SHALAT JUM'AT DI RS PMC-PEKANBARU By : Jepe
Jum'at, 2 Januari 2009, jam 11.15 WIB dari Sei Duku tempat kantor saya bekerja sehari-hari mobil saya arahkan ke Rumah Sakit Pekanbaru Medical Centre (RS PMC) untuk melaksanakan ibadah shalat Jum'at. Seingat saya ini adalah yang ketiga kali saya ke RS PMC, yang pertama adalah mendampingi Pak Tuo saya yang dirawat inap di PMC karena serangan sesak nafas dan tensinya naik, kunjungan kedua adalah melihat kerabat dekat yang juga dirawat di rumah sakit tersebut. Tentunya yang paling spesial kunjungan yang ketiga ini adalah ikut bergabung dengan Bpk Suhaimi sebagai orang nomor satu dan sekaligus pengelola (pemilik) RS PMC Pekanbaru menjalankan Shalat Jumat bersama-sama dengan pengunjung lainnya yang mayoritas tentunya adalah orang-orang yang sedang ada urusan atau kepentingan dengan RS PMC. Sebelum masuk waktu shalat fardhu Jum'at sejenak saya berkeliling di halaman belakang RS PMC tempat mushala ini berdiri, mata saya tertumbuk pada kolam-kolam ikan yang tertata apik mengelilingi kantin dan mushala RS PMC. Ikan koi dengan aneka totol warna ditubuhnya bergerak lincah secara berombongan disepanjang kolam yang mengelilingi kantin, koi ini seakan ingin menggoda pengunjung dengan keindahan totol warnanya bergerak kesana kemari sambil mereka saling berebut makanan yang berada didalam kolam, lalu dari atap kantin yang diatur sedemikian rupa berjatuhan butir-butir air sehingga menciptakan suasana yang sejuk seperti siang hari diterpa hujan gerimis. Setelah puas saya menikmati ikan koi yang berkeliaran tiba-tiba saya dikejutkan dengan lengkingan kokok ayam yang panjang, saya penasaran dimana bunyi kokok ayam yang lain dari biasanya ayam jago kampong berkokok. Ternyata dalam sebuah kurungan seekor ayam jago jenis bekisar ? dengan bulu ekor yang melentik keatas sumber kokok tersebut berasal, disamping kandangnya dalam sebuah kurungan seekor ayam kate dengan bulu yang indah bergerak lincah. Lalu saya mencoba mengitari halaman belakang RS PMC ini, terdapat beberapa pembibitan ikan koi, patin dan gurami serta kolam-kolam yang dipagar sarlon net tertata rapi tempat ikan-ikan tersebut dibesarkan. Sementara seekor Siamang pada siang itu kelihatan bermalas-malas bergelantungan di rumahnya yang berdiri diatas kolam-kolam ikan tersebut, tidak sekalipun bunyinya yang khas saya dengan meluncur dari kerongkongan Siamang ini (Mungkin Siamang ini sadar juga orang mau Shalat Jum'at..he,,he..he) .Halaman belakang rumah sakit ini belum tertata sempurna masih dalam tahap pembangunan tapi menurut Pak Suhaimi beliau telah menanaman pohon-pohon peneduh dan pohon buah seperti rambutan, mangga, jambu dan manggis ditempat-tempat yang strategis yang kelak nantinya akan membuat suasana halaman belakang tempat Mushala dan Kantin berdiri akan lebih asri, sejuk dan nyaman. Setelah puas berkeliling dikolam pembibitan ikan, langkah saya tujukan ke Mushala PMC, sebuah bangunan dengan konsep minimalis dan memberikan keleluasaan angin berhembus disetiap sisi Mushala tersebut tanpa diberi pintu dan jendela. Disekeliling Mushala seperti halnya kantin juga dibuat kolam-kolam ikan, lalu yang menarik lagi dari atap Mushala tersebut adalah dibuat tirai dari tali nilon dengan jarak tertentu. Tali nilon ini dari atasnya mengalir air dengan kucuran pelan berakhir tetesan air tersebut pada kolam yang mengelilingi Mushala, nah jika angin bertiup maka butiran air yang mengalir di tali nilon tadi akan membentuk tempias air dan menampar wajah kita dengan kelembutan yang sejuk sebagaimana kita berada disebuah kawasan pegunungan dengan cuaca berembun. Menjelang pintu masuk sayap kiri Mushala disediakan beberapa kran air untuk mengambil wuduk yang dirancang sedemikian rupa sehingga air limbah mengambil wudhuk lansung hanyut tanpa menyisakan genangan. Sebelum masuk Mushala karena sebentar lagi akan masuk waktu shalat Jum'at saya mengambil wuduk dulu di kran air yang telah disediakan tersebut. Sampai didalam Mushala jemaah belum begitu banyak, dipojok kanan paling depan mata saya tertumbuk ke sosok yang punya RS PMC ini siapa lagi tentunya Bpk Prof dr H K. Suhaimi yang tidak asing bagi kita khususnya di dunia kedokteran dengan spesialis/keahlian beliau sebagai dokter kandungan yang telah malang melintang selama puluhan tahun berprofesi atau mengabdi di bidang kedokteran.Saya hampiri beliau dengan mengucapkan salam sambil mengulurkan tangan "Assalamualaikum Pak Haji", sejenak Pak Suhaimi tersentak dan mencoba menatap wajah saya dengan senyuman, sebelum dia sempat berkata walau saya sudah pernah bertemu beliau disebuah kesempatan pesta saya kembali memperkenalkan diri "Jupardi Pak..Jepe.Pak". Mendengar nama saya sambil menatap wajah saya dengan senyuman yang hangat sambil menjabat tangan, Pak Suhaimi berseru "ooo Jepe..Jepe yang suka menulis di rantau net..duduk..duduk..kita lagi menunggu Khatib ketua ICMI Riau dan Iman sanak kita Batuduang Ameh" Setelah berbicara singkat saya melaksanakan shalat Sunat tahyatul mesjid dua rakaat sekalian mengambil posisi di syaf kedua, sementara jamaah mulai berdatangan terutama para pengunjung RS PMC, tentunya mereka tidak perlu jauh-jauh lagi mencari mesjid untuk menunaikan ibadah shalat Jum'at karena RS PMC untuk yang pertama kalinya menyelenggarakan shalat Jum'at berjamaah pada hari ini dan Insya Allah untuk seterusnya begitu penjelasan protocol sebelum masuk waktu shalat. Azan telah dikumandangkan oleh putra Bapak Suhaimi dengan khusuk, lalu Khatib naik mimbar menyampaikan kutbahnya dilanjutkan dengan shalat Jum'at berjamaah dengan Imam Dunsanak Madahar Batuduang Ameh. Selesai shalat dan membaca doa ditutup dengan dua rakaat shalat sunnah kami saling bersalaman satu sama lainnya. Mushala RS PMC yang kecil, manis dan sejuk ini penuh sesak ruang utama terisi penuh, begitu juga pelatarannya yang masih terbatas tapi intinya kami melaksanakan ibadah shalat Jum'at ini dengan suasana yang nyaman, teduh, jauh dari suara bising, khusuk dan tumaknina. Berakhir sudah segala ritual ibadah shalat jum'at berjamaah yang saya laksanakan di Mushala RS PMC, lalu saya pamit mohon diri kepada Pak Suhaimi untuk kembali ke kantor memulai lagi aktifitas kerja rutin. "Pak Haji saya mohon pamit dulu..Pak" sambil kembali mengulurkan tangan untuk bersalaman "Tunggu dulu Jupardi..makan dulu kita..ayo..makan dulu kita bersama-sama dengan khatib dan sanak Madahar " Pak Suhaimi dengan ketulusan tanpa basa basi menawarkan saya makan siang di kantin rumah sakit. Apaboleh buat ini sebuah tawaran yang tulus dari seorang Bapak dan jelas sekali bukan sebuah basa basi, tentunya sudah jam makan juga dimana perut saya sudah berteriak lapar ditambah lagi dalam diri saya memang tidak ada doa "tolak rejeki". Akhirnya tawaran penuh persaudaraan dari Pak Suhaimi tidak bisa saya tampik lagi. Dari Mushalla kami bergerak menuju kantin dan memesan makan siang masing-masing sesuai dengan menu yang diinginkan. Masakan kantin ini bercita rasa minang, harus jujur lidah saya berkata cita rasa menunya diatas rata-rata rasanya sebut saja dendeng balado yang special, gulai cubadak/nangka serta goreng jengkol balado dengan hati ayam semuanya enak-enak dan membangkitkan selera.Sambil makan bersama kami bersenda gurau, suasana semakin hidup dengan guyonan serta kelakar saudara "kembar" Pak Suhaimi yang baru pertama saya kenal, namanya sebagai orang minang cukup keluar "pakem" rata-rata kebanyakan nama khas orang Minang. Saudara "kembar" Pak Suhaimi ini juga seorang dokter, lengkapnya nama beliau ketika saya Tanya, Pak Suhaimi menjawab "Jepe nama kembaran saya ini adalah Dokter John Dahler, dia orangnya memang suku guyon dan kelakar, asal tahu saja Jepe ketika mahasiswa dulu dia "King" nya. Kenyataannya memang begitu setiap ucapan dan guyonan Pak John selalu mengundang senyum kami makan, ada-ada saja bahan guruan yang diceritakannya dan membuat suasana makan siang kami disebuah meja panjang pojok kantin disampingnya kolam pembibitan ikan menjadi suasananya penuh tawa dan senyum. Saya membayangkan jika mengobrol dengan Pak John ini tidak cukup satu atau dua jam saja, kita akan merasa betah berlama-lama dengan Pak John dengan segala kelakarnya yang mengundang senyum. Makan siang ini sungguh istimewa, tuan rumah yang ramah, makanan/menunya mengundang selera ditambah Pak John yang selalu menghibur kami dengan obralan masa lalu bersama Pak Suhaimi serta celetukan yang mengundang senyum. Kebersamaan itu harus berakhir untuk sementara waktu, saya bersama Madahar Batuduang Ameh mohon diri sama Pak Suhaimi, Pak John serta Dokter-dokter yang merupakan pimpinan teras RS PMC-Pekanbaru, Pak Suhaimi hanya berpesan "Jum'at selanjutnya disini saja ya shalat berjamaahnya, kami tunggu", saya hanya menjawab singkat "Insya Allah Pak, mari pamit dulu, Assalamualaikum Pak Haji" Doa dan harapan saya buat Pak Suhaimi dengan koleganya yang mengelola rumah sakit. Semoga RS PMC Pekanbaru senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik bagi semua lapisan masyarakat dengan suasana Islami yang kental serta lingkungan rumah sakit yang asri, sejuk, nyaman, bersih, tertib dan ramah lingkungan, Sukses selalu buat RS PMC Pekanbaru, 2 Januari 2009 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
