Tadinyo ambo indak tahu apo aratinyo Tumbal. Ambo caliak KBBI j Badudu-Zain, ruponyo asa kato Bahaso Jawa: sesuatu yang dipakai untuk menolak (penyakit, dsb); tolak bala: putra paja Sibayak mengmebara di kampung-kampung sebab dibuang keluarganya sebagai tumbal.
Dalam contoh ko ambo pun lupo Sibayak. Ado nan tahu dima kaarajaan Sibayak ko? Mancaliak kato "kelingkiang", takana lo pantun randai saisuak nan panah ambomasuakkan dalam Motto Rantaunet dahulu: Cincin banamo Ganto Sori, Sasuai sajo di Kulingkiang. Kilang ka mano ka Mamak Cari, Lauiktan sajo bakuliliang... Salam, --MakNgah -- Sjamsir Sjarif --- In [email protected], suheimi ksuheimi <ksuhe...@...> wrote: > > > KELINGKING > Oleh : K Suheimi > > Suatu ceritra yang menggelitik dan jadi bahan renungan adalah sewaktu saya mendengar Radio Classy dengan judul KELINGKING > Ceritra ini di olah oleh Yanti, dia rajin Dan saya minta izin untuk ini disampaikan pada pembaca saya, semoga ada hikmah dan manfaatnya, selamat menikmati >  > > Ada seorang raja perkasa yang sangat hobi berburu ,, Pada suatu hari ketika sedang berburu , kudanya meringkik sembari mengangkat kaki ke atas,, Raja kaget , dan terpelanting,, Kelingkingnya putus,, Melihat darah yang banyak keluar dan jari kelingking yang tidak utuh , Raja marah luar biasa ,, > ''Sudahlah Paduka , kalau kena musibah… ya bersyukur saja.. mungkin itu yang terbaik'' ujar seorang penasihatnya. > > Mendengar nasihat penasehatnya itu , Raja bukannya luluh malah tambah murka,, Dengan lantang berteriak > > †Pengawal .... penjarakan penasihat goblok ini†,, > >  Para pengawal yang selalu menurut dan tabu untuk membantah , melaksanakan perintah itu,, Sang penasihat pun dijebloskan ke bui,, > > Lima tahun kemudian, ketika sedang berburu , raja ini ditangkap suku primitif,, Pria gagah berkulit putih mulus ini akan dipersembahkan pada dewa,, Tapi tiba-tiba kepala suku melepaskan sang raja , karena setelah diteliti kelingkingnya terpotong,, Sebagai pengganti , pengawalnya yang tidak cacat dijadikan korban,, > > Pengawal itupun dieksekusi , dan rajanya dipulangkan,, > > Setelah itu raja menyadari kekhilafannya , Penasihat yang dulu dibui itu pun dilepaskan,, > > †Maafkan saya paman penasehat , saya memang memang harus bersyukur tidak memiliki kelingking'' ,, kata Raja, mengakui kesalahannya,, > > Mendengar pengakuan sang raja itu , ternyata, sang penasihat pun bersyukur, dan berkata > ''Kalau saja saya tidak dipenjarakan oleh Paduka , mungkin hamba sudah menggantikan Paduka sebagai tumbal,, > > nah classy people , memang selalu banyak hikmah yang kita ambil dari sebuah kejadian buruk sekalipun, selama kita mau berpikiran positif dan bersyukur atas ketetapan â€"Nya,,, > > Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an > > Kemudian sesudah itu Kami ma'afkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur. (QS. 2:52) > > P Baru 13 Januari 2008 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
