Propinsi | Sabtu, 17/01/2009 22:09 WIB

Mensos: Generasi Minang Ingin Jadi Politisi Jangan Sombong 

Padang, (ANTARA) - Menteri Sosial RI, Bachtiar Chamsyah, mengisyaratkan,
kalangan generasi muda Minang, kalau ingin menjadi politisi masa
mendatang jangan sombong dan sesuaikan perkataan dengan perbuatan,
karena masyarakat sudah pintar. 

Saran itu disampaikanya pada acara Diskusi dan Temu Tokoh Minang yang
diselenggara DPW PKS Sumbar bertema "Reaktualisasi Peran Politik Orang
Minang Di Tingkat Nasional" di Hotel Bumiminang Padang, Sumatera Barat
(Sumbar), Sabtu. 

Acara yang diikuti ratusan elemen masyarakat itu, tampil sebagai
pembicara, Mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli, Mantan Menaker Trans,
Abdul Latief, Ketua Komisi X DPR RI, Irwan Prayitno, dan Sejahrawan
Universitas Andalas (Unand), Gusti Asnan. 

"Ke depan sosok pemimpin adalah orang yang pintar dipilih rakyat. Jadi,
perlu kembangkan bakat, santun dan arif dalam berpolitik," kata Ketua
Dewan Penasehatan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. 

Menurut dia, perlu membaiki peran politik orang minang di tingkat
nasional, karena semakin berkurang. 

Namun, upaya pembenahan harus membangun bagaimana generasi minang
mendatang bisa berkualitas, karena kualitas sangat menentukan. 

Jika, membangun kualitas untuk generasi mendatang tidak terwujud, kata
Bachtiar, akan sulit "membangkit batang tarandam" tersebut. 

Justru itu, perantau minang yang sukses jadi pejabat dan pengusaha mesti
bangun kampung halaman, guna mendorong kualitas generasi mendatang. 

Selain itu, kalangan politisi muda minang harus banyak berdialog dan
saling mendorong, bukan saling menjatuhkan. 

"Kita harus jujur, karena sekarang telah terjadi perubahan
ketatanegaraan pemerintah, presiden dan wakil rakyat dipilih langsung,"
katanya. 

Populasi pemilih di negeri ini yang dominan masyarakat Jawa dan orang
minang mungkin dalam waktu panjang untuk bisa membangkitkan peran dalam
perpolitikan nasional. 
"Semangat kedaerahan perlu dalam perpolitikan," katanya. 

Koalisi 
Menyinggung persiapan partai berlambang Ka'bah dalam menyongsong Pilpres
mendatang, Ketua Dewan Penasehat PPP itu, mengatakan koalisi tentunya
saling mendukung. 

"Tentang Calon Presiden kita tentu hitung-hitung dulu, karena harus
melihatnya secara rasional dan poitik harus dengan hati," kata Bachtiar
Chamsyah menjawab wartawan ketika ditanya soal koalisi PPP. 

Terkait koalisi empat kaki, Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, dan
PKB, Bachtiar mengatakan, itu kan baru ajakan dan koalisi adalah dialog
dan sering bertemu. 

Ketika ditanya PPP tengah menjajaki koalisi dengan PKS, Bachtiar
menjawab, kita melakukan dialog dan bertemu, karena koalisi tentunya
setelah Pemilu legislatif mendatang. 

Menyinggung kalau ada calon presiden asal Minang, lebih ditanggapi,
Alhamdulillah dan tentu perlu dilihat peta politiknya dulu. 

Terkait hasil survei LSI, "Kita hargai hasil survei itu, tetapi tak akan
mempengaruhi PPP pada Pemilu dan Pilpres mendatang. PPP punya karakter
lain, karena pimilihnya jelas, bukan tergantung pada figur pemimpin,"
katanya.(SA)

 

http://www.antara-sumbar.com/id/index.php?mod=berita&d=1&id=12609

 

 

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke