Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network

-----Original Message-----
From: nia handayani <[email protected]>

Date: Mon, 5 Jan 2009 01:18:14 
To: <[email protected]>
Subject: Sudah Pa... 


Penggalangan Dana Kampanye ala Caleg Muda
Buka Rekening, Ada yang Kirim Rp 50 Juta
 
    Caleg tanpa fulus jelas sulit lulus ke Senayan. Sejumlah caleg melakukan 
berbagai kiat menggalang dana. Fenomena baru panggung politik Indonesia?
 
- Priyo Handoko dan Tomy C. Gutomo, Jakarta
 
     KETIKA menggelar farewell party atau pesta perpisahan dengan teman-teman 
sesama peneliti di Auditorium Nurcholis Madjid, Universitas Paramadina, 
Jakarta, Agustus 2008, Indra Jaya Piliang dengan nada setengah bercanda 
menyatakan membuka diri terhadap sumbangan dana kampanye dari para sahabatnya.
 
     Sebagai caleg bernomor urut dua yang maju dari Partai Golkar di dapil II 
Sumbar, Indra tentunya membutuhkan support ”gizi” yang tidak sedikit. Seruan 
yang bernada undangan menyumbang dari Indra yang selama ini dikenal publik 
sebagai pengamat politik CSIS ternyata mendapat tanggapan serius.
 
     Kepada Indo Pos, Indra mengaku bahwa dana yang terkumpul hingga sekarang 
Rp 200 juta. Rekor sumbangan terbesar Rp 50 juta, sedangkan terkecil Rp 50 
ribu. ”Yang Rp 50 juta itu dari seorang tokoh. Nggak perlu saya sebut namanya,” 
katanya.
 
     Yang jelas, imbuh dia, semua sumbangan datang dari kolega dan teman-teman 
dekatnya. ”Mereka yang menyumbang rata-rata sudah saya kenal,” cerita pria 
kelahiran Pariaman, Sumatera Barat, 19 April, 37 tahun lalu itu lantas tertawa.
 
     Indra mengaku belum mendapat sumbangan dari tokoh atau anggota masyarakat 
asal dapilnya. Sumbangan yang masuk baik melalui rekening maupun langsung 
secara cash – justru datang dari orang-orang yang tidak terdaftar di dapil II 
Sumbar dalam Pemilu 2009.
 
     Mantan aktivis HMI itu menuturkan, dirinya memang berkeinginan membangun 
tradisi politik baru yang bebas money politics. Menggalang dana kampanye secara 
terbuka dari teman-teman dekat merupakan terobosan kecil yang mulai 
dikembangkan alumnus Ilmu Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu.
 
     ”Ini cara saya menghindari, diajak secara khusus ketemu si ini, atau 
ketemu si itu untuk minta duit modal kampanye. Saya nggak mau yang 
begitu-begitu. Biarlah ada teman yang tahu saya mencalonkan diri terus tergerak 
ikut membantu, alamiah saja,” bebernya.
 
     Dibelanjakan untuk apa saja dana publik yang terkumpul itu? ”Sebagian 
besar untuk kegiatan masyarakat, mulai keagamaan, olahraga, kesenian, dan 
pendidikan. Tapi, kegiatan keagamaan yang paling banyak,” jelas Indra.
 
     Adapun untuk keperluan perangkat fisik kampanye, seperti kalender, baliho, 
dan kartu nama, Indra murni menggunakan dana tabungan sendiri. ”Bagaimanapun, 
kalau dihitung-hitung dan dibandingkan dengan sumbangan yang masuk, anggaran 
terbesar  masih tetap yang bersumber dari kocek saya sendiri kok,” tuturnya.
 
     Indra tidak sendirian. Sejak 26 Desember 2008, caleg DPR dari PDIP Budiman 
Sudjatmiko juga mengumumkan nomor rekeningnya kepada publik melalui SMS. 
Respons balik dari publik juga begitu besar. Selama seminggu ini sudah ada 
sumbangan yang mengalir, mulai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.
 
     ”Tapi, maaf sekali, saya belum bisa menyebutkan total sumbangan yang masuk 
ke rekening dalam seminggu ini,” kata Ketua Umum Repdem (Relawan Perjuangan 
Demokrasi), organisasi sayap PDIP itu lantas tersenyum.
 
     Banyaknya aksi penipuan melalui SMS, agaknya, membuat banyak penerima SMS 
Budiman langsung menelepon balik. ”Mereka berupaya memastikan apakah SMS itu 
benar-benar dari saya,” ujarnya. Budiman berjanji, sumbangan-sumbangan itu akan 
dibukukan secara rapi. ”Setelah pemilu, semua sumbangan dan penggunaannya akan 
diaudit dan diumumkan ke media massa,” tuturnya. (*)

--- On Mon, 1/5/09, Indra Jaya Piliang <[email protected]> wrote:

From: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
Subject: Re: Pa, sudah di terima? thx
To: "Nia Email" <[email protected]>
Date: Monday, January 5, 2009, 3:59 AM

Kirim dlm bentuk text file, aja, bukan word. 

------Original Message------
From: Nia Email
To: Ijp Email
To: Indra Piliang
ReplyTo: Nia Email
Sent: Jan 5, 2009 15:43
Subject: Pa, sudah di terima? thx




      


Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network


   

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke