Da Nofrins dan Dinsanak Sadonyo.

Iya, kalau gitu ceritanya menjadi "nyambung". Dari 62 lok yang "diabsen"
tahun 85, dijadikan besi tua sekitar 50. Yang sisa adalah lok BB yang kata
da Nofrins termahal, yang di Simpang Haru, dan E1060 yang baru pulkam.
Sedangkan yang di Logas itu memang tidak tercatat dalam "absen". Mungkin
karena tempatnya jauh, jadi para *pemulung* itu malas ke sana.

Iya mungkin pembesituaan itu terjadi di jaman Pak Rusmin jadi Menteri
(beliau menjabat tahun 1978-1988). Saya rasa itu tidak ada kaitannya dengan
Gubernur, karena kereta itu milik PJKA yang waktu itu notabene di bawah
Dephub. Tapi mungkin juga yang da Nofrins maksud dengan Gubernur itu pak
Azwar Anas - yang menjadi Menhub sesudah itu, 1988-1993?

Kalau dikatakan itu di peridoe pak Soemino, ya mungkin saja. Seingat saya,
waktu ngaudit PJKA tahun tahun 86 atau 87, pak Soemino ini Kepala ESB
(Eksploitasi Sumatera Barat, waktu itu belum ada istilah divre)

Tragis memang, tapi mau bagaimana lagi.

Yang penting kedepannya, bagaimana agar Mak Itam, Kereta Wisata, kemudian
bisa berkembang kembali menjadi alat transportasi umum, sehingga bisa
menutupi biaya operasinya sendiri, sehingga tidak lagi membuat PT KAI merasa
yang di Sumbar lebih banyak beban dibandingkan manfaatnya.

Saya yakin, kalau Pemda (entah Pemprov, entah Pemkab/Kot) mau bekerjasama,
Dephub akan senang hati mengembangkan kembali perkeretaapian di Sumbar. Wong
di Aceh saja yang infrasturktur nya sudah nyaris tidak ada saja Dephub mau
membangun kembali.

Riri
Bekasi, L 46








2008/12/29 Yulnofrins Napilus <[email protected]>

> Mak Lembang, Riri dan Adi Dunsanak,
>
> Loko Uap yg tinggal saat ini di Sumbar, hanya 1 unit lagi yg dijadikan "tugu"
> di Simpang 
> Haru<http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_ybggal&Itemid=77&pdisp=photographer&picid=799&uid=64>tsb.
>  Yang lainnya ludes dess... Padeks bbrp waktu lalu coba mengangkat
> berita ini ada 1 unit di Logas, Sijunjung yg sdh parah bgt dan karatan
> habis...
>
> Sktr Sep 2006 lalu, saya kaget juga dapat informasi dari Kepala Stasiun
> Sawahlunto, Pak Zulkifli (msh menjabat disana sampai saat ini). Kalau perlu
> nomor hp beliau, saya punya krn kita tetap kontak terus. Kata beliau dulu
> sktr 50 unit lbh Loko-Loko tua kita dilego sbg besi tua. Karyawan KAI Sumbar
> pada nangis tuh Pak waktu itu kata beliau... Belakangan saya baru tahu dari
> info Mak Darul bahwa pada era tsb, banyak besi diperlukan utk mendukung
> Proyek Krakatau Steel. Yg minta Pak Rusmin Nuryadin kalau gak salah
> katanya...
>
> Ketika saya dg Alm Pak Chaidir mengajak BA-1 menghadap Dirjen KA yg dijabat
> Pak Soemino utk minta dukungan dan tambahan gerbong (yg diresmikan 13 Sep
> lalu) buat KA Wisata akhir Feb.2007 lalu, saya mengutarakan juga niat utk
> memiliki Loko Uap di Sumbar. Tapi beliau keberatan. Waktu itu saya belum
> paham kenapa Pak Soemino bilang bahwa gak usahlah mikir Loko Uap lg. Mahal
> biaya perawatannya. Kita punya banyak Loko Diesel yg bisa dirubah jadi mirip
> Loko Uap kata beliau...:) Kita mampu kok merubahnya. Ketika saya ngobrol
> lagi dg Pak Zulkifli, beliau ngasih tahu bahwa Loko-Loko tsb dilego ketika
> Pak Soemino menjabat sbg Kadivre KAI Sumbar. Ttp saya yakin beliau gak
> mungkin mutusin sendiri, paling hanya melaksanakan perintah saja... Waktu
> tahun-tahun ini, siapa ya yang jadi Gubernur Sumbar...? Mungkin beliau lebih
> tahu cerita sebenarnya...
>
> Krn sensasi loko Uap ini sgt besar dan gak punya pilihan lain, makanya
> Pemko Sawahlunto pernah menganggarkan hingga 500jt agar Mak Itam yg di
> Ambarawa tsb bisa dibawa pulang kembali. Ttp ternyata banyak kendala dan
> kurangnya dukungan, baik di internal Sumbar maupun dr pusat sehingga dana
> tsb tidak jadi digunakan. Stlh MPKAS terbentuk dan kunjungan IRPS ke Sumbar
> Des 2006, isu Mak Itam ini kita coba angkat kembali. Bbrp tokoh2 IRPS yg
> memberikan inisiatif agar kalau bisa mengembalikan Mak Itam ke habitatnya
> lagi. Sehingga sejak itu, perjalanan panjang kita coba lobby berbagai pihak
> dg berbagai cara-cara yg tidak umum dan menggunakan isu-isu kepentingan
> Nasional utk mendukung Visit Indonesia Year, dlsbgnya, sembari sosialisasi
> Konsep KA Wisata Sumbar jalan terus. Akhirnya diluar dugaan kita, ternyata
> dukungan tak terbendung dan Dirut PT KAI akhirnya "berani" mengeluarkan
> surat perintah: Mak Itam segera dipulangkan ke Sumbar. Ketika hal ini kita
> komunikasikan kembali ke Pemko Sawahlunto, apakah masih tertarik dan mau
> menanggung biaya pengiriman, Pak Wako lgs tegas: "Ado, ambo siapkan
> pitihnyo...". Dan lagian tidak sebesar anggaran semula... Stlh itu
> koordinasi berlangsung antara Pemko dg PT KAI hingga Mak Itam sampai di
> kampuang lagi...
>
> Saat ini Mak Itam sedang dalam proses "menicure pedicure" dan di cat ulang
> agar lebih ngecring atas perintah Direksi PT KAI. Direksi PT KAI rupanya gak
> menyangka bahwa kondisi perawatan Mak Itam disana sangat minim skl. Tidak
> seperti yg dibayangkan spt sensasi yg dikembangkan oleh kawan2 kita disana.
> MPKAS jg bantu mencarikan sponsor utk pengecatan itu. Semoga Mak Itam yg
> skrg jd "The Old Baby" Kota Sawahlunto, hidupnya dimasa tua ini bisa lbh
> baik dan ikut mengangkat citra Industri Prwsta Sumbar. Bukan cuman Prwsta
> Sawahlunto saja. Amin...
>
> Salam,
> Nofrins
>
> *Riri Chaidir <[email protected]>* wrote:
>
> Waalaikumsalam wr wb
>
> UDa Dave,
>
> Manuruik dafar "absen" bulan Agustus 1985 tu ado 33 lok Diesel dan 29 lok
> Uap di Sumbar. Terbanyak ado di Padangpanjang, 27 buah (8 Diesel + 8 uap).
>
> Ambo ndak tau bara nan ado kini. Nan jaleh, waktu ambo ka stasiun
> padangpanjang tahun 2005, stasiun tu sabana langang.
>
> Kalau lah ndak ado tu memang berarti dijua baonggok sebagai basi tuo, bara
> ribu ton bana totalnyo, dan kalau dikali jo sekian rupiah hargo besi bekas
> ... yo, tragis bana, da Dave
>
> Riri
> Bekasi, L 36
>
>
>
>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
> --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
>
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

              • ... Yulnofrins Napilus
              • ... Syafruddin Ujang
              • ... Yulnofrins Napilus
              • ... Aim Zein
        • ... Muhammad Dafiq Saib
          • ... Riri Chaidir
          • ... Yulnofrins Napilus
            • ... Muhammad Dafiq Saib
            • ... hambociek
      • ... Yulnofrins Napilus
        • ... Riri Chaidir
  • ... Alfrizon DJ
    • ... Riri Chaidir
      • ... Alfrizon DJ
  • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

Kirim email ke