RUARR BIASAA....!! Kalah kawan2 Operator Pariwisata dalam membuat cara SENSASI
utk Promosi menarik Wisatawan Dunia ke Bukittinggi...! Kalau baiko caronyo,
anda-anda semua harus berterima kasih ke Pemko Bkt. Krn acara Pemasangan dan
Pembukaan BENDERA JERMAN (hitam, merah, kuning) yg merupakan SENI INSTALASI ini
akan jauh lebih menarik pengunjung yang berlipat ganda dari pada sekedar
menunggu Jarum Jam Gadang Berdempet pd pergantian tahun. Bisa-bisa Seniman
Terkenal KRISTO yg sering menutup Monumen2 terkenal dan Pulau tsb bisa kalah
pamor tuh...:D
Bu Sekjen, dulu Bu Nur yang jd EO di Sawahlunto kan utk memasukkan Makan
Bajamba Terbanyak ke MURI? Nah...sekarang mungkin bisa bantu tolong masukkan ke
MURI utk acara spektakuler ini. Coba baca lagi, promosi para Atlit Pemanjat
Tebingnya jg sangat serius tuh dipromosikan dibanding isu maksiatnya
sendiri...:)
Jadi mari kita bantu sama-sama. Krn ternyata Bukittinggi mau mempromosikan
para Ahli Pemanjat Tebingnya ke Manca Negara. Bukan mau membuat Kota Bkt
identik dg Kota Maksiat kok...:)) Sangat menarik nih krn ambo dulu juo pemanjat
tebing jaman masih kuliah. Jadi mari kita bantu mengundang semua Stasiun2 TV
untuk meliput sensasi langka ini demi utk memajukan Industri Pariwisata
Sumbar...!! Kawan2 Operator Travel Agents bisa jualan paket wisata secepatnya
tuh... Bisa dijual dg harga mahal tuh paket utk menyaksikan acara langka
ini...:)) Sayang KA belum masuk nih ke Bkt ha..ha...
Terima kasih Bukittinggi nan den cinto... Mohon maaf kalau ilmu promosi
Prwsta kami masih dangkal...
Wassalam,
Nofrins
www.4r5lb.west-sumatra.com
"Nofend St. Mudo" <[email protected]> wrote:
Kecek pak Wali nan baru dari Padang Ekpres.....
Jumat, 26 Desember 2008
Bukittinggi, Padek—Bagi yang ingin menyaksikan momen jarum Jam Gadang
menunjukkan pukul 00.00 WIB pada pergantian tahun 2008-2009, harus siap-siap
kecewa. Pasalnya keputusan Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi menutup Jam
Gadang dengan selubung, telah final. Unsur Musyawarah Pimpinan Daerah
(Muspida), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Lembaga Kerapatan Adat Alam
Minangkabau (LKAAM) Bukittinggi pun mendukung. Delapan atlet pemanjat tebing
yang akan menutup Jam Gadang, sudah latihan, kemarin.
"Selain untuk menyebar serta memecah konsentrasi pengunjung saat perayaan
menyambut tahun baru 2009, penutupan Jam Gadang juga untuk mengingatkan bahwa
masih banyak kegiatan positif lain yang dapat dilakukan dalam menyambut
pergantian tahun. Tidak ada niat melarang masyarakat dan pengunjung bertahun
baru di Jam Gadang, tapi hanya membatasi agar tidak terjadi hal yang tidak
diinginkan," kata Wali Kota Bukittinggi Djufri, kemarin.
Ia mengakui, menyaksikan berdempetnya jarum panjang dan pendek Jam Gadang
pukul 00.00 WIB adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu. Namun di balik itu
semua, kat Djufri, banyak ekses yang dapat timbul akibat terlalu padatnya
pengunjung pada satu kawasan yang memiliki berbagai keterbatasan seperti taman
Jam Gadang. Menurut Djufri, upacara pemasangan selubung Jam Gadang akan
diselenggarakan sekitar 8 jam sebelum tahun baru.
"Kita tidak pernah melarang berkunjung ke Bukittinggi. Tapi berupaya
mengingatkan agar kunjungan atau kegiatan perayaan tahun baru di Bukittinggi
betul-betul bersih dari perbuatan maksiat, dan memberikan keamanan serta
kenyamanan bagi seluruh pengunjung. Jika konsentrasi pengunjung terlalu banyak
di Jam Gadang, siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi musibah," kata
Djufri.
Jika kemudian banyak terjadi tindak maksiat, maka yang dipersalahkan dan
dituding tidak bertanggung jawab adalah pemerintah. Untuk itu, kebijakan
menutup Jam Gadang, ulas Djufri, adalah mengurangi "manis gula" serta "'magnet"
ikon Jam Gadang dari konsentrasi berlebihan.
"Bukittinggi memang kota kunjungan wisata. Tapi jangan sampai kunjungan itu
berisi perbuatan yang menodai adat dan budaya kita. Pemerintah tidak menuding
seluruh pengunjung atau wisatawan sebagai membawa petaka, tapi ada beberapa
oknum di antaranya yang dikhawatirkan akan berbuat demikian," ungkap Wali Kota.
Pemasangan kain selubung akan dilakukan pukul 16.00 WIB pada 31 Desember,
melibatkan atlet-atlet pemanjat tebing profesional yang tergabung dalam
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bukittinggi. Pemasangan kain selubung
penutup Jam Gadang tersebut akan disaksikan dan dihadiri langsung seluruh unsur
Muspida, dalam sebuah acara dipelataran taman Jam Gadang.
Pada kesempatan tersebut juga akan ditampilkan atraksi menarik dari
pemanjat-pemanjat tebing terbaik Bukittinggi, yang telah malang-melintang dan
menjuarai berbagai event kejuaraan nasional dan lokal. Setelah ditutup secara
resmi mulai pukul 16.00 WIB, selubung akan dibuka kembali 18 jam kemudian atau
sekitar pukul 10.00 WIB pada 1 Januari 2009.
Kemarin, delapan pemanjat tebing (climber) memasang cincin pengaman di Jam
Gadang. Cincin itu dipasang untuk mengaitkan tali tubuh pemanjat yang akan
memasang selubung (marawa) yang akan menutup Jam Gadang, 31 Desember mendatang.
Ketua FPTI Bukittinggi, Hendra Kimin yang menjadi salah seorang pemanjat
memasang selubung penutup Jam Gadang mengatakan, cincin pengaman dipasang untuk
menggantungkan tali yang akan digunakan para pemanjat, 31 Desember mendatang.
(eka ridhaldi alka)
http://www.padangekspres.co.id/content/view/26526/106/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---