Museum Bawah Tanah Simpan Ornamen Bersejarah
Rabu, 21 Januari 2009 Bukittinggi, Padek-Keberadaan Museum Bawah Tanah di Pustaka Bung Hatta milik Pemko Bukittinggi, selain dapat menjadi objek penilitian dan keilmuan juga dapat dijadikan sarana wisata sejarah bagi masyarakat umum. Apalagi pada museum tersebut juga terdapat fosil dan benda arkeologi yang berusia ratusan tahun, dan tidak ditemui pada museum lain di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Akhmadsyah Naina, Deputi Bidang Informasi dan Pengembangan Sistem Kearsipan Lembaga Arsip Nasional RI. Walau hanya sebuah kota kecil, Bukittinggi sebutnya, begitu menarik perhatian praktisi kearsipan, perpustakaan dan dokumentasi. Apalagi setelah Pustaka Bung Hatta memiliki Museum Bawah Tanah, yang sangat kaya dengan informasi purbakala. Kunjungannya kali ini untuk menyaksikan langsung perkembangan arsip, perpustakaan dan situs sejarah yang ada di Bukittinggi. Hal ini berkaitan dengan tugas dan fungsi Lembaga Arsip Nasional RI, sebagai lembaga pemerintah non-departemen. Untuk menjamin keselamatan nasional tentang perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta untuk menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan Pemerintah. "Arsip merupakan memori kolektif bangsa, karena melalui arsip dapat tergambar perjalanan dari masa ke masa. Memori kolektif tersebut juga identitas sebuah bangsa. Kesadaran menyelamatkan arsip sebagai bukti pertanggung-jawaban nasional sekaligus sebagai warisan budaya bangsa, dapat menghindari hilangnya informasi sejarah sebuah bangsa sebagai bangsa berbudaya," ujarnya. Rombongan ini mengunjungi Museum Bawah Tanah di lantai satu Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Museum geologi ini merupakan kerjasama Bukittinggi dengan ITB, dengan koleksi barang-barang geologi berupa fosil-fosil binatang dan manusia dahulu kala. Seperti gading gajah berusia 500 tahun, batu-batuan dan ornamen bersejarah, benda-benda bersejarah dan dokumen geologi tempo dulu. "Barang-barang itu didatangkan selain dari seluruh Indonesia, juga dari Amerika Serikat, Prancis, Belanda dan Jerman," jelas Zulkifli Djoneva, Kepala Perpustakan Bung Hatta. (ari) http://www.padangekspres.co.id/content/view/28694/106/ The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
