Wisata Maninjau Lumpuh Akibat Tubo Belerang
Sabtu, 17 Januari 2009 Maninjau, Padek-Musibah beruntun yang dialami pengusaha dan masyarakat pengelola ikan jalan apung di Danau Maninjau membuat ekonomi warga ambruk. Apalagi, para pengusaha dan warga yang memanfaatkan dana pinjaman perbankan untuk pengembangan budidaya ikan. Tak hanya pasokan ikan ke berbagai daerah di Pulau Sumatera yang menurun, yang berdampak melambungnya harga ikan air tawar, tapi juga makin letihnya kegiatan wisata di salingka Danau Maninjau. "Selain kerugian material, pasokan ikan ke daerah lain juga tersendat. Sebab selama ini keramba jala apung ini sudah menjadi andalan mata pencaharian warga sekitar Danau Maninjau. Bahkan saat ini tercatat sebanyak 3.143 tenaga kerja terkena dampak musibah itu, dengan potensi kredit macet pengusaha jala apung mencapai Rp2,6 miliar baik dari Bank Nagari, BRI, BNI dan koperasi," kata Aristo Munandar. Disebutkan musibah beruntun sejak awal Januari hingga kemarin sangat memukul kegiatan ekonomi warga. Banyak dampak yang dirasakan saat ini, tak hanya terhadap kegiatan ekonomi, tapi juga aktivitas wisata. Karena pengunjung banyak yang enggan mengunjungi Danau Maninjau, karena bau busuk yang menyengat. Selain itu, kondisi air danau yang menghitam, juga menambah ketakutan pengunjung. "Langkah ke depan, Pemkab Agam sudah merancang sosialisasi pembentukan komitmen pengelolaan danau, penjadwalan kredit serta penyusunan penetapan zonasi pemanfaatan ruang permukaan danau," jelas Aristo. Di samping itu, Pemkab Agam juga merancang langkah pengaturan pola operasi PLTA, penyusunan dan penetapan regulasi tentang penataan KJA. Penyedotan residu sisa pakan ikan dan sampah (limbah karamba), monitoring rutin kualitas air danau secara rutin, pengembangan KJA ramah lingkungan, pengembangan tanaman aqua ponic dalam rangka peningkatan kualitas air Danau Maninjau. "Kami memprioritaskan pembersihan danau untuk mendorong kembali aktivitas budidaya ikan jala apung. Termasuk membahas solusi lain bersama tim yang dibentuk," ujarnya. Aristo berharap, dukungan semua pihak bisa kembali membangun kepercayaan pihak perbankan, agar dunia usaha di Danau Maninjau kembali bergerak. Sedangkan untuk sektor wisata, secara khusus akan dirumuskan langkah-langkah promosi. "Namun kami lebih memprioritaskan, pembersihan final Danau Maninjau ,sampai kondisi betul-betul normal, sehingga pengunjung bisa kembali menikmati keindahan Danau Maninjau tanpa gangguan pencemaran udara," sebutnya. (men) http://www.padangekspres.co.id/content/view/28326/106/ The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
