Sangat menarik cerita yang disajikan oleh Pak Suheimi ini, namun tanpa 
mengurangi materi ceritanya, barangkali cerita adalah tidak hanya sekedar 
cerita, namun ada uraian yang logis juga kan, Pak? Oleh karenanya kalau boleh 
saya mengklarifikasinya...sbb:
 
Pada suatu hari seorang suci sedang bermeditasi di bawah sebuah pohon pada 
pertemuan dua jalan,, Meditasinya terganggu oleh seorang pemuda yang berlari 
dengan panik ke arah jalan yang menuju dirinya,,
 
Meditasi orang suci di bawah pohon, apa betul ini cara orang suci..?

"waha orang suci …. tolonglah saya, Ada orang yang salah menuduh , dikiranya 
saya mencuri,, Ia mengejar saya bersama banyak orang,, Kalau mereka sampai 
menangkap saya , kedua tangan saya akan dipotong." ,, pemuda itu memohon.
 
Menurut agama yang saya yakini kebenaran mutlaknya, kalau orang yang tidak 
bersalah tidak perlu lari Pak? Kalau lari berarti hanya sekedar menghindari 
musibah, tetapi tidak berani menghadapi kenyataan..apakah ini tindakan yang 
benar...? Jika kita tidak salah, tidak perlu lari, jika terbunuh karena 
kebenaran oleh massa InsyaALLAH tunggu saja Mahkamah Ilahi rabbi nanti...

 
,,orang suci itu melihat dengan mata hatinya , bahwa si pemuda memang tidak 
bersalah dan telah berkata sesungguhnya
 
Apakah yang dimaksud dengan mata hatinya...memang ini ungkapan atau sesuatu 
keistimewaan yang dimiliki oleh seseorang, tapi setelah Rasul diperintahkan 
IQRQ dalam Surat Al Alaq, mata hati itu adalah Ilmu Pengetahuan..


"Kemana perginya?" kata si Kepala Desa itu tak sabar,, 
 
Jika ada kepala desa yang tidak sabar, tanpa mengerti fakta dan data yang 
sebenarnya dan informasi dari sang pemuda, saya kira dia tidak layak jadi 
Kepala Desa apalagi sebagai PEMIMPIN.

orang suci itu sebenarnya tidak ingin mengkhianati pemuda , namun sumpahnya 
telah menakutkannya,, Ditunjuknya pohon diatasnya ,, Dan dalam waktu yang 
singkat penduduk desa beramai-ramai menyeret si pemuda keluar dari sela-sela 
dahan , lalu memotong kedua tangannya,,
 
Apakah berkata jujur itu sesuatu yang tidak dianjurkan...saya kira orang suci 
ini juga bisa membantu menenangkan massa dulu dan berbuat untuk sang pemuda 
dengan cara lebih baik dan adil

Ketika orang suci itu mati , dia dibawa ke Mahkamah Agung Surga,, Ia dikutuk 
karena sikapnya terhadap pemuda tidak berdosa itu,,
 
Tetapi ia tidak terima, "saya telah bersumpah suci saya akan selalu berkata 
jujur." 

Belum bisa dipastikan hukumannya Pak, apa pemuda ini jujur atau pura2 jujur 
untuk menghindar dari kesalahan...?

Lalu tanpa pikir panjang si hakim Pengadilan langsung berkata
"Namun hari itu kamu lebih mencintai kebanggaan dari kebaikan , bukan demi 
kebaikan kamu menyerahkan pemuda itu kepada penuntutnya, tapi semata-mata demi 
mempertahankan citra kosong tentang dirimu sendiri sebagai orang 'suci',, 
Kebajikan manusia yang terbatas kerap memandu pemahaman menjadi kekuatan yang 
memaksa kita untuk berbuat jahat...",,,
 
Saya kira kebaikan tetap kebaikan Pak, kalau dia menjadi jahat...itu bukan 
kebaikan, Pak. Dan kebaikan serta kejujuran bukanlah citra kosong belaka...
 
Mohon maaf kalau salah...mudah2an kita selalu berbuat baik dan jujur...
 
Salam 
Defiyan Cori L/41,Pejaten











"Kemana perginya?" kata si Kepala Desa itu tak sabar,, 

orang suci itu sebenarnya tidak ingin mengkhianati pemuda , namun sumpahnya 
telah menakutkannya,, Ditunjuknya pohon diatasnya ,, Dan dalam waktu yang 
singkat penduduk desa beramai-ramai menyeret si pemuda keluar dari sela-sela 
dahan , lalu memotong kedua tangannya,,

Ketika orang suci itu mati , dia dibawa ke Mahkamah Agung Surga,, Ia dikutuk 
karena sikapnya terhadap pemuda tidak berdosa itu,,

Tetapi ia tidak terima, "saya telah bersumpah suci saya akan selalu berkata 
jujur." 

Lalu tanpa pikir panjang si hakim Pengadilan langsung berkata
"Namun hari itu kamu lebih mencintai kebanggaan dari kebaikan , bukan demi 
kebaikan kamu menyerahkan pemuda itu kepada penuntutnya, tapi semata-mata demi 
mempertahankan citra kosong tentang dirimu sendiri sebagai orang 'suci',, 
Kebajikan manusia yang terbatas kerap memandu pemahaman menjadi kekuatan yang 
memaksa kita untuk berbuat jahat...",,,

Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an 

Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah 
belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa 
yang ada pada sisi mereka (masing-masing). (QS. 23:53)

Pekan Baru 19 Januari 2009





Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke