FYI...
Note: forwarded message attached.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
--- Begin Message ---
Terima kasih Pak Saafroedin Bahar dan bang Nofrins atas apresiasi dan
comentnya. Terus terang ini masalah utama yang harus segera dibenahi kalau
sumbar mau meningkatkan arus kunjungan ke ranah minang ini. Bicara tentang
pariwisata adalah bicara tentang hospitality industry. Makanya saya sering
bicara bahwa sosialisasi ttg pariwisata lebih prioritas dilakukan dibanding
promosi. Bagaimna orang akan datang kalau orang sumbar tidak ramah dan tidak
punya jiwa melayani. Rata2 tamu yang pernah datang kesumbar enggan untuk datang
kembali disamping masalah hospitality juga program wisata yang monoton dan
tidak adanya kreatifitas dalam membuat paket2 wisata. Alhamdulillah selama ini
tamu kami yang pernah ke sumatra selalu ingin datang dan datang lagi. Sebagai
informasi 85% tamu kami pertama ke asia tenggara. ( Maaf bukan untuk promosi
hanya untuk berbagi cerita ) kenapa mereka puas dan ingin kembali lagi ? Ada
beberapa hal yang mungkin bisa bermanfaat bagi praktisi lainya . 1 saya tidak
pernah membawa tamu kami kedaerah atau tempat yang rusak baik manusianya
ataupun alamnya sehingga kalau orang bicara tentang bukittinggi saya lebih
sering membawa tamu ke harau dan kapalo banda serta sungai pinang sebagai
destinasi wisata. 2 perlu mensosialisaikan program yang kita buat kemasyarakat
setempat dan ajak mereka untuk bekerjasama sehingga mereka tidak merasa
dilecehkan dan mereka mendapat keuntungan langsung dari program yang kita buat.
3. Kreatif dalam membuat program wisata yang mana kalau bisa ada nilai sosial
dan interaksi dgn masyarakat stempat, nilai edukasi dan bahkan charity. Kalau
perlu menjual experince lebih penting daripada tour itu sendiri. 4. Buat daftar
what do and done baik untuk tamu yang datang juga buat masyarakat sendiri. 5.
Usahakan buat paket mengikuti trend wisata global seperti sustainable tourism
atau lebih jauh lg tentang green tourism. Saya mohon maaf kalau merasa digurui
hanya saja saya ingin bertukar fikiran dan berbagi pengalaman diforum ini.
Terima kasih dan wassalam ridwan tulus greentourisminstitute.
www.sumatraandbeyond.com
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message-----
From: "Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]>
Date: Wed, 24 Dec 2008 14:18:29
To: <[email protected]>
Subject: [West Sumatra Tourism Board] Re: [...@ntau-net] Para Penerima Anugrah
dalam West Sumatera Tourism Award - Pelayanan ala Sumbar...?
Izinkan saya ikut nimbrung. Pertama, tentu kita sambut baik adanya
langkah positif memberikan award kepada komponen-komponen pariwisata Sumatera
Barat sebagai penghargaan bagi prestasi yang telah dicapai, dan untuk itu kita
ucapkan selamat, khususnya untuk bung Ridwan Tulus.
Kedua, tentu saja keluhan konsumen seperti yang dialami oleh pak Nofrins
beserta Ibu dan Paman beliau layak untuk perhatikan, karena pada taraf terakhir
para konsumen seperti beliaulah -- dan kita-kita ini -- yang akan
menentukan apakah orang akan kembali ke restoran tersebut atau tidak, atau
kalau orang asing apa akan kembali ke Sumatera Barat atau tidak.
Masalahnya bagaimana memotivasi pengusaha restoran -- atau obyek wisata apapun
di Sumatera Barat -- untuk memperbaiki kualitas pelayanannya ? Jika himbauan
dan dorongan seperti - 'Empat Rancak Lima Elok Bana - belum mangkus, maka
menimba ilham dari gagasan reward and punishment rasanya perlu diberi peluang
untuk 'menghukum' pengusaha yang acuh tak acuh kepada langganan atau potensi
langganannya itu.
Bagaimana caranya ?
Ya antara lain seperti yang dilakukan oleh pak Nofrins, yaitu dengan angkat
bicara, atau angkat pena, dan sampaikan ke [email protected] ini.
Selanjutnya, kita-kita para langganan pada suatu saat perlu memberikan 'award'
juga kepada pengusaha yang acuh tak acuh itu dengan memberikan The Worst
Service Award of the Year. [ Tentu cara ini tak akan mangkus kalau si pengusaha
berpendirian , indak bana diagiah award atau dikatokan service buruak urang ka
datang juo nyoh.]
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]
--- On Wed, 12/24/08, Yulnofrins Napilus <[email protected]> wrote:
From: Yulnofrins Napilus <[email protected]>
Subject: [West Sumatra Tourism Board] Re: [...@ntau-net] Para Penerima Anugrah
dalam West Sumatera Tourism Award - Pelayanan ala Sumbar...?
To: [email protected]
Cc: "WSTB" <[email protected]>
Date: Wednesday, December 24, 2008, 11:33 PM
Selamat kepada semua nominator dan pemenang. Saya menghargai dan menghormati
semua hasil ini yang pasti juga tidak mudah prosesnya. Selamat buat Bung Ridwan
Tulus atas segala kiprahnya dalam industri Pariwisata Sumbar... Mohon maaf,
kalau ada anggota lain dari milis ini yg terkait dg nominasi dibawah...
Tapi saya mau komen satu krn terkait pengalaman pribadi. Khususnya utk
restaurant yg terpilih sbg yg terbaik dibawah ini. Apapun lah kriterianya...
Utk tempat dan lokasi, mungkin memang baik krn sudah tidak dg konsep restoran
standar. Udah bisa lesehan dsbnya. Tetapi utk tingkat pelayanan rasanya masih
jauh. Sktr 2 bln lalu saya mau makan kesana dg Ibu (79 thn) dan Paman (77 thn)
saya. Katanya Ikan Bakarnya terkenal. Ketika saya masuk alah hampia 10 menit
tagak dan celingak celinguk, tak satupun pelayan yang menyapa. Pd hal bbrp
orang lewat sdh lewat bolak balik disamping kami dan Ibu saya yang pake
tongkat. Jangankan tersenyum atau bertanya, memandang pun tidak bahwa kami ada
disana disamping mereka yang mondar mandir tsb...
Saya coba menahan diri dan memanggil. Tapi tak satupun yang datang. Hanya dari
jauh saja bilang: "yo, yo..." dan sibuk dg mengantar pesanan makanan ataupun
membersihkan meja. Tak ada meja kecil dipintu depan dan tak ada pelayan yang
berdiri didepan utk menyapa tamu ketika akan masuk sbg bentuk bahwa tamu yang
kesana cukup dihargai sbg layaknya tamu...
Mudahan-mudahan itu hanya suatu kebetulan belaka ketika saya saat itu datang
mungkin lagi penuh tamu dan sangat sibuk semuanya. Dan mungkin itu krn di
Padang dan bukan di Jawa...:) Lain lubuak lain ikannyo...:) Sehingga akhirnya
saya memutuskan mengajak Ibu dan Paman saya utk keluar dan cari restoran
lain... Dan harapan saya terkabul, ternyata memang tak ada yang minta maaf
ketika kami dengan air muka sedikit kecewa menuju pintu keluar...
Semoga Industri Pariwisata Sumbar kedepan akan lebih baik lagi. Semoga
wisatawan tidak dipaksa "harus" memahami gaya pelayanan ala Sumbar ini. Dan
award-award seperti ini, mestinya akan memotivasi berbagai pihak lebih baik
lagi dan berorientasi ke standard yg berlaku lebih umum dimana-mana. Kalau
bisaa...
Kunci sukses Pariwisata adalah memang harus menjual keunikan lokal, tetapi
mudah-mudahan tidak keunikan pelayanan seperti ini...:) Dan mudah-mudahan juga
tidak terjadi ditempat-tempat lain di Sumbar...
Mohon maaf sebelumnya. Terima kasih...
Salam,
Nofrins
www.4r5lb.west-sumatra.com
herbi de Okend <[email protected]> wrote:
Sabtu, 20/12/2008 11:43 WIB
Setelah melakukan penilaian melalui dewan juri dan angket yang
disebarkan keseluruh lokasi-lokasi wisata di Sumatera Barat,
ditetapkan pemenang dan peraih predikat terbaik dalam beberapa
kategori pada West Sumatera Tourism Award (WSTA)tahun 2008.
Berikut nominasi dan peraih terbaik dalam berbagai kategori WSTA
2008 :
Nominasi Star Hotel
1. Bumiminang Hotel Padang
2. The Hill Bukittinggi Hotel dan Convention (TERBAIK)
3. Pangeran Beach Hotel padang
Nominasi Budget Hotel (Hotel Melati)
1. Hang Tuah Hotel, Padang
2. Pagarruyung Hotel, Batusangkar (TERBAIK)
3. Ambunsuri Hotel, Bukittinggi
Tour Operator
1. Ero Tour & Travel, Padang
2. Pantara Tour, Padang
3. Sumatera Beyond, Padang (TERBAIK)
Restaurant
1. Taman Sari, Padang.
2. Nelayan, padang
3. Lubuk Idai, Padang (TERBAIK)
SPA
1. House & Beauty, Bukittinggi
2. Princes Health & Beauty , Padang (TERBAIK)
3. DNA Salon & Spa, Padang
Objek Wisata
1. Minangkabau Vullage (Mifan) Padangpanjang (TERBAIK)
2. Pantai Carocok, Painan
3. Ngarai Sianok, Bukittinggi
Souvenir
1. Kripik Balado Sherly, Padang (TERBAIK)
2. Christine Hakim, Padang
3. Kerajinan perak Amai Setia Koto Gadang
Nagari Wisata
1. Pandai Sikek, Tanah Datar (TERBAIK)
2. Koto gadang, Agam
3. Ulakan, Padang Pariaman
Guide
1. Zamzami (TERBAIK)
2. Masril Samin
3. Isral Syam
ALIFE TIME ACHIEVMENT TOURISM AWARD 2008
Diberikan kepada ELLY KASIM
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
WEST SUMATRA TOURISM BOARD
Anda menerima email ini karena terdaftar pada Google Groups "wstb" group.
Untuk mengirim email kepada group ini, kirim ke alamat [email protected]
Untuk berhenti/keluar dari group ini, kirim emal ke alamat
[email protected]
Untuk pilihan lain silakan kunjungi alamat ini:
http://groups.google.com/group/wstb?hl=id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
--- End Message ---