Saya hanya menambahkan apa yang disampaikan sanak Adrianof ini,
sebelumnya juga saya sudah sedikit memberikan tanggapan dan tulisan atas
kejadian ini. Ini hanya sebuah pengalaman saja dilapangan yang pernah
membina petani/nelayan tambak ikan jaring apung. Rasa cocok sekali di
budidayakan Ikan Patin seperti yang disampaikan Pakar di berita ini
dengan berbagai pertimbangan baik secara teknik budi daya maupun secara
ekonomi.

 

Paska panen Ikan Patin jika berlimpah over produksi nah patin sangat
mumpuni untuk diolah baik dari segi keawetan dan rasa melalui teknik
pengawetan tradisional yang bebas zat kimiawi yaitu pengasapan atau yang
dikenal dengan Ikan Patin Salai. Saya bersama nelayan pernah menyalai
ikan ini bersama ikan tangkapan alam di sungai-sungai Riau yaitu ikan
salai yang terkenal Baung dan Silais.

 

Ikan patin disalai dagingnya padat, beratnya tidak terlalu jauh susut
dari segi rasa sangat disukai. nantinya Maninjau tentu bisa dijadikan
sentra Ikan Salai yang berkualitas dan bisa dijual kedaerah lain atau
ekspor misalnya ke Malaysia dan juga oleh-oleh khas bagi wisatawan yang
berkunjung ke Maninjau. Bisa juga dibuat sepertinya Bandeng Presto dari
Semarang dan sekitarnya yang rapuh sampai ke tulang-tulangnya. Patin
Presto mungkin begitu namanya Ikan yang siap dimakan lansung dengan
tambahan bumbu/sambal.

 

Teknologinya sederhana saja untuk membuat Ikan Salai ini hanya sebuah
Home Industri, bersihkan ikan tarok yang rapi diatas bambu/bilah yang
disusun dengan jarak tertentu dibakar kayu dibawah dengan bara yang
berasap lalu ikan dibolak balik tutup dengan daun pisang  selama sekitar
12 Jam (tergantung hawa panas api dan asapnya) tentunya perlu bahan
bakar kayu jika memang sulit kayu dan dikwatirkan masyarakat menembang
kayu di hutan sekitar perbukitan danau Maninjau yang merusak  tentu
dibuatkan alat dengan teknologi terapan yang sederhana (seperti halnya
alat pemipil/pemisah bulir jagung)

 

Demikian tambahan saya dari postingan terdahulu

 

Wass-Jepe (44 Pku)

 

________________________________

> 

Padang | Jumat, 09/01/2009 19:56 WIB

Hindari Belerang, Budidayakan Ikan Patin dan Gurami 

Padang, (ANTARA) - Pasca kasus matinya ribuan ton ikan di Danau Maninjau
Kabupaten Agam, Sumbar akibat air danau terkontaminasi belerang, diimbau
agar masyarakat membudidayakan ikan yang memiliki daya tahan kuat,
seperti ikan patin dan gurami. 

~----~------~----~------~--~---


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke