Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network

-----Original Message-----
From: Andri Satria Masri <[email protected]>

Date: Wed, 7 Jan 2009 14:21:41 
To: <[email protected]>
Subject: Bls: [forahmi] Fw: racun belerang di maninjau


Pada tahun 1997, saya bersama teman-teman di bawah koordinasi Petrison (Calon 
anggota DPD RI tahun 2004 dan 2009) dengan bendera Lembaga Studi Analisa 
Lingkungan dan Sosial (Elsals) pernah mengadakan penelitian (cenderung ke 
kajian sosialnya) di Danau Maninjau tepatnya di Batang Sani. Studi ini juga 
diperkuat oleh pakar perikanan dari Univ. Bung Hatta, (kalau tidak salah) Bapak 
Hafrijal Syandri.
 
Kami menginap selama seminggu di salah satu rumah penduduk dan mencoba menggali 
apa penyebab timbulnya bencana munculnya belerang dari dasar danau atau yang 
dikenal oleh masyarakat setempat sebagai "Tubo Belerang".
 
Banyak hal yang kita peroleh pada saat itu walau hanya sekedar kajian sosial 
dan belum sampai ke tingkat penelitian teknis karena kurangnya kemampuan kami 
waktu itu. Kesimpulan yang kami peroleh kemudian disosialisasikan dalam sebuah 
acara seminar di Hotel Panjang milik seorang tokoh masyarakat dan tokoh 
usahawan setempat. Dan atas bantuannya kami dapat memakai hotelnya untuk acara 
dan menginap secara gratis.
 
Ringkasan dari hasil seminar tersebut adalah bahwa sebenarnya bencana tubo 
belerang adalah musibah tahunan yang bisa diprediksi oleh masyarakat setempat. 
Dalam artian bahwa danau Maninjau adalah danau vulkanik (danau yang dasarnya 
ada aktivitas vulkanik). Tetapi pada tahun 1991, melalui salah seorang Sarjana 
Penggerak Masyarakat Pedesaan (sekarang Sarjana Pengerak Masyarakat 
Nagari/SPMN) dikenalkan usaha beternak ikan melalui sistem keramba di 
sekeliling Danau Maninjau. Usaha ini sangat diminati karena masyarakat 
mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari usaha ini. Seiring dengan itu 
usaha tempat peristirahatan seperti hotel atau wisma juga meningkat. 
 
Kedua usaha ini, di samping usaha lainnya yang sudah lebih dulu eksis, selain 
memberikan penghasilan bagi masyarakat juga menimbulkan dampak samping yaitu 
semakin banyaknya limbah yang dihasilkan dan langsung masuk ke danau. Seperti 
keramba, makanan ikan, berupa pelet, yang tidak dimakan ikan akan langsung 
masuk ke dasar danau kemudian menumpuk. Pada saat arus air membalik karena 
faktor cuaca maka sisa-sisa pelet akan naik ke permukaan. Seperti kita ketahui 
bahwa pelet memiliki bahan dasar amoniak yang menjadi racun bagi makhluk hidup 
di sekitarnya. Kemudian limbah hotel, limbah rumah tangga dan lain sebagainya 
juga ikut memperparah ekosistem danau.Persoalan limbah ini kemudian diperparah 
lagi (berdasarkan persepsi masyarakat) oleh keberadaan PLTA Danau Maninjau. 
Masyarakat mengakatan bahwa PLTA menghambat aliran air yang mau keluar dari 
danau Maninjau sehingga sampah/limbah yang ada di danau tidak bisa 
keluar dengan lancar karena PLTA sengaja membuat
 terowongan yang kecil tapi dengan arus yang deras untuk bisa menggerakkan 
turbinnya.

 
Singkat cerita, persoalan di danau Maninjau ini sangatlah sensitif karena 
melibatkan banyak pihak yang berkepentingan atas keberadaan danau yang bisa 
menimbulkan dampak sosial kalau tidak ditangani dengan baik dan harus lintas 
sektoral.
 
Sekaitan dengan pertanyaan bung IJP tentang teknologi utk mengukur ph atau 
"tensi" air yg mengandung belerang, sebenarnya masyarakat sudah punya yaitu 
semacam kearifan lokal, namun kearifan lokal ini rupanya dikalahkan oleh nafsu 
kapitalisme mereka sendiri dan para pemodal termasuk pengusaha makanan ikan itu 
sendiri.
 
Menurut saya dan teman-teman waktu itu (berdasarkan hasil kajian kami, LIPI, 
Hafrizal Syandri, dll), tubo belerang danau Maninjau mulai muncul dan tidak 
bisa diprediksi masyarakat lagi seiring dengan semakin banyaknya usaha keramba 
dan usaha perhotelan di pinggir danau Maninjau.
 
Sekarang terserah kita semua (terutama stake holder) bagaimana cara terbaik 
penyelesaiannya. Kalau tidak, tubo ini akan tetap muncul bahkan tanpa bisa 
diprediksi sama sekali.
 
Banyak maaf,
 
ANDRI SATRIA MASRI
 


________________________________
Dari: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
Kepada: forahmi <[email protected]>
Terkirim: Rabu, 7 Januari, 2009 09:21:51
Topik: [forahmi] Fw: racun belerang di maninjau


Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network

-----Original Message-----
From: "Indra Jaya Piliang" <[email protected]>

Date: Wed, 7 Jan 2009 02:21:08 
To: Rantau Mail<[email protected]>
Subject: racun belerang di maninjau


Ikan2 mati lagi di maninjau. Kerugian petani lebih dari 100 Milyar. Duh, 
sungguh petaka bagi petani2 ikan di sana, kerugian yg luar biasa. 

Beberapa waktu lalu, saya keliling Maninjau, jumpa dg salah satu petani ikan, 
diskusi kemana2, tmsk soal mata pencarian utama sbg petani ikan. Pak Tani yg 
cerdas dan well inform ini mengeluhkan harga pelet ikan yg mahal dan menyatakan 
keheranan, knp Indonesia yg punya garis pantai yg panjang tdk bisa bikin pabrik 
pelet alias tepung ikan, sbg makanan ikan darat atau danau. Saya takjub dengan 
pengetahuan bpk tua ini. Skrg, mungkin bpk ini lebih byk lagi yg dia pikirkan. 

Apakah ada yg tahu di milis ini ttg sistem peringatan dini mencegah kerugian 
lbh besar? Adakah teknologi utk mengukur ph atau "tensi" air yg mengandung 
belerang? Krn ikan2nya di keramba, tentu butuh waktu utk belerang sampai ke air 
di permukaan dan mencemari seluruh area? 

Ikan di keramba kan dekat dg permukaan, sementara sumber letusan belerang jauh 
di dasar danau. Ikan2 mati ini terjadi juga tahun 1997 dan 2000. 

Mohon pencerahannya. 

Ijp
Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network
------------------------------------


___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke