Wah . wah, banyak yang nggak ngerti atau tidak mau mengerti bawa industry
wisata adalah industry jasa. Dimana industry ini akan sangat tergantung
kepada service level dan responsive. Malah dibeberapa industry jasa lain,
misalnya di pelayaran sangat ditekankan oleh IMO (Iternational Maritime
Organization) badan PBB.  Dengan aturannya terbaru yang disebut ISM Code
(International Safety Code), bahwa setiap near miss (hampir saja ada
musibah, indikasi musibah), harus ada segera corrective action (termasuk
koreksi terhadap procedure perusahaan).

 

Kalau kejadian di Sikuai ini, yang menyebar kepuluhan ribu orang via
bermacam milist sudah dikatagorikan sebagai accident (musibah). Kok pada
diam saja ya, termasuk tuh Tuan James Hallyward, lagi jalan2 kemana sih
orang ini? Sudah musibah begini masih adem-adem saja. Ini adalah
mencerminkan responsive level masyarakat dan pejabat birokrat kita.

 

Seharusnya kalau sudah level begini, segera bertindak dan mengumumkan
corrective action yang dilakukan dan memberikan komitmen serta pernyataan
bahwa semua pihak akan memperbaiki diri. 

 

Memperbaiki diri disini termasuk pengusaha boat service di Muaro dan
perjabat perhubungan laut yang bertanggung jawab terhadap keamanan pelayaran
di Muaro tsb. Kalau suatu saat nanti sudah ada organisasi atau badan lain
yang memboikot pariwisata ke Sumbar (seperti Garuda di larang terbang ke
MEE), kiamatlah dunia wisata Se-Sumbar.

 

Nggeh nggak sih ??????????????????????.

 

Salam

St.P

Nan lagi ikut kesal

 

Mau tahu, email jelek ini saja diterima oleh sekitar 3000 orang. Kalau
diforward ke-mana2 bisa jadi 3000 pangkat 3 (3000 x 3000 x 3000) orang.
Tolong pakai kalkulator bung James

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Yulnofrins Napilus
Sent: Tuesday, January 06, 2009 1:30 AM
To: WSTB; RantauNet2 Milis
Cc: [email protected]; [email protected]; Asita Sumbar
Subject: Fwd: [West Sumatra Tourism Board] Sikuai Island : Nightmare That
Becomes Reality

 

Wah sayang banget nih, nampaknya kawan2 di Sikuai belum ada pemahaman ttg
Point Nomor 4: Calculating dari Usulan Program "4 Rancak 5 Lamak Bana
<http://4r5lb.west-sumatra.com/> ". Bahwa 1 orang gak puas, dg Internet,
ribuan orang akan menerima infonya dan puluhan orang akan memforward lagi ke
bbrp milis lain dan bbrp ribu lagi akan menerima info yang sangat tidak
menggembirakan ini. Coba kita hitung, ybs di level pertama saja, kirim ke
brp milis tuh...? Kalau udh masuk ke milis Indobackpacker, bayangkan
sebarannya...?

Semoga kawan2 di Sikuai bisa melakukan sesuatu untuk counter berita yang
kurang baik buat image Pariwisata Sumbar ini. Apakah memang betul
kejadiannya se dramatis ini? Yang rugi bukan hanya Sikuai. Ttp dampaknya ke
citra Industri Pariwisata Sumbar secara keseluruhan. Kita yang tukang
cuap-cuap ini juga pasti "kena imbasnya" setelah itu...:) Maaf, saya
termasuk salah satu yg paling bangga dan paling getol mempromosikan Sikuai,
dg foto2 orisinal tentunya dr bbrp tahun lalu...! Ini salah satunya, di Hari
ke V ke Sikuai:
http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard
<http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard&Itemid=103&func=
view&id=424&catid=23/> &Itemid=103&func=view&id=424&catid=23/

Talabiah takurang mohon maaf sebelumnya. Sengaja saya sharing agar bisa jadi
perhatian kita bersama. Mohon dilihat dari aspek positifnya. Mari sama-sama
kita tingkatkan citra pelayanan kita di Sumbar. 

Saya telat reply krn email ini nyungsep ke folder Indobackpacker dan baru
saja saya buka. Semoga belum basi beritanya. Talabiah takurang mohon maaf
sebelumnya. Thanks.

Salam,
Nofrins
www.nofrins.west-sumatra.com <http://www.west-sumatra.com> 





--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke