Assalamialaikum wr wb...
Dunsanak sapalanta nan ambo hormati...
Berita soal tingginya kunjungan wisatawan ke Sumbar ko memang alah acok bana
dimuek baiak dek koran lokal maupun oleh media lain di Padang...bagi ambo itu
sah sah sajo, namun dari sisi jurnalistik (dek karano ambo pernah jadi
wartawan) sangat disayangkan karano sumber dari berita ko cuma kapalo dinas
pariwisata surang se...
ciek lai...dalam pandangan ambo, apo yang disampaikan oleh kepala dinas dan
direkam serta diberitakan mentah mentah oleh wartawan ko sangat tidak masuk
akal darima Pak Kapalo Dinas ko maambiak data..? apakah dari angka kedatangan
penumpang di Bandara, atau dari angka penjualan karcis ke tempat wisata sangat
tidak jelas dan tidak pula di jelaskan oleh kedua belah piak yang menurut ambo
alah samo samo manjua kecap.
Kalau data yang diambiak adalah data penumpang pesawat terbang di Bandara
Internasional Minangkabau maka kacau balau lah sadonyo...sebab (sebagai bahan
masukan) salamo bulan Oktober sampai Desember ko se ambo alah 9 kali bolak
baliak ka Padang melalui BIM. dan baitu juo dengan kawan atau dunsanak lainnyo.
AMbo pernah batamu dan maota lamo jo Da Ade (dulu di Rimbun Sumatera Tours and
Travel) inyo juo heran sebab sapangatahuan inyo jumlah kunjungan wisatawan
tidak mengalami kenaikan yang signifikan do..
Ambo kiro dalam dalam hal iko MAPPAS sebagai lembaga yang peduli dengan
pariwisata hrs mengeluarkan pernyataan agar kekeliruan ko indak balanjuik
taruih doh atau setidaknya minta klarifikasi soal angka kunjungan yang
fantastis tu..
Ciek lai ambo dalam beberapa hari ko acok ceting jo kawan kawan yang mangadu
banyak koleganyo membatalkan kedatangan ka Bukiktinggi gara gara Walikota
ma'agiah baju ka Jam Gadang tu..
Ambo kiro agar penutupan jam gadang ko indak jadi event tiok tahun yang akan
merugikan wisata Sumbar, ancak awak kumpuakan tanda tangan untuak menolak
PENUTUPAN JAM GADANG pada tahun berikutnya..dan sekaligus mewacanakan untuk
melakukan gugatan CLASH ACTION terhadap Walikota Bukittinggi karano
keputusannyo MENUTUP JAM GADANG..
Kenapa Clash Action/Legal Standing dan kenapa pula hal ini perlu kita lakukan
khususnya kawan kawan di ASITA dan PHRI karena Jam Gadang bukan lagi menjadi
milik orang Bukittinggi namun Jam Gadang sudah menjadi ikon nasional dan
ditetapkan sebagai salah satu lokasi tujuan wisata indonesia.
Kita sering melihat iklan iklan di TV, Majalah, adanya gambar Jam Gadang dalam
iklan promosi pariwisata Indonesia. Jadi dapatlah kita tarik kesimpulan bahwa
keputusan pemerintah kota Bukittinggi menutup Jam Gadang adalah sebuah tindakah
yang sangat disesalkan dan tidak menghormati aset budaya dan pariwisata
nasional.
Salam dan Banyak Maaf..
BLP
32 Th/Jakarta
Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan
Gratis.http://downloads.yahoo.com/id/firefox
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---