Assalamualaikum wr wb Adi Dunanak di Palanta RN
Ini sekedar lanjutan tentang tulisan saya "Rambutan Pulasan" yang juga merupakan buah khas ranah minang seperti yang disampaikan Datuak Arif ketika masa anak-anak dan remaja ini dikampung halamannya (parak ortunya) terdapat pohon rambutan pulasan ini. Nah tentu banyak lagi buah2an andalan dari Ranah Minang yang bisa kita dikembangkan dan perlu tangan-tangan ahli untuk menciptakan buah-buah dari ranah Minang menjadi buah yang unggul baik dari segi mutu, rasa dan ukuran yang seragam sehingga bisa bersaing dipasar International dan yang paling penting berdayanya petani Ranah Minang yang memang hidup dikampung-kampung sebagai petani (agraris), ranah Minang punya potensi mengembangkan tanaman sayur2an dan buah2an karena alamnya yang subur diseputar lereng-lereng gunung dengan curah hujan yang lebih dari cukup sepanjang tahun. Rasanya saya cukup puas berkeliling Sumatera Barat baik secara pribadi (rekreasi) maupun dalam melaksanakan tugas atau mandah di camp2 di daerah hutan seperti Di Solok Selatan, Sijunjung dan Damasraya. Berkeliling sepanjang lintas jalan raya utama di Sumbar dan masuk kepelosok-pelosok Desa serta pasar-pasar tradisional setiap pekan yang hiruk pikuk dan becek disaat hujan adalah sebuah aktivitas yang membuat hati saya riang gembira...Hallllaaaahh..tapi begitulah saya sangat menyukainya apalagi larut duduk2 di palanta lapau kopi pekan/balai kampong tersebut sambil mendengar ciloteh, garah, kepintaran masyarakat banyak dengan segala "kesok tahuannya" yang mengundang tawa apa saja mereka bisa bahas dan diskusikan sambil mengopi,,ya tentang politik, krisis ekonomi, partai, ngegosip ala urang kampuang, pokoknya komplit dan asyik didengar (Nan kopi sagalehnyo..tapi duduak namuah 2 , 3 jam dilapau maota kok lah hari pakan) Disinilah kita sedikit banyak tahu potret yang sebenarnya bagaimana sih..keluhan masyarakat badari ini, ciloteh, celetukan, ungkapan perasaan mereka dilapau ini spontan apa adanya, bebas berbicara apa saja sesuai dengan tingkat kecerdasan mereka yang beragam. Nah di pekan/balai kampung inilah saya bisa sekedar melihat sayur dan buah2an petani ranah Minang disamping warung-warung tenda dan pondok sayur-sayuran disepanjang jalan. Inilah mungkin diantaranya buah unggul yang sekiranya dikembangkan lebih standar lagi terutama dari segi rasa dan ukuran daerah Urang Dapua Npfend Marola (Solok Selatan) misalnya Markisa dan pokatnya yang pulen-pulen Dulu terkenal Limau Singkarak..yang montok2, manis berair, sekarang bagaimana ya nasibnya lalu Sawo dari nagari Sumani yang besar-besar dan manis yang manyalinok Pisang Buai, Pisang Rotan dan Pisang kaliang di daerah darek (Bukit Tinggi, Tanah datar, 50 Kota) Manggis, Kuini seputar daerah Pasa Usang khususnya Pariaman Bingkuang Kota Padang yang dulu terkenal Manis sekarang sudah agak hambar, Rambutan Lubuk Minturun (Rapiah) Jambak atau Jambu Bol masih diseputar daerah Pasa Usang dan didaerah menjelang Bungus dari Teluk Bayur Durian kayu tanam dan Sicincin yang ukurannya besar2 atau hampir seluruh Ranah Minang punya Durian ini perlu di budi dayakan sehingga didapat ukuran dan rasa seragam serta pohon yang berumur pendek dan rendah telah berbuah. Sementara itu dulu buah2 yang sekiranya memang bisa diandalkan dan perlu dikembangkan dalam bentuk budi daya yang terpadu ada input teknologi agriculture sehingga kelemahan buah2an kita selama ini tidak seragam baik dari penampilan, rasa, dan ukuran disinilah letak keunggulan Thailand buahnya yang nota bene sama saja dengan buah2an tropis yang berada di ranah minang tapi mereka unggul dari teknik budi daya sehingga dapat diterima pasar international. Tentang hal ini saya telah coba diskusikan dengan teman saya yang kini menjadi ketua partai Gerindra Kota Padang dan juga Ketua Gerindra Prop Sumbar juga merupakan kakak kelas SMA satu tingkat diatas saya. Saya sudah sampaikan program-program bagaimana pemberdayaan pertanian dan petani Ranah Minang sesuai dengan Misi partai Gerindra dengan Prabowonyo yang setiap hari tampil di tivi. Semoga ada titik cerah dan harapan hari esok yang lebih baik bagi para petani kita di ranah minang lebih sejahtera dan makmur, Alam Ranah Minang kaya dengan hasil pertanian (dalam arti yang luas) mulai dari sumber protein ikan laut, rawa, payau, sungai dan kolam. Buah-buahan, sayur-sayuran dan rempah-rempah, protein hewani dari Sapi dan Kerbau. Wass-Jepe (43, Pku) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
