Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network

-----Original Message-----
From: "korandigital" <[email protected]>

Date: Tue, 6 Jan 2009 08:47:22 
To: <[email protected]>
Subject: [Koran-Digital] Cak Nun : Perang Agama, Ras, atau Apa?


Perang Agama, Ras, atau Apa?
Emha Ainun Nadjib 

a.. Budayawan 
Israel memang nyusahin. Kita semua jadi repot. Harus demo, harus mengutuk, 
harus wiridan. Qunut nazilah. Diskusi sana-sini. Belum keluar duitnya. Utus 
orang untuk bantu penanganan kesehatan. Macam-macam. Anda semua juga pasti jadi 
repot. Ngerusak acara. Ngaco irama. Program kita jadi ekstra ini-itu. Hati jadi 
rusuh. Pikiran mesti menanggung beban dan mengolah hal-hal yang mestinya tak 
perlu. Saya diserbu SMS. Ada yang info saja, ada yang mobilisasi. Ada yang 
menuntut supaya saya turut menyatakan kutukan, seolah-olah ada yang tertarik 
memerlukan kutukan saya. Lebih-lebih lagi seakan-akan kutukan saya akan mampu 
mengubah arah terbangnya nyamuk. 

"Kenapa sih Cak kok semua pembicaraan tentang penyerbuan Israel ke Gaza hanya 
satu saja temanya: kekejaman?" kata sepotong SMS. 

Saya jawab dengan jengkel, "Pertama, kok nanya saya? Kedua, emang saya tahu apa 
tentang itu? Ketiga, orang lagi perang, kita diskusi." 

"Kenapa tidak ada analisis yang agak luas, yang historis-komprehensif tentang 
segala hal yang melatarbelakangi konflik itu." 

"Walah! Mana saya paham...." 

"Kan harus diperjelas oleh kita semua bahwa konflik Israel-Palestina itu 
konflik ras, konflik agama, atau apa? Kalau ras, kan banyak juga warga 
Palestina yang beragama Nasrani. Apakah ini perang agama Yahudi melawan 
Islam-Kristen? Kalau ya demikian, mestinya semua umat Islam di dunia 
bahu-membahu dengan semua umat Protestan dan Katolik melawan Yahudi. Hancur 
dong Israel ngelawan Arab Saudi dan negara-negara Islam lain, Indonesia, gabung 
sama Amerika, Jerman, Inggris dll. Dengan catatan bahwa agama mayoritas 
penduduk menentukan sikap pemerintahnya." 

"Ya, lantas?" 

"Orang beragama Yahudi kan juga tidak hanya ada di Israel, tapi juga di 
mana-mana, terutama negara-negara Barat, bahkan di Amerika Serikat banyak 
menguasai berbagai kunci strategis di bidang politik dan perekonomian. Berarti 
akan terjadi multikonflik di berbagai negara ndak karu-karuan di antara pemeluk 
tiga agama itu, kecuali Indonesia...." 

Saya goda, "Indonesia tak kalah serem konflik internalnya. Kan Yahudi itu bukan 
tidak ada di Indonesia. Jewish mirip-mirip Jawa, J dan W-nya. Ibu kota Israel 
saja Java Tel Aviv. Banyak kantor Yahudi di negara-negara Barat selalu pakai 
kata "Java". Ukiran hias di mahkota para rabi Yahudi mirip ukiran pintu bagian 
atas di sejumlah tempat pesisir utara Pulau Jawa. Makanya, kalau memang Israel 
jantan dan punya nyali, suruh serbu Indonesia, ayo kalau berani!" 

"Saya serius, Cak." 

"Saya juga serius. Kalau Israel berani nyerang kita, persoalan PHK menjadi 
beres. Jutaan orang yang tak punya kerjaan, jadi punya kerjaan. Pasti senang 
teman-teman itu kalau ada situasi perang. Hidup nggak ada harapan kok ditantang 
berkelahi, ya ayo!" 

"Jadi, menurut Cak Nun, itu perang agama atau bukan?" 

"Emang saya ahli Timur Tengah? Pakar agama? Nyang bener aje...." 

"Atau perang ras?" 

"Kalau saya sih ndak penting ras, agama, atau apa pun, pokoknya tidak perang." 

"Kalau ras, kayaknya nggak juga. Kan di Israel sendiri ada demo menentang 
keputusan perdana menteri mereka yang memutuskan penyerbuan itu. Orang Yahudi 
kan tidak semua Zionis. Banyak juga orang Yahudi yang anti-Zionisme, baik dari 
kalangan Yahudi Askinazim maupun Sepharadim. Bahkan bukan tidak ada orang 
Yahudi yang beragama Kristen atau Islam. Atau malah jangan-jangan ada juga 
Yahudi beragama Kristen atau Islam tapi pro-Zionisme." 

"Anda ini bingung kok ngajak-ngajak saya!" 

"Saya ini mau tahu itu sebenarnya konflik apa? Kok nggak ada ujungnya, nggak 
ada selesainya, kayaknya sepanjang masa." 

"Salah alamat kalau nanya ke saya. Yang paling efektif dan produktif, bertanya 
kepada Tuhan." 

"Apa urusannya ama Tuhan?" 

"Lho, cacing saja punya garis keterkaitan yang logis rasional dengan Tuhan." 

"Emang Tuhan mungkin terlibat dalam peperangan?" 

Saya jadi gatal ingin menggoda lebih lanjut. "Kan seolah-olah Tuhan 
menggambarkan bahwa kehidupan ini begini: Ia memperjalankan manusia di malam 
hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Kan begitu di Surah Al-Isro. Hidup 
ini ulang-alik berdialektika dari dan di antara kegembiraan dan duka, di antara 
cahaya dan kegelapan, di antara yang menyenangkan dan yang menyusahkan, di 
antara yang bikin hati semringah dengan yang bikin hati gerah. Kalau ingat 
Masjidil Haram, hati senang. Lantas ingat Masjidil Aqsa, hati jadi rusuh lagi. 
Dan itu semua berlangsung di malam hari. Artinya hidup ini kegelapan: kita 
nggak pernah tahu apa yang akan terjadi semenit mendatang. Apa kita penjual 
nasi, sopir taksi, pengusaha besar, pejabat tinggi, atau siapa pun: tidak tahu 
persis dagangan kita laku berapa, saham kita anjlok atau tidak, di depan sana 
ada calon penumpang nyegat taksi saya atau tidak. Hidup adalah malam hari. Dan 
seluruh SMS Anda itu seratus persen mencampakkan saya ke kegelapan malam...." 

"Gini aja, deh," kata SMS itu lagi, "kenapa sih kok Arab Saudi dan 
negara-negara Arab Islam tetangga Palestina tidak ngebantuin? Bahkan Iran yang 
dulu mengancam akan kirim rudal, nggak juga sampai sekarang." 

"Mau saya teleponkan Pak Ahmadinejad sekarang?" 

"Saya serius, Cak" 

"Saya tidak hanya serius mikirin Palestina, tapi juga makin stres mikirin 
pulsa...."

http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/01/06/Opini/krn.20090106.152873.id.html






--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke