Ass.Wr.Wb Bapak Mulyadi. Saya juga bernama Muljadi, mau menambahkan sedikit, berita dari Kompas yang diteruskan oleh Bapak Muljadi, tentang orang Indonesia yang Kuliah di M'Sia.
Adapun seingat saya, sekitar tahun 70an, banyak guru2 Indonesia, waktu itu termasuk beberapa Guru2 SMP/SMA kami (Medan) yang dipinjamkan ke M'Sia. Nah sekarang ini penduduk kita yang berguru keSana, karena.......................lebih ekonomis serta tanpa drug, sebagian dari penyebabnya. Memang sedih kita melihatnya, dulu Guru2 yang mantap dipinjam, lumayan himbalanya bersalary yang memadai. Tetapi akhir2 ini (maha)siwa/i serta devisa juga keluar. Logisnya, sarjana2 yang baru2 tamat yang berpotensi, bukan tidak mungkin ditahan di M'Sia dengan salary yang mengiurkan. Tapi beda RI dan M'Sia, hanya paspor Pak Mulyadi, karena sebetulnya kita orang Sumatra dgn M'Sia masih serumpun, yakni Melayu. (minimal untuk penghibur hati yang sedikit kesal) Padahal cabang Universiti Malaya bermula di S'Pura (1949), baru sejak tahun 59/60an berdiri di KL. Tahun 2000 an, dengan kebetulan saja berjumpa dgn beberapa mahasiswa Technik Sipil di Padang yang berpredikat senior. Kita ada berbicara sedikit tentang technik sipil. Yach menurut penafsiran saya, kesimpulannya kurang menarik untuk diceritakan. Coba bandingkan, nilai-tukar/daya-beli Rp dgn $M'Sia tahun 70an dengan sekarang, analog Jakarta 70an dgn K.Lumpur masa kini. Begitu pula Singapura, dengan NanYang, Don Bosco serta UPInya Manila. Tourismus, saya sering mendengar banyak keluhan2 tourist2, yang merasa kurang nyaman di Indo, kotor, undang2, oknum, ethos pedagang, terakhir hotel/penginapan serta efek sampingnya yakni sex. Sex tourismus itu tentu saja ada, mungkin muncul dengan secara terselubung, serta dgn macam2 rupa sex, serta drug2 kimia. Mungkin2 saja, bukan hanya system M’Sia yang lebih canggih dari Indo, yakni federal, melainkan juga ethos, moral, hukum dllnya, juga relativ berjalan tidak sesendat di Indonesia Raya. Kembali ke system.....apa mau dikata, siapa yang mau disalahkan? Yang mau bersedia dan bisa memperbaiki siapa pula? Mengontrol, menyidik, menuntut, menjatuhkan vonnis ke tertuduh..... siapa? Buntutnya …yach..... reformasi lagi, tambal sulam.....lagi. Globalisasi........akhirnya negara lain maju lebih pesat dari kita............ wassalam, Muljadi, German -------- Original-Nachricht -------- > Datum: Fri, 16 Jan 2009 22:29:27 +0700 (WIT) > Von: [email protected] > An: [email protected] > CC: [email protected], "RantauNet2 Milis" <[email protected]>, > [email protected] > Betreff: [...@ntau-net] Re: [RGM_GM] Bgmn Meningkatkan Industri PARIWISATA > Sumbar > > Info yang termuat di koran online www.kompas.com hari ini > > Apakah Sumatera Barat bisa pula seperti Malaysia ini ??? Saluang sajo nan > ka manyampaikan ............ > > Wassalam, > HM Dt.MB > Moderator milis RGM-GM & Sulitanet > http://mulyadisulita.wordpress.com > > > Minat Kuliah di Malaysia Meningkat > / > Jumat, 16 Januari 2009 | 20:23 WIB > BANDUNG, JUMAT - Minat masyarakat Indonesia kuliah di negara jiran > Malaysia terus meningkat beberapa tahun terakhir. Terutama, di tengah > kondisi krisis finansial saat ini. Malaysia mulai dipercaya sebagai > alternatif utama WNI mencari pendidikan berkualitas dan terjangkau di luar > negeri. > > Hal itu diungkapkan Director Education Kedutaan Besar Malaysia dalam jumpa > pers Pameran Pendidikan Tinggi Malaysia di Hotel Aston Tropicana, Jumat > (16/1) sore. Ia menuturkan, saat ini, sekitar 10.000 mahasiswa Indonesia > menimba ilmu di Malaysia. Jumlahnya meningkat lebih dari dua kali lipat > dibandingkan lima tahun lalu. > > Menurutnya, salah satu keunggulan Malaysia, adalah pendidikan berkualitas > yang terjangkau. Biaya kuliah, sampai dengan selesai (strata satu) itu di > negeri cukup dengan rata-rata Rp 50 juta. "Untuk swasta, empat kali > lipatnya," ujarnya. > > Sementara biaya hidup, mengutip hasil survey Jakarta Post, ia mengkalim, > biaya hidup di kota besar di Malaysia misalnya Kuala Lumpur, lebih murah > daripada Jakarta. "Jakarta di urutan 11 sedangkan Kuala Lumpur 33," > ucapnya. > > Dengan biaya yang terjangkau ini, bagi WNI yang hendak kuliah di luar > negeri, Malaysia bisa menjadi alternatif utama. Adapun bidang-bidang > unggulan universitas asal Malaysia adalah bisnis, akunting, teknologi > informasi, desain grafis, dan perhotelan. Beberapa program studi di bidang > ini sudah berbahasa pengantar Inggris. > > Pemerintah Malaysia, ucapnya, telah menargetkan jumlah mahasiswa asing > yang ada di Malaysia mencapai 100.000 di 2010 mendatang. Sehingga, > Malaysia ke depannya, dapat menjadi salah satu melting pot antarbangsa , > setidaknya di tingkat Asia Tenggara di dalam hal pendidikan. Terbanyak > berasal dari Indonesia. > > Adapun pameran yang berlangsung di Bandung Sabtu (17/1) dan Minggu (18/1) > ini akan mengikutsertakan sedikitnya tujuh perguruan tinggi dari Malaysia. > Diantaranya, Universiti Malaya, Universiti Malaysia Sabah, International > Islamic Colleges, dan Multimedia Universiti. > > Yulvianus Harjono > > > > Waalakumussalam, wr. wbr. > > > > Pak Abraham Yth. > > > > Sabanonyo ambo iyo indak paham pulo apo nan Pak Abraham sampaikan. > > > > Jadi kami nan PNS ko indak buliah ma-awai dan memakai kato-kato > parawisata > > ?, dan baa kok maanggap bahwa kami di kampuang nan bakarajo PNS kok > indak > > yakin lai pado apo nan dikarajoan ? > > > > Lha.., terbukti kan nan di kecekkan Pak Achjar Chalil, muter-muter, > kepada > > yang tidak substansi. > > > > Pak Abraham Yth. menegenai definisi parawisata sudah saya ceritakan > dengan > > panjang lebar di RantauNet pada tahun-tahun yang lalu, sehingga ada > sanak > > kito nan baprofessi arsitek nan tarabo dan indak marimo terhadap > defenisi > > dan konsep parawisata dalam kajian arsitektur nan ambo kamukokan. > Silahkan > > caliak di arsip RantauNet, mudah-mudahan lai ado juo. > > > > Mohon maaf ambo indak akan maulas diskusi ini lagi, karano ambo guru > > dianggap indak pantas babicaro di tangah-tangah para manager atau > > bisnismen Gebu Minang. > > > > Wassalam, > > Z. Rky. Mulie > > http://zulfikri-kamin.blogspot.com/ > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: Minang Kabau > > To: [email protected] > > Sent: Friday, January 16, 2009 10:33 AM > > Subject: Re: [RGM_GM] Bgmn Meningkatkan Industri PARIWISATA Sumbar > > > > > > "Dan akan berarti Parawisata Pendidikan telah mulai di canangkan di > > Sumatera Barat" > > > > Assalamulaikum Ww. > > Yth Sanak Z. Rky. Mulie > > Ambo batanyo sakatek, tantangan istilah Parawisata Pendidikan, > > Apo makasuiknyo istilah tsb. > > Apa Diknas/Dagri, sudah tak yakin lagi dengan bidang nan > dikarajokannyo > > itu adalah sesuatu nan menarik/bermanfaat bagi masyarakat, sahinggo > > maambiak istilah urang lain (pariwisata) > > Ataukah seluruh potensi pendidikan kita akan diarahkan untuk diajar > > bagaimana melayani pariwisata (orang kaya bersenang-senang menikmati > > pemandangan/tontonan dari kita). > > Maaf untuk pertanyaan dari ambo iko kapado Bapak Guru > > > > Wassalam > > Abraham Ilyas ado di: > > http://nagari.or.id/?moda=foldraso&halaman=12 > > http://nagari.org/caleg/index.php -- Sensationsangebot verlängert: GMX FreeDSL - Telefonanschluss + DSL für nur 16,37 Euro/mtl.!* http://dsl.gmx.de/?ac=OM.AD.PD003K1308T4569a --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
