Oleh: Riwayat
Bujang lapuk merupakan istilah yang diberikan kepada pemuda Minangkabau yang lambat menikah, sebagai bujang lapuk mereka merasa rendah diri dan terkadang enjadi gujingan masyarakat dalam adat Minangkabau. Bujang lapuk merupakan fenomena terssendiri dan merupakan hal yang lumrah di Ranah Minang ini. Ketika ada pemuda yang sudah lapuk, dalam arti belum menikah dengan alas an apapun, padahal dari segi umur ia sudah layak untuk menikah, namun akibat lain hal usia nikah pun mereka abaikan, aoakah karena pekerjaan belum punya, jodoh belum ada, atau ingin menikah dengan pujaan tetapi orang tua tidak setuju, atau mungkin orang tua si perempuan tidak setuju. Ada juga yang terlambat menikah karena terhalang oleh kakaknya yang belum menikah. Di Ranah Minang, kalau masih ada kaka yang belum menikah, biasanya adik mereka agak susah untuk menikah, hal ini terjadi karena sang kakak tidak mau dilangkahi atau merasa dilangakahioleh adiknya. Maka dalam keadaan seperti ini sang adik harus taat kepada kakak. Dengn demikian sang adik akan terganjal dan terhalang untuk menikah gara-gara sang kakak belum menikah, terlebih kalau kakaknya itu perempuan. Jika kakak perempuan belum menikah maka sang adik tidak boleh menikah sebelum kakak perempuannya menikah terlebih dahulu. Kenapa sang adik tidak boleh melangkahi kakak perempuannya, adik tidak boleh mendahului untuk menikah dengan alasan dan kepercayaan bahwa jika adik melangkahi kakak perempuan dalam urusan nikah, maka sang kakak perempuan akan susah mendapatkan jodoh. Nah kepercayaan seprti ini masih dikenal dan dilestarikan dalam adat Minangkabau. Padahal secara hokum islam masalah jodoh adalah urusan Tuhan,manusia hanya berusaha, sedangkan masalah hasil semuanya diserahkan kepada Allah. Adanya anggapan bahwa melangkahi kakak dalam pernikahan akan berakibat tidak lakuknya atau tidak terhalang mendapatkan jodoh bagi kakak adalah tidak benar dan menyalahi aturan agama. Dengan demikian tidak sepatutnya para pemuda merasa takut untuk menikah jika sudah mampu,masalah kakak belum menikah itu bukan soal. Karena jika sudah mampu dalam soal nikah baik materi maupun non materi maka yang terbaik adalah segera menikah. Dengan menikah akan terjaga diri dari perbuatan maksiat. Dengan menikah akan terjaga kehormatan diri. Dan jika belum mampu untuk menikah maka langkah yang terbaik adalah berpuasa, dengan puasa diharapkan mampu meredam nafsu. Pilihan untuk berpuasa bagi yang belum menikah adalah anjuran dan sekaligus perintah Rasulullah Muhammad Saw. Bujang lapuk seharusnya tidak ada jika mereka mau berusaha dan berdoa, serta tidak banyak criteria, atau pasang bandrol terlalu tinggi, boleh memilih tetapi sesuaikan dengan diri, ukur dengan keadaan diri sendiri. Cocok tidak kalau kita pakai bandrol tinggi. Semoga dengan usaha, doa, serta tidak pasang bandrol terlalu tinggi bujang lapuk akan berkurang di ranah Minangkabau ini. Semoga. http://riwayat.net/?p=20 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
