Ibu Sofyani.... dimata saya beliau adalah seorang wanita tangguh dan 
luar biasa... diusia yang sudah senja... semangat dan kreatifitas 
beliau tidak kunjung padam.
Saya belajar menari dengan mama any di sanggar tari di birugo pada 
tahun 1980 s/d 1983... masih terbayang dimata saya wajah cantik dan 
semangat dalam sinar matanya 30tahun yang lalu.
Saya bertemu dengan beliau dalam 2 kesempatan terakhir, tanggal 19 
Desember 2008 yang lalu pada acara west Sumatra Tourism Award di 
Hotel Pangeran padang, saya yang duduk satu meja dengan Uni Eli 
Kasim terus berbincang2 sambil makan malam, tidak lama mama any (ibu 
sofyani datang, bergabung.. saya berdiri menyambut.. dan kami sempat 
bebincang2 sejenak sebelum acara dimulai. Lalu seminggu berikutnya 
saya kembali bertemu belaiu di Hari Ulang Tahun Kota Bukittinggi 
yang diadakan di Balai Pustaka Hatta Bukittinggi. Pada dua 
kesempatan itu saya sempat memperhatikan beliau dengan seksama, 
meskipun tubuh mulai dimakan usia, tapi dari sorot matanya.. saya 
masih menemukan sinar, energy yang sangat besar... Bagi saya beliau 
patut lah dijadikan Bundo Kanduang... Lambang dari Kehebatan Wanita 
Minang.
Ibu Sofyani.. SEMOGA PANJANG UMUR dan terima kasih atas karya seni 
yang berpuluh tahun telah kita nikmati bersama.

Wassalam,

Santi Martin


--- 

In [email protected], "Jupardi" <jupa...@...> wrote:
>
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> MENARI DENGAN "JIWA DAN HATI" (JUMPA DENGAN IBU SYOFYANI)
> 
> By : Jepe
> 
>  
> 
>  
> 
> Pada saat pesta perkawinan putra Bpk H. K. Suhaimi yang berlansung 
di
> ballroom hotel Pangeran Pekanbaru saya menyempatkan  diri untuk 
bertemu
> dengan Ibu Sofyani bersama sanggarnya "Syofyani's Dances and Music
> Ensamble"  dari Padang mengisi acara hiburan pada pesta tersebut 
dengan
> tarian minang serta lagu-lagu dari artis binaan sanggar Ibu Syoyani
> dengan iringan alat musik tradisional seperti talempong dan
> gendang.Diantara kerumunan tamu yang berdiri rapat disayap kanan
> ballroom saya bersama istri dan salah seorang putri saya yang 
memang
> jika ada pesta selalu minta ikut berusaha menerobos ke depan 
tempat Ibu
> Syofyani dengan crew sanggarnya berada.
> 
>  
> 
> Dipojok sebelah kanan panggung utama tempat pengantin bersanding, 
duduk
> Ibu Syofyani dengan tenang sambil sekali-kali mengarahkan anak 
tarinya
> dan para pemusik, tanpa berlama-lama saya lansung mendekati beliau
> bersama Istri dan anak saya"
> 
>  
> 
> "Assalamualaikum Ibu..ini Andi..itu lho..yang jawara tari Rantak 
sama
> Soni dan Yosi" begitu awal saya menyapa beliau sambil menjabat 
tangannya
> bersalaman
> 
>  
> 
> "Oooo..ya..ya Andi yang tulisannya di Internet tentang tari 
Rantak, Soni
> cerita kok..apa Kabar Andi' Ibu Syofyani menyambut uluran tangan 
saya
> menyapa dengan senyum penuh keramahan.
> 
>  
> 
> Lalu saya perkenalankan anak dan istri saya, sejenak kami mengobrol
> mulai dari keadaan masing-masing, kapan sampai Ibu di Pekanbaru 
dengan
> groupnya, tarian apa saja malam ini yang akan tampil dan cerita 
seputar
> dunia tari jaman saya SMA dulu. Ketika tarian payung tampil sebagai
> pembuka acara saya mohon diri tapi masih duduk diseputar crew tari
> berada, sementara Ibu Syofyani sibuk mengarahkan penari dan 
pemusik.
> Malam pada pesta perkawinan itu,  Ibu Syofyani bersama artisnya 
yang
> tergabung dalam SD&ME membawakan tiga tarian minang klasik yaitu 
tari
> payung, tari galombang dan tari piring serta penampilan dari 
artisnya
> yang membawakan lagu-lagu Minang yang diiringi alat musik 
tradisional
> seperti talempong dan gendang.
> 
>  
> 
> Saat tari payung ini tampil di depan panggung utama pikiran saya 
larut
> ke masa lalu, inilah tarian yang sering saya bawakan bersama teman-
teman
> di SMP ketika ada acara kesenian disekolah. Tari payung salah satu 
tari
> yang kami bawakan waktu festival tari tingkat pelajar se Kodya 
Padang
> tahun 1982  sebagai tari pilihan dalam lomba Tari Rantak.
> 
>  
> 
> Ibu Syofyani lah yang melatih kami bagaimana menari dengan "hati 
dan
> jiwa",  kami rutin berlatih gerakan fisik saat itu dilatih oleh 
anak Ibu
> Syofyani yaitu Soni dan Yosi yang merupakan teman SMA saya , pada
> intinya kami semua telah membawakan tari payung tersebut dengan 
gerakan
> fisik yang indah baik pergerakan langkah kaki, lentikan tangan, 
sentuhan
> lembut dalam memainkan payung sehingga berputar seirama gerakan 
ttubuh
> tapi ada yang kurang yaitu menari dengan "hati dan jiwa" yaitu 
mimik,
> emosi dan ekspresi wajah". Disinilah Ibu Syofyani memberikan
> sentuhannya, didepan beliau kami tampil membawakan tarian ini dari 
awal
> sampai akhir, lalu ketika kami menari beliau memantau setiap 
gerakan
> fisik kami dan paling utama mimik dan eskpresi atau raut wajah 
kami.
> Setelah tuntas kami membawakan tarian tersebut lalu kami berkumpul
> melingkar disamping beliau sambil mendengar arahannya, kira-kira
> beginilah arahan beliau pada saya
> 
>  
> 
>  
> 
> "Andi..Ibu lihat gerakannya sudah pas dan pergerakan serta posisi 
kalian
> antara satu dengan yang lainnya telah membentuk konfigurasi yang 
tepat,
> yang lemah Ibu lihat Andi dan kalian semua adalah ekspresi wajah
> sepanjang tarian kalian sibuk saja dengan wajah masing-masing tanpa
> mempedulikan pasangannya" lalu lebih lanjut Ibu Syofyani 
menjelaskan
> tentang karakter dan philosophy dari tari payung yang merupakan 
tarian
> muda mudi, kecerian muda mudi yang sedang dilanda asmara tentunya 
dalam
> membawakan tarian ini dengan penuh senyuman, saling menatap bahagia
> pasangan masing-masing.
> 
>  
> 
> "Nah..Andi...berikan senyum manis kepasangannya, tatap wajahnya 
jangan
> cemberut dengan wajah tegang, begitu juga pasangan balas senyuman 
si
> Andi,,jangan menunduk asyik manari sendiri, oke coba ulang lagi
> tariannya dan jangan lupa mimik dan ekspresi kegembiraannya, pasang
> senyum semanis mungkin ketika kalian menatap pasangan masing-
masing" Ibu
> Syofyani mengarahkan kami bagaimana menari dengan "Jiwa dan Hati"
> 
>  
> 
> Begitu juga dengan tari rantak ciptaan Gusmiati Suid (Alm) yang
> merupakan tari wajib pada festival tersebut, beliau menjelaskan 
karakter
> dan philosophy dari tari rantak.Intinya tari rantak gerakannya 
bersumber
> gerak silat minang, tegas, ekplosif, ekspresif tapi penuh 
keindahan.
> Penari dituntut tampil kosentrasi dengan tatapan mata yang tajam ke
> depan tanpa tersenyum apalagi cengengesan lemah gemulai. Ibu 
Sofyani
> lebih fokus mengarahkan kami dalam ekspresi wajah  ditambah 
konfigurasi
> pengambilan posisi yang pas dan teratur, setiap langkah, rantak dan
> perpindahan posisi masing-masing penari tentu konfigurasi yang 
terbentuk
> kadang-kadang tidak sejajar dan simestris disinilah Ibu Syofyani
> memberikan arahan ketika setiap gerakan tari dari awal sampai akhir
