Sanak Sapalanta Selingan sajo untuak ka dikunyah2 makan siang hari ko..mat baca..
-----------JP HOOLIGAN DAN TIFOSI Oleh : Jepe Menarik bagi para pengamat masyarakat (social) menyorot ulah para supporter fanatic di klub-klub Eropa. Ulah para Tifosi begitu istilah di Itali terhadap pendukung klub yang fanatic memang menyenangkan, kreatif dengan berbagai humor , asesoris yang menempel di tubuh dan berbagai property yang mereka bawa ketika kesebelasan atau klub kesayangannya berlaga. Dilain pihak ulah para supporter ini kadang-kadang sulit diperhitungkan, sekonyong-konyong dari kreativitas yang membuat suasana stadion semarak dengan segala hiruk pikuk bisa meledak sifat naluriah manusia yang liar dan destruktif. Rasanya masih segar didepan mata ketika saya menyaksikan siaran lansung final Liga Champions jawara Inggris Liverpool berhadapan dengan jawara Itali Juventus pada tahun 1985 kala itu ditayangkan secara langsung oleh TVRI. Sebuah tragedy kemanusiaan akibat ulah supporter kedua kesebelasan, Tragedy Heysel begitu dunia bola mengenangnya. Kerusuhan di dalam stadion yang berakibat tewasnya 39 orang akibatnya ganasnya para pendukung Liverpool (Inggris), kaum Hooligan begitu julukan buat mereka. Supporter Inggris terkenal sangat brutal dan ditakuti kala itu (kurun waktu pertengahan 80 an sampai akhir 90 an) di daratan Eropa.saat berlansungnya turnamen apakah kejuaraan antar klub atau antar Negara seperti Piala Eropa dan Piala Dunia. Kaum Hooligan mendapat sorotan tersendiri , tindakan mereka yang brutal disebut sebagai "sisi malam" dari kehidupan Inggris. Sesuai dengan tuntutan adat istiadat Inggris yang tergolong "priyayi" dimana sehari-hari orang dituntut sopan, ramah dan hormat serta "cultivied". Manusia tidak bisa diredam dan dikekang terus menerus, ketika para Hooligan tersebut berada diluar negaranya, terlampiaskanlah apa yang selama ini dipendam-pendam yang berakibat pecahnya kerusahan di dalam dan luar stadion ketika kesebelasan mereka bertarung. Semakin keras tindakan keamanan, makin brutal pula tindakan kaum Hooligan ini, begitu hasil sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Leicester, semenjak tragedy Heisel tersebut UEFA memberikan sangsi buat Klub Inggris tidak diikut sertakan di berbagai kejuaraan antar Klub Eropa. Setiap gerak gerik Hooligan ini diawasi begitu ketat oleh petugas keamanan di Negara-negara Eropa saat kesebelasan Inggris bertarung di luar kandang mereka. Lalu bagaimana dengan Supporter Itali yang dikenal dengan sebutan Tifosi, mereka juga terkenal ganas dengan segala ulahnya baik didalam maupun diluar stadion, berbeda dengan para supporter Inggris, mereka sehari-hari di Itali sudah mendapatkan ruang gerak yang bebas untuk berbuat ugal-ugalan. Bukan sesuatu hal yang aneh jika terjadi keonaran di dalam stadion ketika klub mereka bertanding sebut saja lempar-melempar kembang api, memanjat pagar pemisah antara tribun dengan lapangan hijau, serta aksi-aksi lainnya yang mengundang bahaya. Diluar stadion ketika pertandingan usai, para tifosi klub ini melampiaskan segala ke "ugal-ugalan" nya, sebut saja mulai dari kebut-kebutan dengan Mobil atau sepeda motor, senggol menyenggol antar mobil adalah pemandangan biasa, hiruk pikuk dengan bunyi terompet dan klakson mobil dan mabuk-mabukan di jalan serta kefe-kafe sampai dini hari. Pihak keamanan Itali memberikan sedikit ruang gerak yang bebas atas segala ulah para Supporter ini, sangat berbeda di Inggris jika mereka (Hooligan) berbuat Onar berarti "pentung keluar" begitu keamanan Inggris bertindak tegas tanpa ampun. Nah jika kita saksikan apa yang terjadi di sirkuit Mugello Itali saat usai balapan Moto GP, ribuan Tifosi Rossi berbondong-bondong ke lintasan sirkuit (Track Invasion) bahkan sampai ke Pit Lane daerah yang seharusnya terlarang bagi penonton. Tapi begitulah para supporter Itali di dunia Olah Raga, selalu lebih ekspresif dalam menumpah ruahkan kegembiraan, mereka mempunyai ruang gerak yang sedikit bebas untuk berbuat "Onar dan Ugal-ugalan" dalam batas yang masih bisa diawasi oleh pihak keamanan. Polisi Itali mungkin belajar dari studi kasus Hooligan "Semakin keras tindakan yang diberlakukan, maka semakin brutal tindakan para Tifosi" lebih baik tali kekang mereka sedikit dikendorkan tapi masih dibawah kendali. Toh didalam diri manusia sebenarnya tersimpan sifat "liar" yang destruktif, ketika selalu ditekan tidak ada tempat pelampiasannya maka suatu saat akan meledak yang berakibat hilangnya nyawa manusia seperti kaum Hooligan Pemandangan "Track Invasion" ini tentu tidak akan kita saksikan di sirkuit lainnya di Eropa, Mugello adalah anomaly dari cara serta kebiasaaan masyarakat Eropa yang katanya sopan, ramah, priyayi dan taat pada aturan yang berlaku. Pekanbaru, 4 Juni 2008 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
