Kembali Lintar yang menjawab setelah terlebih dahulu memandang wajah semua yang ada di ruangan itu,"Ompung, kami yakin dengan hal ini karena memang ini salah kami yang tidak bisa menjadi lebih baik, dan seperti yang ompung ajarkan kepada kami, untuk berani dan secara jantan mengakui kehebatan orang lain tanpa menyalahkan siapa-siapa. Dan kini kami sebagai cucu orang nomor satu di dunia persilatan tanah Batak ini harus jujur dan jantan mengakui bahwa saudara kami, Pane memang merupakan orang pilihan yang istimewa sama dengan Sutan dan Tombak."
"Jadi kalian sepakat untuk memilih Pane menjadi calon ketiga?" Serentak mereka semua menjawab tegas,"Iya, ompung!" "Baguslah kalau begitu, tidak sia-sia aku masih hidup sampai hari ini untuk melihat sikap jantan semua cucuku, aku bangga sekali, tidak menyesal aku pergi dari dunia ini karena sudah berhasil mendidik kalian menjadi seorang lelaki kebanggaan keluarga," sahut sang kakek dengan terharu. "Pane, bagaimana dengan dirimu? Apa kau siap untuk menghadapi ujian ini ?" "Ompung, aku siap menghadapi ujian ini, dan berusaha tidak akan memalukan diriku sendiri dan membuat saudara yang lain menyesal memilih aku sebagai calon pewaris," jawabnya perlahan namun tegas. Pane berusaha menahan gejolak dirinya untuk berteriak dan melompat kegirangan, dia yakin bisa menangani kedua saudaranya itu agar bisa memenangkan ujian yang diberikan. Mereka semua tidak tahu apa yang berkecamuk di hati pemuda ini, tapi mata batin sang kakek bisa meraba isi hati sang cucu. Beliau masih tidak puas dengan pilihan mereka, tapi hendak dikata pilihan mereka ini memang yang terbaik dari yang ada di luar kedua calon lainnya. Semakin terpojok membuat sang kakek semakin berusaha mencari jalan keluar untuk "memaksa" cucu incarannya itu menjadi calon. Sang cucu dilihatnya masih tidak perduli dengan apa yang terjadi tapi sekarang sudah mulai kembali dari penjelahan alam pikirannya. Dengan tenang dan santai dia memandang sekelilingnya, matanya hanya menatap agak lama kepada Sutan, Tombak dan Pane sesudahnya dia ambil sikap diam saja memandang lurus ke depan ke arah jendela yang ada di samping belakang kepala sang kakek. "Baiklah, calon 3 orang sudah dipilih." tiba-tiba sang kakek menghentikan pembicaraan dan dengan cepat tangannya menjentik ke arah depan. Terdengar teriakan," Aduh." Semua mata memandang ke arah teriakan itu, terlihat Manik sedang mengusap-usap kedua kupingnya yang pedas kena jentikan tangan jarak jauh dari kakeknya. "Manik, mengapa kau melamun saja dari tadi, apa kau merasa hal ini tidak penting? Atau kau merasa paling hebat sehingga tidak menghendaki warisan dariku ini?" bentak Datuk Kumis Putih dengan keras sekali dan mata yang melotot marah kepada cucunya itu. Manik yang mendapat serangan mendadak dan sekarang ditambah lagi dengan bentakan dari sang kakek, terkejut setengah mati, kebingungan dia dengan situasi yang sekarang semua mata memandang dia dengan mencela. Tergagap dia berusaha menjawab pertanyaan sang kakek, tapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya karena masih terkejut setengah mati dan tangannya mengusap-usap telinganya yang sakit akibat jentikan sang kakek. Bersambung...... --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