> telah kami kuasai.
> 
>  
> 
> Barusan saya baca sebuah artikel tentang perlombaan tari rantak di 
Kota
> Padang, kelemahannya adalah para penari tidak menghayati makna dan
> philosophy tarian ini, diberitakan malah ada peserta dalam 
menarikan ini
> tersenyum, cengengesan dengan geratakan "merantak" yang lemah 
gemulai
> jauh dari tegas. Pada kesempatan lain ketika saya berada di Padang
> selama 3 tahun lebih dan sering melihat penampilan seni tari 
diberbagai
> kesempatan acara malam kesenian dan festival sungguh jauh cara 
menari
> anak-anak remaja jaman sekarang. Lemahnya selalu diekspresi dan 
mimik
> muka, asyik sendiri saja menari tanpa mempedulikan pasangannya ini 
lebih
> kepada menari secara individu tapi bersama-sama, tidak terjalin 
ikatan
> bathin atau emosional antara satu penari dengan penari yang lain
> sehingga tarian yang ditampilkan jauh dari "Menari dengan jiwa dan 
hati"
> 
>  
> 
> Itulah nilai plus saya menari dibawah asuhan Ibu Syofyani kala 
itu, dan
> hasilnya terbukti kami meraih juara satu.Sebuah prestasi seni yang
> sangat membanggakan bagi saya sampai saat ini, permasalahannya 
sederhana
> saja selama saya berkesenian ya tidak ada lagi prestasi yang se
> fenomenal itu, ada tapi "cetek banget" semisal juara tiga lomba 
Dang Dut
> penghuni asrama dengan peserta hanya 12 orang, parahnya lagi semua
> peserta kualitas suaranya dibawah rata-rata. Tapi yang juara satu, 
dua
> dan tiga lumayanlah mendekati kualitas rata-rata untuk 
bernyanyi...malu
> deh..... ahhh.
> 
>  
> 
>  
> 
> Jika seorang yang putus cinta berkata sangat melankolis "Bukan
> perpisahan yang kusesali tapi pertemuan" maka bertemu dengan Ibu
> Syofyani saya akan berkata "Pertemuan yang ku sesali" dalam arti 
begitu
> singkat pertemuan itu, rasanya saya belum puas untuk bertemu, 
berbincang
> dan diskusi menyangkut seni tradisi ranah minang terutama seni 
tarinya.
> Tapi yang pasti dari raut "senja" Ibu Syofyani masih saya lihat
> semangatnya untuk terus bekarya dan memelihara seni tradisi ranah 
minang
> ini bersama sanggarnya yang bernama "Syofyani's Dances & Music 
Ensamble"
> seperti dua pamflet yang berdiri di ruang ballroom hotel Pangeran 
tempat
> pesta perkawinan berlansung.
> 
>  
> 
> Saya tidak tahu persis di ranah Minang generasi setelah beliau 
baik yang
> masih muda belia, dewasa dan paro baya yang tetap penuh semangat 
dan
> punya gairah mengembangkan, menciptakan serta memelihara warisan 
seni
> tradisi ranah minang terutama seni tari saat ini. Almarhumah 
Gusmiati
> Suid telah menghadap yang Kuasa hanya tinggal Ibu Syofyani 
segenarasi
> beliau yang masih bertahan dalam seni tradisi ranah minang.Ada 
benarnya
> juga kata pakar sosiologi, dijaman globalisasi sekarang ini 
masuknya
> budaya "western" tanpa terkendali bukan saja mengaburkan batas
> teritorial sebuah negara tapi juga mengaburkan bahkan mengikis seni
> tradisi paling tidak terjadi pergeserahan sehingga akan mengaburkan
> makna asli dari seni tradisi itu sendiri dan itu memang telah 
terjadi
> misalnya masuknya unsur musik "tecno" dalam lagu minang klasik.
> 
>  
> 
> Apakah tari payung, piring, galombang, yang elok dibawakan oleh
> anak-anak di sanggar tari SD&ME pada pesta perkawinan putra Bapak K
> Suhaimi tersebut akan dipengaruhi juga dengan tarian dari luar 
seperti
> Hip Hop, Break dance dan tarian jingkrak-jingkrak dunia barat 
seperti
> halnya lagu minang klasik, tentunya tidak selagi ada Ibu Syofyani 
yang
> masih tetap setia dengan seni tradisi ranah minang. Pertanyaan yang
> sangat penting setelah Ibu Syofyani siapa lagi yang akan menjaga
> kemurnian seni tradisi ranah minang ini terutama seni tarinya. 
Salam
> salut dan hormat saya buat Ibu Syofyani selama hidupnya malang 
melintang
> mempertahankan seni tradisi ranah minang khususnya dalam seni tari.
> 
>  
> 
> Pekanbaru, 5 Desember 2008
> 
>  
> 
> Catatan : Soni dan Yosi silahkan copy paste dan print kasih ke 
Mamanya
> ya
> 
>  
> 
>  
> 
> Foto-foto bersama Ibu Syofyani dan SD&ME" saat tampil memeriahkan 
pesta
> perkawinan putra Bapak Prof dr. H. K Suhaimi di baalroom hotel 
Pangeran
> pada tanggal 4 Desember 2008, jam 19.00 WIB sampai dengan selesai.
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> Foto 1. Ibu Sofyani, Regita (anak saya), Jepe
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> Foto 3. Tari payung
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> Foto4. Regita sedang menyobain memukul alat musik gendang 
saat "break"
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> Foto 6. Tari Galombang menjemput anak daro dan marapulai untuk
> bersanding dipelaminan
> 
>  
> 
>  
> 
> Foto 7. Ibu Syofyani memberi "doa restu" ke penari sebelum 
> 
>              mereka tampil dengan menuangkan kaca ke Baki
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> Foto 8. Tari Piring (Saya videokan khusus dengan durasi 7 menit.
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> Foto 8. Ha ini dia artist SD&ME sedang membawakan lagu riang 
gembira
> "Mak Taci"..
> 
>              "Onde Mak taci goyang bana..sarawa lapang Mak Taci 
madok ka
> mudiak.."
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> Foto 9. Group Music SD&ME
> 
>  
> 
>  
> 
> Foto 10. Ibu Syofyani duduk tenang mengamati anak tarinya sedang 
tampil
> 
>  
> 
>  
> 
> Foto 11. Pamflet 'SYOFYANI'S DANCES 7 MUSIC ENSAMBLE
> 
>  
> 
> Photos taken by i Jepe and his wife
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> 
> >



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke