Ikonyo :
 
Lokomotif Uap Kuno Akan Beroperasi di Sawahlunto
Minggu, 21 Desember 2008 | 01:59 WIB 

Padang, Kompas - Lokomotif uap Sawahlunto yang didatangkan kembali dari
Ambarawa, Jawa Tengah, kini disiapkan untuk menjadi bagian pariwisata di
Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Lokomotif akan difungsikan untuk menarik
kereta wisata.

Kepala Stasiun Sawahlunto Zulkifli, Jumat (19/12), mengatakan, tidak ada
kerusakan mendasar pada lokomotif uap. Tim teknisi perlu beberapa hari untuk
memperbaiki sejumlah kerusakan ringan dan mengecat ulang.

Saat ini lokomotif uap yang disebut Mak Itam itu masih berada di Stasiun
Kereta Api Muaro Kalaban. Zulkifli yakin lokomotif masih sanggup digunakan
untuk jarak jauh setiap hari.

Lokomotif uap jenis E1060 buatan tahun 1966 itu rencananya mulai beroperasi
1 Januari 2009 melayani rute Stasiun Sawahlunto-Muaro Kalaban. Sejak tahun
1980, kereta api penumpang berhenti total lantaran jalur darat dinilai lebih
ekonomis.

Stasiun mini

Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto Tun
Huseno mengatakan, Pemerintah Kota Sawahlunto tengah membangun stasiun mini
di dekat tempat wisata Water Boom Sawahlunto.

"Dengan demikian, wisatawan dari Water Boom bisa naik Mak Itam menuju ke
kota tua di pusat Kota Sawahlunto. Mereka tidak perlu membawa mobil ke kota
tua," kata Huseno.

Kota Sawahlunto juga mendapat bantuan tiga gerbong kereta dari Padang.
Gerbong tersebut akan digunakan untuk mengangkut wisatawan. (ART)


  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang,
nanang
Sent: 21 Desember 2008 19:44


Ambo di SMS tadi pagi dek kawan nan bukan urang Minang, inyo ma infokan
supayo mambaco koran Kompas hari ko halaman 2, yaitu tentang MAK ITAM. 
kini berita tentang MAK ITAM di Sawahlunto lah menyebar di segala lapisan
dan komunitas di Jakarta. Sebuah dampak positif dan tingga bagaimana me
maintance dan mengelola, bukan hanyo kereeta api sajo tetapi mulai dari hulu
sampai hilir. Dari pemasaran sampai ke pelayanan. Semogaa mumentum mak itam
ko manjadi pengerak dunia parawisata di ranah Minang.
 
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... Indra Jaya Piliang
    • ... Yulnofrins Napilus
      • ... Darul M
        • ... Yulnofrins Napilus
      • ... Riri Chaidir
        • ... Darul M
          • ... Riri Chaidir
            • ... jupardi andi
              • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
              • ... Nofend Marola
              • ... Tanjuang Heri
              • ... Riri Chaidir
              • ... Riri Chaidir
              • ... jupardi andi
              • ... Riri Chaidir
              • ... Darul M
              • ... Yulnofrins Napilus
              • ... Defiyan Cori
  • ... Ronal Chandra
    • ... Yulnofrins Napilus

Kirim email ke