Sekiranya dipersiapkan dengan baik, jelas 'Sendratari Tuanku Imam Bonjol' akan 
mempunyai daya tarik khas, baik bagi kita orang Minang maupun bagi para saudara 
kita sebangsa dan se-Tanah Air. [Tentu juga bagi orang asing yang senang 
berkelana melihat hal-hal yang khas pada budaya lain].
Rasanya istilah Minang untuk 'sendratari' adalah 'randai'. Tapi karena istilah 
'randai' ini sudah khusus dipakai untuk kisah-kisah folklore, biarlah kita cari 
istilah lain. Lagi pula 'Sendratari Tuanku Imam Bonjol' ciptaan Sanak Nazif 
Basyir dan Rangkayo Syofiani, sudah pernah dipertunjukkan sekitar tahun 
1970-an, dan sudah jadi intellectual property rights beliau-beliau.


Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]



--- On Wed, 12/24/08, Defiyan Cori <[email protected]> wrote:


From: Defiyan Cori <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: SENDRATARI TUANKU IMAM BONJOL
To: [email protected]
Date: Wednesday, December 24, 2008, 6:39 AM







Menarik sekali itu Pak, dan saya kira inilah yang dapat menjadikan Sumatera 
Barat sebagai tempat wisata yang menarik yang akan banyak dikunjungi oleh 
wisatawan. Ada cerita-cerita folks yang dikemas dengan adaptif secara teknis, 
tetapi substansinya tidak hilang. 
Kalau bisa namanya bukan sendratari, tetapi pertunjukkan yang memakai istilah 
Minang, apa gak ada ya..?
 
Wassalam
Defiyan Cori L/40

--- On Tue, 12/23/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote:

From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] SENDRATARI TUANKU IMAM BONJOL
To: "aim ZEIN" <[email protected]>
Cc: "Rantau Net" <[email protected]>, "adhe Yusaf" 
<[email protected]>, "Drs Sjafnir Aboe NAIN" <[email protected]>, "Ir. 
Indra ARINAL" <[email protected]>, "Edy UTAMA" <[email protected]>, 
"Mas'oed ABIDIN" <[email protected]>
Date: Tuesday, December 23, 2008, 5:57 PM







Assalamualaikum w.w. Sanak Aim Zein, para pegiat wisata Sumatera Barat, dan 
para sanak sa palanta,
Sesuai dengan salah satu kesimpulan Seminar Nasional tentang Tuanku Imam Bonjol 
dan Tuanku Rao di Lubuk Sikaping tanggal 17 dan 18 Desember yang lalu, saya 
telah dapat mengadakan kontak dengan Sanak Nazif Basyir dan Rangkayo Syofiani, 
sebagai pencipta dan koreografer Sendratari Tuanku Imam Bonjol, yang pernah 
dipertunjukkan di Bukittinggi [dan Padang ? ] pada tahun 1970-an, sebagai 
bagian dari pembinaan tradisi corps (bintracor) Kodam III/17 Agustus di bawah 
Panglima Mayjen TNI Widodo. Dengan dihapuskannya Kodam III/17 Agustus, 
sendratari ini 'kehilangan induknya'. [Saya tidak yakin Kodam II/Bukit Barisan 
di Medan berminat untuk menjadikan sendratari ini sebagai bagian dari pembinaan 
tradisi corps-nya.]
Relevansi sendratari ini adalah sebagai sarana pendidikan sejarah bagi khalayak 
pada umumnya dan generasi muda pada khususnya tentang bagaimana latar belakang 
lahirnya doktrin ABS SBK, yang sekarang secara historis dapat dipastikan 
merupakan fatwa Tuanku Imam Bonjol pada tahun 1832, setelah mempertimbangkan 
kembali kekerasan yang telah dilakukan jajaran Paderi dalam tahun-tahun 
sebelumnya. Sejak tahun 1832 tersebut beliau mengembalikan harta rampasan 
kepada para pemiliknya dan kekuasaan pemerintahan kepada para penghulu..
Alhamdulillah, saya mendapat pesan singkat dari Adhe Syofiani -- puteri 
Rangkayo Syofiani -- yang menginformasikan bahwa seluruh naskah beserta 
partitur dan kliping koran tentang sendratari ini ada pada beliau dan siap 
untuk ditampilkan kembali untuk mendukung wisata sejarah. Sudah barang tentu 
perlu dilakukan latihan dan penyesuaian seperlunya.
Izinkan saya menyarankan agar sendratari ini dicantumkan sebagai salah satu 
atraksi dalam 'calendar of events' wisata Sumatera Barat, setara dengan 
Sendratari Ramayana di Candi Prambanan, Yogyakarta.
Saya percaya bahwa sendratari ini akan merupakan daya tarik khas wisata 
Sumatera Barat, melengkapi wisata alam dan wisata kuliner yang merupakan dua 
titik kuat pariwisata Sumatera Barat selama ini. Saya percaya bahwa dukungan 
dana untuk persiapan pelatihannya dapat dirundingkan dengan Deparsenibud di 
Jakarta dan DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih aas perhatian.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]





--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke