg digembar gemborkan dunsanak kito.
Ambo khawatir indak banyak nan tahu persis kondisi perawatan yg
sabananyo tajadi disinan. Makonyo ambo jo Katik Sati nekad bakunjuang ka
museum tsb utk maliek sblm diberangkatkan. Makonyo Pak Sony waktu maliek
Mak Itam di Tol Cikampek itu, langsung luruih abuaknyo maliek kondisi
Mak Itam: "Masak kondisi begini mau diresmiin didepan Presiden...?"
kecek beliau. Langsuang beliau telpon Kadaop Jateng dan memrintahkan 3
org teknisi dr Ambarawa tabang ke Sumbar dan juga minta Mas Edi dr Bdg
yg ahli ttg Loko Uap agar ikut mensupervisi perbaikannya...

Sebagian besar pecinta KA Indonesia mandukuang Mak Itam iko pulang ke
habitatnyo. Info ikolah yg kito gunokan utk meyakinkan PT KAI di pusat
dan akhirnya didukung oleh Menhub. Begitu pentingnya isu Mak Itam ini
bergulir, sampai2 Menhub stlh peresmian 5 unit gerbong baru 13 Sep lalu
itu merasa perlu utk datang berkunjung ke Kantor Direksi PT KAI utk
meyakinkan agar Mak Itam bisa segera pulang kampung. Kata pak Sony,
Gubernur kita juga mambisiakkan ke Menhub waktu peresmian di Padang itu
minta tolong agar Mak Itam 

tolong didukung. Katiko ado isu kemungkinan keberatan dari dunsanak
awak, kito pun juo mangumpuakan bbrp tokoh2 senior kito utk manjago
moril bbrp urang2 nan alah "pasang badan" utk Mak Itam iko. Ketika ado
sms ajakan demo diterima oleh Sekretaris Dirjen KA, segera pulo kito
'bergerak' dg modal sms...:) (maklum modal dengkul, sanggupnya cuman sms
doang he..he...) Sampai salah satu Bundo kito minta dicatat sia sajo
Pejabat nan terlibat jiko iyo bakal ado hambatan thd perjalanan Mak Itam
iko. Itulah seperti pernah ambo sampaikan sebelumnya, bahwa banyak
"tangan-tangan tak tampak" yg bekerja utk Mak Itam dan KA Wisata iko
sehingga akhirnyo Mak Itam bisa pulang kampuang... Tp ado jg bbrp yg
kontra dg caro2 gerilya kito iko. Tak apalah, kini alah nampak hasilnyo,
saling memaafkan sajo...:) Yang penting kito sangat berterima kasih
kepada semua pihak dan "tangan-tangan tak tampak" tsb...

 

Point dr carito iko adolah bahwa dukungan thd Mak Itam iko sangat luar
biaso besarnya. Ikatan emosi dan nostalgia masyarakat kito ka Mak Itam
iko, betul-betul diluar perkiraan ambo. Respon per telepon waktu Talk
Show di TV2 dan di Radio2, semua sangat mendukung skl. Begitu juga di
restoran2 dan pasar2 kita coba ajak diskusi juga, semua membayangkan ada
Mak Itam lagi. Kurnia tuh yang paling getol mengajak bicara siapa saja
yg ketemu sama dia, gak peduli tempat adinda ambo nan ciek itu do...:)
Sahinggo kalau iyo ado nan basadio manggalang kacio utk perawatan Mak
Itam, rasonyo indak kabarek bana do... Skln kito buktikan bahwa Mak Itam
akan labiah sanang hiduiknyo dikampuangnyo dari pado di rantau...
Walaupun kito yakin dg sepak terjang Pemko Sawahlunto salamo iko, Mak
Itam jatuah katangan yg tapek. Kito baiknyo tetap juo ikuik mandukuang,
bajago-jago sajo...

 

Salah satu pecinta KA kirim japri ke kito. Keceknyo, terlepas dari pro
dan kontra ttg Mak Itam, ttp apa yg dilakukan MPKAS perlu kita hargai.
Krn di Sumbar tampaknya ada dukungan dan kerjasama yg baik dg pihak
Pemda dan Pemerintah Pusat yg bukan sekedar dukungan moril kosong saja.
Ttp skln dg duitnya. Dan besar-besar lagi katanya. Kalau kita selama ini
lebih banyak usaha sendiri cari sponsor utk berbuat sesuatu katanya.
Kalau kito rapek nanti, ambo tunjuakan email dr ybs tsb. Artinya disisi
lain, jalinan Rantau - Ranah terbangun dg baik. Semoga bisa sama-sama
kita jaga. Insya allah...

 

Skl lg, KA Wisata Loko Uap, KA Wisata Loko Diesel, barulah satu bagian
kecil dr sarana Industri Pariwsata Sumbar. Masih banyak yang besar-besar
lainnya menunggu utk kita godok bersama-sama. Jiko lai bisa dan ado
wakatu... Semoga kerjasama yg sdh terjalin dan saling mendukung di
PARLEMEN PERANTAU MINANG SEDUNIA ini semakin baik lagi...

 

Sekian, talabiah takurang mohon maaf. Terima kasih.

 

Salam,

Nofrins

 

         

  


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke