Assalammualaikum WR WB buya HMA yth. Tulisan2 nantun kiriman dari kawan2 dan 
mahasiswa. Basimpan sen di HP. lamo2 memori jadi panuah. Di buang sayang. 
Basalin dan bakirim ka lapau gon. Mo kasi tukuak dari buya. Kalau buliah 
bakandak, baano doa buya nan babaso arab di bawah sakali buya terjemahkan 
untuak kami. Bia tau pulo kami aratino. Oh ya buya, kapatang mamak badrul 
mustafa kirim sms mancaritokan kalau di musajik sungai tanang, ndak ado anak 
mudo sumbayang subuah doh. Nan ado nan lah bi gaek2 sen. Baa li du buya ? Wass. 
Hanifah

buyamasoedabidin wrote: 
> Ananda Hanifah, menyentuh sekali ungkapannya, 
>  Buya timpali dengan .., " .... one
> more day, this year is ending. One more night, a new day begins.. and
> ... One more year, another chance begins, with new hopes... ". Wassalam Buya 
> HMA   Pada 31 Desember 2008 21:10, hanifah daman < [email protected] > 
> menulis: 
>  UNGKAPAN MAAF YANG INDAH TAHUN 2008 
>    
>  Meski tangan tak berjabat 
>  Bibir tak berucap 
>  Mata tak bertatap   
>  Izinkan hati terpaut erat 
>  Bersimpuh memohon maaf lahir bathin 
>  Atas segala khilaf dan dosa 
>  Di hari yang fitrah dan suci 
>  Sambut hari kemenangan 
>  Dengan sujud dan tasbih 
>  Atas keagunganNya 
>  … 
>    
>  Bila canda jadi luka 
>  Amanah kadang terlupa 
>  Lidah penuh berbisa 
>  Hati salah menduga 
>  Beralas ikhlas 
>  Beratap doa 
>  Moga kesalahan yang disengaja 
>  Atau tidak disengaja 
>  Mohon dimaafkan 
>  Selamat Hari Raya Idul Fitri 
>  Minal Aidzin Wal Faidzin 
>  Mohon Maaf Lahir dan Batin 
>  … 
>    
>  There's no ivory 
>  That doesn't crack 
>  There's no human 
>  Who has no mistake 
>  Please gorgive me 
>  For what I've 
>  Done wrong to u 
>  Minal Aidzin Wal Faidzin 
>  …. 
>  Terkadang tercipta dosa dalam tawa 
>  Terbesit luka dalam canda 
>  Terlintas keangkuhan dalam senyuman 
>  Minal Aidzin Wal Faidzin 
>  Mohon Maaf Lahir dan Batin 
>  … 
>    
>  Matahari berdzikir 
>  Angin bertasbih dan 
>  Pepohonan memuji keagunganNya 
>  Semua menyambut 
>  Datangnya hari yang fitri 
>  Mohon Maaf Lahir dan Batin 
>  … 
>    
>  Sejuk air Wudhu 
>  Sesuci AlQuran 
>  Seindah alunan Zikir 
>  Setulus hati 
>  Untuk jalin kebersamaan 
>  Semoga Silaturrahim 
>  Selalu diantara kita 
>  Mohon Maaf Lahir dan Batin 
>  … 
>    
>  Melati putih indah berseri 
>  Tanda putih berarti suci 
>  SMS hadir pengganti diri 
>  Tanda ingat Silaturrahim 
>  Minal Aidzin Wal Faidzin 
>  Mohon Maaf Lahir dan Batin 
>  .. 
>    
>  Seiring gemuruh takbir 
>  Jagad raya bertasbih 
>  Desir angin kemenangan 
>  Berhembus untuk menyeka 
>  Segala luka dan khilaf yang tertoreh 
>  Minal Aidzin Wal Faidzin 
>  Mohon Maaf Lahir dan Batin 
>  … 
>    
>  Kuas-kuas detik tak sengaja 
>  Pasti pernah melukis khilaf 
>  Kadang bertinta dosa 
>  Kelip mata pernah melirik salah 
>  Sehelai dusta kadang pernah 
>  Tersangkut di lidah 
>  Sepasang kaki dan tangan 
>  Pernah melangkah nakal 
>  Tak ada yang kekal 
>  Jika hidup adalah milikNya 
>  Tak ada yang lebih indah 
>  Dari keikhlasan saling memaafkan 
>  Untuk mewarnai cahaya-cahaya suci 
>  Di hari fitrah … 
>  Minal Aidzin Wal Faidzin 
>  Mohon Maaf Lahir dan Batin 
>  … 
>    
>  Beduk bergema 
>  Takbir membahana 
>  Ramadhan sirna Syawal tiba 
>  Mari kita sambut Idul fitri dengan gembira 
>  Iman semakin kita jaga 
>  Minal Aidzin Wal Faidzin 
>  Mohon Maaf Lahir dan Batin 
>  … 
>    
>  Semoga hati yang suci 
>  Membawa kedamaian 
>  Dalam hidup kita, amin 
>  Minal Aidzin Wal Faidzin 
>  Mohon Maaf Lahir dan Batin 
>  … 
>    
>  Kata yang tersusun menjadi kalimat 
>  Mungkin telah menyakiti 
>  Tindakan yang terjalin menjadi laku 
>  Mungkin telah melukai 
>  Ketidaktauan adalah tembok 
>  Yang berada diantara dinding dan kebenaran 
>  Dimana kata maaf 
>  Mencoba menjembatani 
>  Meski lambat terentang 
>  Minal Aidzin Wal Faidzin 
>  Mohon Maaf Lahir dan Batin 
>  …. 
>    
>  Minal Aidzin Wal Faidzin 
>  Mohon Maaf Lahir dan Batin 
>  Untuk semua khilaf dan salah 
>  Untuk setiap lisan yang tak terjaga 
>  Untuk hati yang berprasangka 
>  Untuk sikap yang menyakitkan 
>  Untuk janji yang terabaikan 
>  Mari kita saling memaafkan 
>  Adar taqwa jadi milik kita 
>  …. 
>    
>  Bengkulu, 31 Desember 2008 
>    
>    
>  Hanifah Damanhuri 
>    
>    
>  Sahabat adalah dia yang menghampiri kita 
>  Ketika seluruh dunia menjauh 
>  Bukan menghampiri kalau sedang butuh 
>  Karena persahabatan itu 
>  Seperti tangan dengan mata 
>  Saat tangan terluka 
>  Maka mata menangis 
>  Saat mata menangis 
>  Maka tangan menghapusnya 
>  … 
>    
>    
>    
>  -- Allahumma inna nas-aluka ridhaa-ka wa al-jannah, wa na'uudzu bika min 
> sakhati-ka wa an-naar Allahumma ghfir-lana dzunubana, wa li ikhwanina, wa 
> sabaquuna bil-imaan,wa laa taj'al fii qulubinaa ghillan lil-ladzina aamanuu 
> Rabbana innaka ghafuurun rahiim. 
> 


      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke